Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Kilau Emas Redup Lagi Gara-gara Prospek Suku Bunga yang Lebih Tinggi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 29 Juni 2022 | 07:55 WIB
Kilau Emas Redup Lagi Gara-gara Prospek Suku Bunga yang Lebih Tinggi
Ilustrasi emas.

Suara.com - Harga emas bergerak melemah pada perdagangan hari Selasa, karena prospek suku bunga yang lebih tinggi menantang daya tarik logam kuning tersebut.

Mengutip CNBC, Rabu (29/6/2022) harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD1.820,31 per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,2 persen menjadi USD1.821,2.

"Emas terjebak dalam kisaran dan akan terus berada dalam kisaran dalam jangka pendek. Pasar hanya akan menembus ke satu arah setelah mendapat lebih banyak data dan informasi ekonomi dari Federal Reserve," kata analis RJO Futures, Bob Haberkorn.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga meredupkan daya tarik bullion karena meningkatkan opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

"Ini adalah kondisi yang mengecewakan di pasar emas. Logam kuning ditarik ke dua arah karena rezim Fed yang  hawkish  berbenturan dengan kekhawatiran resesi," kata TD Securities.

Berbicara pada konferensi tahunan Bank Sentral Eropa di Portugal, Presiden Christine Lagarde mengatakan pihaknya akan bergerak secara bertahap tetapi dengan opsi untuk bertindak tegas pada setiap penurunan inflasi jangka menengah.

Chairman Fed Jerome Powell juga akan berbicara pada Rabu.
Emas sebagian besar bertahan meski terjadi penguatan dolar, yang biasanya meredupkan daya tarik logam kuning bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga naik.

Sementara itu, kepemilikan di ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, mencatat arus keluar selama lima sesi terakhir berturut-turut.

Amerika mengeluarkan babak baru sanksi terkait Rusia yang melarang impor emas Rusia, kata Departemen Keuangan di situs webnya.

baca juga

Sementara itu harga logam lainnya perak di pasar spot merosot 1,5 persen menjadi USD20,82 per ounce. Platinum stabil di USD907,99 sementara paladium naik 0,3 persen menjadi USD1.875,71. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjlok Rp 6.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 988.000/Gram

Anjlok Rp 6.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 988.000/Gram

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2022 | 09:19 WIB

Kilau Emas Redup di Tengah Ancaman Suku Bunga Tinggi

Kilau Emas Redup di Tengah Ancaman Suku Bunga Tinggi

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2022 | 08:01 WIB

PETI Kembali Memakan Korban, Dua Pekerja asal Sambas dan Bengkayang Tewas Setelah Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang

PETI Kembali Memakan Korban, Dua Pekerja asal Sambas dan Bengkayang Tewas Setelah Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang

Kalbar | Selasa, 28 Juni 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

×