facebook

Dua Anak Usaha MMS Group Tandatangani Kontrak Jual Beli Listrik dengan PLN sebesar 199,8 MVA

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Dua Anak Usaha MMS Group Tandatangani Kontrak Jual Beli Listrik dengan PLN sebesar 199,8 MVA
Ilustrasi listrik.

MMS Group Indonesia (MMSGI) melalui dua anak usahanya melakukan penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero) (PLN).

Suara.com - MMS Group Indonesia (MMSGI) melalui dua anak usahanya, PT Mitra Informatika Gemilang (MIG) dan PT Mitra Murni Perkasa (MMP), melakukan penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero) (PLN).

Penandatangan tersebut merupakan langkah strategis keseluruhan perjalanan dua proyek besar MMSGI dengan total kebutuhan listrik 199,8 MVA yang setara lebih dari 90 ribu rumah dengan daya 2200 VA.

“Acara ini merupakan bentuk kerjasama strategis antara MMS Group Indonesia dengan PLN dalam upaya pengembangan industri ilir dan pembangunan daerah. Serta merupakan bentuk dukungan grup terhadap pengembangan ekosistem digital yang menjadi perhatian Pemerintah saat ini,” ujar Adri Martowardojo, perwakilan MMS Group Indonesia dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Perlu diketahui bahwa MMS Group Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dengan PLN dimana, PT Multi Harapan Utama (MHU) menjadi top 10 supplier batu bara ke PLTU milik PT PLN. Maka dari itu kerja sama pengadaan tenaga listrik untuk dua proyek besar ini mempererat hubungan strategis MMS Group Indonesia dan PLN.

Baca Juga: PLN Sampaikan Perubahan Aturan Kenaikan Tarif Listrik PLN, Ini Penjelasan Lengkapnya

Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar PT PLN (Persero) Edison Sipatuhar menyatakan, penandatanganan kerjasama tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan atas kemajuan potensi yang dimiliki daerah serta meningkatkan keyakinan bagi pengembang atau investor nasional maupun internasional.

Data Center

Seperti yang kita ketahui, era disruptif digital saat ini membuat pertukaran dan penyimpanan data menjadi hal yang krusial.

Studi Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan, ekonomi internet Indonesia diperkirakan memiliki Gross Merchandise Value (GMV) senilai USD 146 Miliar hingga tahun 2025.

Asia Tenggara juga diproyeksikan menjadi Kawasan dengan pertumbuhan Data Center tercepat dengan tingkat petumbuhan tahunan rata-rata sebesar 22% hingga 2024.

Baca Juga: PLN Naikan Tarif Listrik Lagi, Inflasi Bakal Melesat

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Data Center, hal ini diperkuat dengan masih rendahnya ketersediaan data center di Indonesia. Dengan total populasi yang lebih dari 270 juta jiwa, kebutuhan data center di Indonesia mencapai 5,6 MW per kapita, namun penggunaan saat ini hanya 1 watt per kapita.

Komentar