Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Datanya Diragukan DPR

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 27 Juni 2022 | 17:40 WIB
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Datanya Diragukan DPR
Ilustrasi hewan kurban [pixabay.com]

Suara.com - Ketua Komisi IV DPR Sudin meragukan data Kementerian Pertanian mengenai ketersediaan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 2022 karena dinilai bermasalah.

"Tadi konon katanya, ketersediaan stok untuk Idul Adha sebanyak 1,8 juta, katanya. Bukan kata saya loh, mudah-mudahan cukup, mudah-mudahan nggak cukup kan gitu aja," kata Sudin saat rapat kerja dengan Kementerian Pertanian di Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Ketika Kementan mengatakan stok hewan kurban cukup, Sudin mengungkapkan bahwa Kementan meminta adanya impor daging kerbau.

"Tapi kalau kenapa tadi impor daging kerbau, kenapa impor daging sapi dari Brazil, karena kita minusnya sudah terlalu banyak," kata Sudin.

Dia pesimistis Indonesia tidak akan pernah swasembada soal daging, jika tata kelola yang dilakukan Kementan seperti saat ini.

"Seperti yang saya katakan dari awal, 50 tahun lagi pun kita tidak akan swasembada (daging) kalau tidak diperlakukan dengan sangat istimewa sekali peternakan kita. Kita gak usah bandingin negara kita dengan negara luar, gitu ya," katanya.

Bahkan ketika dia meminta data jumlah hewan kurban, Kementan tidak bisa menunjukkan. "Sekarang saya tanya masalah data per kabupaten saja tidak bisa disajikan kok, toh yang lain gak ada," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono mengatakan kebutuhan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 2022 sebanyak 1,81 juta ekor, pihaknya pun memastikan bahwa stok kebutuhan hewan kurban tersebut aman.

"Kami laporkan 2,27 juta ekor (stok), sementara kebutuhannya 1,81 juta ekor," kata Kasdi.

Kasdi merinci ada empat ternak utama yang sering digunakan sebagai ternak kurban, yang pertama sapi ketersediaannya 861 ribu ekor kebutuhannya 664 ribu ekor.

Selanjutnya kerbau 29 ribu ekor, kebutuhannya 19.200 ekor, kemudian kambing ketersediaannya 973 ribu ekor kebutuhannya 732 ribu ekor. Dan domba ketersediannya 408 ribu ekor, kebutuhannya 364 ribu ekor.

Selain itu kata dia hewan ternak sapi yang sudah menjalani vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) akan diberi penandaan dengan ear tag.

"Untuk pendataan ternak juga kami anggarkan Rp 570 M, pendataan dan penandaan hewan ternak, ear tag itu, Pak Ketua," kata Kasdi.

Nantinya ear tag tersebut disematkan di telinga hewan ternak yang telah menjalani suntik vaksinasi PMK.

"Kami laporkan, bahwa setelah divaksin nanti ada ear tag yang kita sematkan di dalam telinga ternak yang sudah divaksinasi," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB