facebook

Bakal Ada LRT Hingga Kereta Cepat, Jakarta Timur Bisa Jadi Incaran Investor Properti

Erick Tanjung | Mohammad Fadil Djailani
Bakal Ada LRT Hingga Kereta Cepat,  Jakarta Timur Bisa Jadi Incaran Investor Properti
Ilustrasi bisnis properti di wilayah Jakarta Timur. (Ist)

"Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah terbentuknya simpul layanan transportasi besar yaitu LRT Cawang yang terintegrasi dengan kereta api cepat," kata Yayat.

Suara.com - Pertumbuhan pasar properti di wilayah Jakarta Timur dinilai akan lebih baik dibandingkan dengan wilayah lain di Jakarta. Meningkatnya pembangunan properti bagi masyarakat kelas menengah atas diyakini merupakan pendorong wilayah ini menjadi magnet ekonomi baru di Ibu Kota.

Pakar Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan, pengembangan wilayah Jakarta Timur telah didorong sentra ekonomi baru, apalagi dengan terbangunnya jaringan transportasi massal.

"Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah terbentuknya simpul layanan transportasi besar yaitu LRT Cawang yang terintegrasi dengan kereta api cepat," kata Yayat dalam sebuah diskusi, di Jakarta Kamis (30/6/2022).

Menurut Yayat kawasan hunian akan mudah tumbuh dan berkembang dengan adanya jaringan infrastruktur dan transportasi publik yang memadai.

Baca Juga: Layanan Dukcapil Jakarta bagi Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan

"Pusat permukiman yang diminati konsumen adalah kawasan hunian yang mudah diakses," ujarnya.

Selain itu potensi lingkungan Jakarta Timur yang masih memiliki ruang terbuka hijau juga akan menjadi daya tarik tambahan bagi para konsumen properti.

Ditempat yang sama, salah satu pengembang properti dari PT Synthesis Karya Pratama, Aldo Daniel mengatakan bagi sejumlah developer, tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan kembali industri bidang properti secara perlahan. Kondisi tersebut terlihat dari tren penjualan rumah tapak yang terjadi sejak awal tahun 2022.

Dikatakan Aldo saat ini perseroannya tengah membangun proyek perumahan tapak di wilayah Jakarta Timur, tepatnya di wilayah Cijantung yang diberi nama Synthesis Huis dan dikembangkan di atas lahan seluas 3.3 hektar.

"Untuk tahap pertama akan dikembangkan sebanyak 215 hunian," katanya.

Baca Juga: Jadi Korban Tandon Air Proyek LRT Jebol Di Setiabudi, Ibu-ibu Sampai Patah Tulang

Saat ini pekerjaan di lapangan memasuki tahap pembuatan pondasi rumah mulai dari bouwplank dan galian, leveling kavling yang siap bangun, retaining wall pagar perimeter proyek dilanjutkan pembangunan unit hunian juga fasilitas.

Komentar