Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bubble Burst: Fenomena Startup yang Berkembang Pesat Sebelum Bangkrut Melanda Indonesia?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:14 WIB
Bubble Burst: Fenomena Startup yang Berkembang Pesat Sebelum Bangkrut Melanda Indonesia?
Ilustrasi bangkrut. [Istimewa]

Suara.com - Fenomena ekonomi bubble burst disebut-sebut tengah melanda industri Startup di Indonesia. Fenomena pertumbuhan ekonomi ini terjadi, salah satunya dengan kemunculan banyak perusahaan rintisan atau start up di Indonesia.

Jelaskan pengertian bubble burst maka akan merujuk pada gelembung ekonomi di mana terjadi eskalasi atau pertumbuhan ekonomi yang terlalu tinggi, tetapi juga diiringi dengan kejatuhan yang relatif cepat. 

Jika melihat fenomena bubble burst di Indonesia, tampaknya hal ini terjadi di kalangan start up yang timbul tenggelam. Banyak start up bermunculan namun tak sedikit yang gulung tikar. 

Perusahaan ini banyak merekrut karyawan lewat strategi bakar uang, walaupun di sisi lain juga banyak melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK. Kabar terbaru start up edutech Zenius melakukan PHK kepada 200 lebih karyawan. Fenomena ini merupakan efek dari bubble burst, atau LinkAja yang juga melakukan hal serupa.

Jauh sebelumnya, ada cukup banyak perusahaan rintisan yang berkembang pesat mendadak mengumumkan mereka bangkrut dan angkat kaki dari Indonesia karena masalah keuangan.

Melansir Investopedia, bubble burst atau ledakan gelembung adalah siklus ekonomi yang ditandai dengan eskalasi atau kenaikan nilai pasar yang cepat, terutama dalam harga aset.

Inflasi yang cepat ini diikuti oleh penurunan nilai yang cepat, atau kontraksi, yang kadang-kadang disebut sebagai ledakan gelembung atau bubble burst. 

Biasanya, gelembung diciptakan oleh lonjakan harga aset yang didorong oleh perilaku pasar yang terkena euforia. Selama fenomena ini terjadi, aset biasanya diperdagangkan pada harga, atau dalam kisaran harga, yang sangat melebihi nilai intrinsik aset. Nilai ini biasanya digunakan oleh para investor untuk menentukan harga sebuah aset di pasaran. 

Penyebab bubble burst sampai saat ini masih diperdebatkan oleh para ekonom. Terutama faktor-faktor yang mendasari terjadinya fenomena bubble burst yang tidak bisa didefinisikan secara pasti. Namun, bubble burst biasanya baru teridentifikasi setelah penurunan harga secara besar-besaran terjadi. 

Gelembung ekonomi bisa terjadi kapan saja. Gelembung ini biasanya dikaitkan dengan perubahan perilaku investor, meskipun apa yang menyebabkan perubahan perilaku ini juga diperdebatkan.

Gelembung di pasar ekuitas dan ekonomi menyebabkan sumber daya ditransfer ke area pertumbuhan yang cepat. Pada akhir gelembung, sumber daya dipindahkan lagi, menyebabkan harga mengempis.

Sebagai contoh ekonomi Jepang mengalami gelembung atau bubble pada 1980-an setelah bank-bank negara itu sebagian dideregulasi atau harus menerapkan aturan baru. Fenomena ini menyebabkan lonjakan besar dalam harga real estat dan harga saham. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laporan PHK Tak Kunjung Selesai, Puluhan Mantan Karyawan Hotel Sandjaja Palembang Demontrasi di Mapolda Sumsel

Laporan PHK Tak Kunjung Selesai, Puluhan Mantan Karyawan Hotel Sandjaja Palembang Demontrasi di Mapolda Sumsel

Sumsel | Rabu, 25 Mei 2022 | 13:06 WIB

Dukung UMKM Go Digital, Niagahoster Gandeng Kemenkominfo Gelar Kelas Intensif Bagi UMKM dan Startup Pemula

Dukung UMKM Go Digital, Niagahoster Gandeng Kemenkominfo Gelar Kelas Intensif Bagi UMKM dan Startup Pemula

Bisnis | Rabu, 25 Mei 2022 | 07:28 WIB

Zenius: Karyawan yang di-PHK Terima Pesangon dan Kami Bantu Dapatkan Pekerjaan Baru

Zenius: Karyawan yang di-PHK Terima Pesangon dan Kami Bantu Dapatkan Pekerjaan Baru

Bisnis | Selasa, 24 Mei 2022 | 19:47 WIB

Setelah LinkAja, Kini Startup Zenius PHK Massal Lebih dari 200 Karyawan

Setelah LinkAja, Kini Startup Zenius PHK Massal Lebih dari 200 Karyawan

Bisnis | Selasa, 24 Mei 2022 | 19:40 WIB

General Atlantic Siapkan Dana 2 Miliar Dolar AS untuk Investasi Startup di Asia Tenggara

General Atlantic Siapkan Dana 2 Miliar Dolar AS untuk Investasi Startup di Asia Tenggara

Bisnis | Senin, 23 Mei 2022 | 11:28 WIB

Masyarakat di Desa Bisa Mudah Berbelanja Lewat Startup Dagangan

Masyarakat di Desa Bisa Mudah Berbelanja Lewat Startup Dagangan

Bisnis | Senin, 23 Mei 2022 | 10:46 WIB

Terkini

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB