facebook

Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan LPG Bagi UMKM Lewat Program Pinky Movement

Iwan Supriyatna
Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan LPG Bagi UMKM Lewat Program Pinky Movement
Program Pinky Movement yang dilakukan PT Pertamina (Persero) dinilai mampu menjamin keamanan dan ketersediaan pasokan Liquified Petroleum Gas (LPG) di masyarakat khususnya UMKM.

Program Pinky Movement yang dilakukan Pertamina dinilai mampu menjamin keamanan dan ketersediaan pasokan Liquified Petroleum Gas (LPG) di masyarakat khususnya UMKM.

Suara.com - Program Pinky Movement yang dilakukan PT Pertamina (Persero) dinilai mampu menjamin keamanan dan ketersediaan pasokan Liquified Petroleum Gas (LPG) di masyarakat khususnya UMKM.

Jumlah pembelian gas yang tanpa dibatasi turut menyebabkan bisnis Mitra Binaan penggunan LPG nonsubsidi tidak terkendala sehingga pendapatannya meningkat.

“Saya ikut program Pinky Movement karena melihat suplai LPG yang mudah dan ada di mana-mana sehingga konsumen mudah mendapatkannya tanpa antre seperti gas bersubsidi. Kami juga bisa menyetok lebih dari satu. Selain itu, gas LPG terasa lebih awet dan tahan lama dibandingkan gas LPG bersubsidi,” tutur Umar Fahrur Roji, pemilik Safira Studio/IB Ikdar yang berlokasi di Serang, Banten, Jumat (120/5).

Umar mengikuti program Pinky Movement sejak awal Maret 2022. Ia memiliki jenis usaha industri sepatu dan general konstruksi untuk renovasi rumah dan bangunan baru. Selama pandemi, program dari Pertamina ini sangat membantu untuk pengembangan usaha sehingga pendapatannya terkerek.

“Omset per bulan kami di angka Rp30-60 juta. Sebelum ikut Pinky Movement omset kotor sekitar Rp10-15 juta per bulan,” jelasnya.

Baca Juga: Keuangan Pertamina dan PLN 'Hancur Lebur' Akibat Pertahankan Harga BBM dan Listrik

Pertamina memperkenalkan program Pinky Movement sejak 2020. Program ini merupakan sebuah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sebagai upaya perluasan jaringan distribusi resmi produk LPG Non-Public Service Obligation (NPSO) atau nonsubsidi melalui pembiayaan dan pembinaan usaha dalam rangka mendukung dan memastikan penggunaan LPG yang tepat sasaran.

Pada awal 2022, Pertamina memperkuat program ini dengan meluncurkan “New Pinky Movement”. Program ini sejak pertengahan Maret sudah memasuki fase pembinaan program.

“Para Mitra Binaan diberikan kesempatan mengikuti pelatihan product knowledge Bright Gas, pelatihan tentang layanan home service produk retail Pertamina (PDS/MyPertamina/dan lain-lain), pelatihan digitalisasi pembukuan atau arus kas, serta pelatihan e-commerce/modern digital marketing,” tutur VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman.

Sejak program ini dijalankan sampai dengan tahun 2021, Pinky Movement telah menyasar 293 outlet dan 544 usaha kecil pengguna LPG subsidi dengan total penyaluran mencapai lebih Rp54,2 miliar.

"Target program ini adalah pangkalan, outlet, toko pengecer LPG dan UMKM pengguna atau konsumen LPG/ “Khususnya pengguna LPG PSO agar shifting ke produk non-PSO,” tegasnya.

Baca Juga: Peternak Mattoanging Maros Ubah Kotoran Sapi Jadi Bio Gas, Bisa Masak Gratis 10 Tahun Tanpa Beli Elpiji

Menurut Fajriyah, Mitra Binaan di segmen outlet dapat dikembangkan untuk menjadi point of sales maupun point of distribution bagi jaringan pemasaran LPG Pertamina. Adapun untuk UMKM dapat didorong agar dapat naik kelas sehingga usahanya dapat maju dan semakin berkembang serta menjadi konsumen loyal LPG non-PSO Pertamina.

Komentar