facebook

Harga Cabai Rawit di Daerah Naik Jadi Rp120 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya

M Nurhadi
Harga Cabai Rawit di Daerah Naik Jadi Rp120 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya
Pedagang cabai dan kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional di Tanjungpinang. (Rico Barino/suara.com)

"Saat ini harga cabai di Pasar Minggu masih tinggi, bahkan untuk jenis cabe rawit merah mencapai Rp120.000 per kilogram," kata Rolan.

Suara.com - Harga cabai rawit merah kembali naik di Pasar Tradisional Kota Bengkulu hingga Rp120.000 per kilogram. Padahal,  harga normal di Bengkulu sekitar Rp40.000 per kilogram. 

Sementara, harga cabai merah di Pasar Minggu Kota Bengkulu tertinggi berada di angka Rp95.000 per kilogram yang sebelumnya Rp75.000 per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Minggu Kota Bengkulu, Rolan Sinaga di Bengkulu, Selasa, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai di pasaran telah terjadi sejak dua minggu terakhir.

"Saat ini harga cabai di Pasar Minggu masih tinggi, bahkan untuk jenis cabe rawit merah mencapai Rp120.000 per kilogram," kata Rolan, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Mendekati Hari Raya Idul Adha, Harga Cabai Merah di Padang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram

Menurut dia, kenaikan harga cabai disebabkan kenaikan harga pupuk di tingkat petani sehingga berdampak dengan harga hasil panen.

Selain karena tingginya harga pupuk, kenaikan juga disebabkan karena cuaca buruk namun, ketersediaan cabai di tingkat pedagang masih ada.

Salah satu pembeli cabai di Pasar Minggu Kota Bengkulu, Yudi, terpaksa mengurangi pembelian cabai merah yang digunakan untuk berjualan, yang sebelumnya 1 kilogram menjadi 500 gram.

Pengurangan penggunaan cabai disebabkan karena harga cabai rawit merah yang terus mengalami kenaikan.

"Sebenarnya berat membeli cabai dengan harga mahal, namun terpaksa harus membeli cabai dengan harga tinggi karena cabai merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan," pungkasnya.

Baca Juga: Hari Pertama Fuel Card di SPBU Ini di Bontang, BBM Disebut Tak Habis, Banyak Sopir yang Tak Punya?

Komentar