Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

NATO Prediksi Perang Ukraina Berlangsung Lama, Harga Mi Instan Terancam Makin Mahal

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 20 Juni 2022 | 12:07 WIB
NATO Prediksi Perang Ukraina Berlangsung Lama, Harga Mi Instan Terancam Makin Mahal
Warga membawa bendera putih saat menyeberangi perbatasan Bucha dan Irpin di sebelah jasad yang terbaring di jalan, saat invasi Rusia, di Irpin, Ukraina, Jumat (11/3/2022) [ANTARA]

Suara.com - Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau aliansi NATO memprediksi perang yang terjadi di Ukraina bisa berlangsung hingga bertahun-tahun. 

Alasannya, tidak lepas dari tuduhan NATO yang menyebut Rusia terus meningkatkan serangannya ke bekas wilayah Uni Soviet itu usai Uni Eropa terus menarik Ukraina untuk bergabung NATO.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris umum NATO, Jean Stoltenberg yang menjanjikan Ukraina untuk bisa segera bergabung dengan NATO dan siap membantu pasokan senjata modern agar mampu melawan Rusia.

"Kita harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa perang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kita tidak boleh menyerah dalam mendukung Ukraina. Bahkan jika biayanya tinggi, tidak hanya untuk dukungan militer, juga karena kenaikan harga energi dan pangan," ujar Jean dikutip dari Reuters.

PM Inggris, Boris Johnson dalam salah satu wawancara bersama Sunday Times London menuturkan pentingnya mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan jika perang terjadi dalam waktu yang lama.

Ia juga menyarankan Ukraina untuk mendapatkan pasokan senjata, peralatan, amunisi, dan pelatihan untuk militer mereka.

Prediksi ini turut dikomentari oleh Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Shtupun yang mengatakan, saat ini tentara Rusia sudah aktif menyerang Kharkiv, Severodonetsk dan Sloviansk. 

Dampak Perang Ukraina untuk Indonesia 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menjelaskan, perang panjang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina akan membuat harga pangan hingga energi di Indonesia naik.

Hal ini disebabkan pasokan perdagangan Indonesia dengan Rusia dan Ukraina yang terhambat. Ukraina adalah pemasok gandum terbesar bagi Indonesia. Sementara Indonesia adalah negara tujuan ekspor gandum terbesar kedua di dunia setelah Mesir.

Merujuk pada Data Badan Pusat Statistik (BPS), Ukraina memasok 2,96 juta ton gandum atau setara 27% dari total 10,29 juta ton yang diimpor Indonesia pada tahun 2020.

Bhima dalam wawancaranya dengan BBC Indonesia --Jaringan Suara.com, mengatakan, harga gandum dan turunannya akan naik jika perang terus berlangsung dan mungkin terus terjadi meski Indonesia mendapatkan pasokan dari alternatif lain.

Gandum adalah bahan baku dari produk pangan seperti mi instan dan terigu, sedangkan Indonesia adalah negara dengan konsumsi mi instan terbesar kedua dunia.

"Tapi mi instan kan banyak dikonsumsi juga oleh masyarakat kelas menangah bawah, sehingga kenaikan harga 1.000 rupiah saja akan terasa," ujar dia.

Saat konflik Rusia dan Ukraina terjadi pada Februari lalu, harga gandum global naik sebesar 5,35% menjadi US$9,84 atau sekitar Rp141.373 per gantang. Kenaikan itu jadi yang tertinggi sejak 2008.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Tambah Ekspor Minyak Mentah Murah dari Rusia, Kalahkan Pasokan Arab Saudi

China Tambah Ekspor Minyak Mentah Murah dari Rusia, Kalahkan Pasokan Arab Saudi

Bisnis | Senin, 20 Juni 2022 | 11:26 WIB

Google Nyatakan Bangkrut di Rusia, Tidak Bisa Membayar Karyawan

Google Nyatakan Bangkrut di Rusia, Tidak Bisa Membayar Karyawan

Tekno | Senin, 20 Juni 2022 | 10:23 WIB

Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Berlangsung Lama Hingga Bertahun-tahun

Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Berlangsung Lama Hingga Bertahun-tahun

News | Senin, 20 Juni 2022 | 05:58 WIB

NATO Prediksi Perang Ukraina-Rusia Bakal Terjadi Bertahun-tahun

NATO Prediksi Perang Ukraina-Rusia Bakal Terjadi Bertahun-tahun

Jogja | Minggu, 19 Juni 2022 | 23:50 WIB

Perang di Ukraina Bisa Berjilid-jilid Lebih Lama, NATO Siap Menyokong Senjata Meski Biayanya Mahal

Perang di Ukraina Bisa Berjilid-jilid Lebih Lama, NATO Siap Menyokong Senjata Meski Biayanya Mahal

Malang | Minggu, 19 Juni 2022 | 19:42 WIB

Vladimir Putin: AS dan Eropa Penyebab Inflasi dan Kerusakan Ekonomi Global

Vladimir Putin: AS dan Eropa Penyebab Inflasi dan Kerusakan Ekonomi Global

Bisnis | Minggu, 19 Juni 2022 | 17:10 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB