Antisipasi Musim Kemarau, Kementan Optimalkan Lahan Sawah Melalui Penyediaan Irigasi Pertanian

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 14 Juni 2022 | 09:34 WIB
Antisipasi Musim Kemarau, Kementan Optimalkan Lahan Sawah Melalui Penyediaan Irigasi Pertanian
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil. (Dok: Kementan)

Suara.com - Dalam upaya mencapai target produksi padi nasional sebesar 55,58 juta ton pada tahun 2022, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) berupaya mengoptimalkan lahan sawah yang masih memiliki sumber-sumber air yang mencukupi pada musim kemarau dengan menyediakan infrastuktur irigasi yang baik sehingga air dapat dimanfaatkan secara optimal
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, upaya itu dilakukan agar ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga, meski dalam situasi apapun.

"Pertanian adalah sektor yang rentan terhadap perubahan iklim. Oleh karenanya, program yang digulirkan Ditjen PSP Kementan untuk menjaga ketahanan pangan kita agar sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional. Dalam kondisi dan situasi apapun, pertanian tak boleh terganggu," kata SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, dalam konteks tersebut kondisi ini harus terus dipantau terkait dengan pemenuhan ketersediaan airnya, sehingga terhindar dari risiko kekeringan.

Pada umumnya, Ali melanjutkan, kekeringan yang terjadi di lahan sawah disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya berkurangnya sumber-sumber air akibat kemarau panjang, daerah aliran sungai yang sudah mulai rusak dan saluran irigasi utama yang rusak maupun sedang dalam tahap perbaikan.

"Kondisi ini menyebabkan aliran-aliran air yang dimanfaatkan untuk irigasi cepat sekali mengalami penurunan debit," tutur Ali.

Penyebab lainnya menurut Ali adalah ketidakdisiplinan petani dalam melakukan pola dan tata tanam, terutama pada lahan sawah yang berada pada golongan 1 hingga 3 (dekat dengan saluran utama), membuat lahan sawah yang berada di hilir kurang mendapat suplai air dan terjadi rawan kekeringan terutama pada puncak musim kemarau.

"Berikutnya adalah tidak ditemukan sumber air alternatif seperti sumber air tanah, air buangan dan tampungan air yang dapat digunakan untuk menyelamatkan lahan sawah yang mengalami kekurangan air," kata Ali.

Dikatakan Ali, antisipasi dampak kekeringan tahun 2022 sudah sejak dini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian melalui Direktorat Irigasi Pertanian. Beberapa langkah awal yang telah dilaksanakan antara lain memberikan informasi terkait catatan peringatan dini dan upaya antisipasi musim kemarau 2022, khususnya pada lahan sawah irigasi teknis.

"Lalu juga memastikan bangunan konservasi air berupa embung pertanian yang telah terbangun bisa dimanfaatkan pada saat menghadapi musim kemarau terutama di wilayah Jawa Barat menjadi endemik kekeringan terbesar di Indonesia," tutur Ali.

baca juga

Berikutnya adalah berkoordinasi dengan balai pengelola waduk strategis untuk terus memantau kondisi muka air waduk dan pembagian air irigasi sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan air, mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan irigasi pertanian tahun 2022 agar dapat dimanfaatkan pada tahun yang sama, di antaranya kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi sebanyak 3.000 unit, pembangunan embung pertanian 400 unit dan pembangunan irigasi perpompaan 189 unit dan perpipaan 116 unit.

Dikatakan Ali, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian juga telah menyiapkan pompa-pompa air untuk mengantisipasi kekeringan di MK 2022. Sejumlah 122.619 unit pompa-pompa air yang sudah disalurkan sejak tahun 2017-2021 juga di siapkan untuk dimanfaatkan.

"Dengan pembangunan infrastruktur irigasi dan sumber-sumber air yang cukup besar, sudah seharusnya petani menggunakan dan merasakan manfaat dari pembangunan tersebut dengan peningkatan ketersediaan air irigasi dan menurunnya risiko terjadinya kekeringan dan banjir maka peningkatan produksi pertanian dapat terwujud," demikian Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelontorkan Anggaran Rp180 Miliar, DPR Desak Mentan Segera Atasi PMK

Gelontorkan Anggaran Rp180 Miliar, DPR Desak Mentan Segera Atasi PMK

DPR | Selasa, 14 Juni 2022 | 06:40 WIB

Wabah PMK Makin Marak, Kementan Mulai Program Vaksinasi Hewan Mulai Besok

Wabah PMK Makin Marak, Kementan Mulai Program Vaksinasi Hewan Mulai Besok

Bisnis | Senin, 13 Juni 2022 | 19:20 WIB

Kementan Imbau Petani di NTT Ikut Program AUTP untuk Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Kementan Imbau Petani di NTT Ikut Program AUTP untuk Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Bisnis | Senin, 13 Juni 2022 | 17:57 WIB

Harga Bawang Merah Naik Sejak April, Tapi Hal Ini Takkan Berlangsung Lama

Harga Bawang Merah Naik Sejak April, Tapi Hal Ini Takkan Berlangsung Lama

Bisnis | Minggu, 12 Juni 2022 | 09:31 WIB

Tahukah Anda, Pasokan Cabai Ibu Kota Berasal dari Kota Apa?

Tahukah Anda, Pasokan Cabai Ibu Kota Berasal dari Kota Apa?

Bisnis | Minggu, 12 Juni 2022 | 09:13 WIB

Di Tengah Merebaknya PMK, Mentan SYL Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Tahun Ini Aman

Di Tengah Merebaknya PMK, Mentan SYL Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Tahun Ini Aman

Bisnis | Sabtu, 11 Juni 2022 | 09:03 WIB

Terkini

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:15 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Indeks CFX10 Menguat 0,31%, TRON Jadi Kripto dengan Kenaikan Tertinggi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:12 WIB

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Awas, Patah Tulang Pertama Bisa Jadi Awal Dari Bencana Berikutnya! Ini Kata Ahli

Health | Senin, 02 November 2026 | 20:10 WIB

×