Arab Saudi dan OPEC+ Setuju Tambah Produksi Minyak Demi Tekan Harga dan Inflasi

M Nurhadi

Jum'at, 03 Juni 2022 | 07:51 WIB
Arab Saudi dan OPEC+ Setuju Tambah Produksi Minyak Demi Tekan Harga dan Inflasi
Logo OPEC. (Shutterstock)

Suara.com - Arab Saudi dan negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC+ sepakat menambah produksi minyak untuk mengimbangi pengurangan pasokan akibat sanksi Rusia demi meredakan lonjakan harga minyak dan inflasi.

Hal ini dilakukan jelang kunjungan Presiden Amerika Serikat joe Biden ke Riyadh. OPEC+ mengatakan telah setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari (bph) pada Juli atau 0,7 persen dari permintaan global dan jumlah yang sama pada Agustus versus rencana awal untuk menambah 432.000 barel per hari selama tiga bulan hingga September.

Hal ini jadi tanda kesediaan Arab Saudi dan negara-negara Teluk OPEC lainnya untuk memompa lebih banyak minyak setelah sebelumnya Barat 'merengek' untuk meminta pasokan lebih demi mengatasi kekurangan energi global yang diperburuk oleh sanksi Barat terhadap Rusia.

Harga minyak naik di tengah berita tersebut menuju 117 per barel karena para analis mengatakan peningkatan produksi riil tidak akan signifikan karena sebagian besar anggota OPEC kecuali Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sudah memompa pada kapasitasnya.

Awal tahun ini, harga minyak mendekati puncak sepanjang masa 147 dolar AS yang dicapai pada 2008.

OPEC+, aliansi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan negara-negara produsen lainnya, termasuk Rusia, produksinya turun sekitar satu juta barel per hari menyusul sanksi Barat terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Amerika Serikat memang sudah lama menunggu hal ini jelang unjungan pertama Biden ke Riyadh setelah dua tahun hubungan tegang karena ketidaksepakatan mengenai hak asasi manusia, perang di Yaman dan pasokan senjata AS ke kerajaan itu.

Intelijen AS menuduh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, yang dikenal sebagai MBS, menyetujui pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018, sebuah tuduhan yang dibantah sang pangeran.

Arab Saudi dan tetangganya Uni Emirat Arab dikabarkan frustrasi pada penentangan pemerintahan Biden terhadap operasi militer mereka di Yaman dan kegagalan untuk mengatasi kekhawatiran Teluk tentang program rudal Iran dan proksi regionalnya.

baca juga

Konflik Rusia dan Ukraina semakin menekan harga minyak, sementara pemerintah AS telah mencari lebih banyak pasokan dari sekutu Teluk seperti Arab Saudi dan Iran yang juga mereka sanksi tanpa alasan jelas.

Harga bensin yang meroket telah mendorong inflasi AS ke level tertinggi 40 tahun, memukul peringkat persetujuan Biden saat ia mendekati pemilihan paruh waktu. Biden sejauh ini menolak untuk berurusan dengan MBS sebagai penguasa de-facto Arab Saudi.

Sebuah sumber yang diberi pengarahan tentang masalah itu mengatakan Washington menginginkan kejelasan tentang rencana produksi minyak sebelum kunjungan Biden yang potensial untuk pertemuan puncak dengan para pemimpin Teluk Arab, termasuk MBS, di Riyadh.

Sumber kedua yang akrab dengan diskusi tentang kunjungan Biden mengatakan masalah itu tidak hanya terkait dengan produksi minyak, tetapi juga dengan masalah keamanan Teluk dan hak asasi manusia. Sumber itu mengatakan baik Riyadh maupun Washington telah menunjukkan lebih banyak kesiapan untuk mendengarkan kekhawatiran satu sama lain.

Gedung Putih mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan Kamis (2/6/2022) dan mengakui peran Arab Saudi dalam mencapai konsensus OPEC+.

Sanksi Barat dapat mengurangi produksi dari Rusia, pengekspor minyak terbesar kedua di dunia, sebanyak 2 juta hingga 3 juta barel per hari, menurut berbagai perkiraan industri.

Melansir Antara, Rusia sudah berproduksi di bawah target OPEC+ sebesar 10,44 juta barel per hari pada April dengan produksi berjalan sekitar 9,3 juta barel per hari.

Seorang diplomat Barat mengatakan Rusia mungkin siap untuk menyetujui anggota OPEC+ lainnya untuk mengisi kesenjangan dalam produksinya guna menjaga persatuan dalam kelompok dan mempertahankan dukungan dari Teluk, yang cenderung mengambil sikap netral atas perang Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curangi Timbangan Minyak Goreng Curah, Bos Sembako di Jakut Raup Untung Rp 6 Miliar

Curangi Timbangan Minyak Goreng Curah, Bos Sembako di Jakut Raup Untung Rp 6 Miliar

Jakarta | Jum'at, 03 Juni 2022 | 07:30 WIB

Kenaikan Suhu Panas di Arab Saudi Harus Diantisipasi, Kemenag Jogja Ingatkan Dua Hal Ini yang Mengancam Jamaah Haji

Kenaikan Suhu Panas di Arab Saudi Harus Diantisipasi, Kemenag Jogja Ingatkan Dua Hal Ini yang Mengancam Jamaah Haji

Jogja | Kamis, 02 Juni 2022 | 22:15 WIB

Marak Insiden Penembakan di AS, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Marak Insiden Penembakan di AS, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Jogja | Kamis, 02 Juni 2022 | 19:20 WIB

Anwar Abbas Puji Jenderal Dudung yang Sidak Harga Minyak Goreng ke Pasar

Anwar Abbas Puji Jenderal Dudung yang Sidak Harga Minyak Goreng ke Pasar

Riau | Kamis, 02 Juni 2022 | 19:35 WIB

Fakta Terkini Perang Ukraina-Rusia, Perlu Anda Ketahui

Fakta Terkini Perang Ukraina-Rusia, Perlu Anda Ketahui

Sulsel | Kamis, 02 Juni 2022 | 18:20 WIB

Harga Minyak Goreng Curah di Sumsel Masih Mahal, di Atas HET Rp14.000 Per Kilogram

Harga Minyak Goreng Curah di Sumsel Masih Mahal, di Atas HET Rp14.000 Per Kilogram

Sumsel | Kamis, 02 Juni 2022 | 15:28 WIB

Terkini

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

×