Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Timah Bakal Tenggelamkan Ribuan Artificial Reef

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2022 | 07:23 WIB
Timah Bakal Tenggelamkan Ribuan Artificial Reef
PT Timah Tbk secara konsisten melakukan reklamasi laut dengan menenggelamkan ribuan artificial reef di perairan Pulau Bangka.

Suara.com - Aktivitas penambangan laut yang dilakukan PT Timah Tbk tak dipungkiri berdampak pada lingkungan. Untuk itu, PT Timah Tbk secara konsisten melakukan reklamasi laut dengan menenggelamkan ribuan artificial reef di perairan Pulau Bangka.

Upaya reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk telah dimulai sejak 2016 silam, berdasarkan data PT Timah Tbk sebanyak 3.105 unit artificial reef telah ditenggelamkan di Perairan Pulau Bangka dalam rentang waktu 2016-2020.

Tahun 2022, PT Timah Tbk berencana untuk menenggelamkan 1.920 unit artificial reef di 11 titik yang telah ditentukan.

Dalam melaksanakan reklamasi laut, PT Timah Tbk bekerja sama dengan masyarakat lokal dan juga civitas akademika di Universitas Bangka Belitung.

Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung Indra Ambalika Syari mengatakan, program reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk telah mengalami beberapa kemajuan. Dirinya yang sejak awal dilibatkan dalam program reklamasi laut ini menyebutkan, upaya reklamasi yang dilakukan PT Timah Tbk merupakan bentuk komitmen PT Timah Tbk untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

Ia menjelaskan, upaya reklamasi yang dilakukaan PT Timah Tbk merupakan upaya untuk membuat habitat baru atau habitat pengganti bagi biota laut. Menurutnya, aktivitas penambangan timah yang dilakukan perusahaan berpengaruh pada ekosistem laut.

Namun, dengan dibuatkannya habitat baru melalui penenggelaman artificial reef ini akan mengurangi dampak dari aktivitas penambangan. Selain itu, nantinya habitat buatan ini akan menjadi habitat alami karena akan ditempeli biota laut dan karang alami.

“Peran kegiatan reklamasi laut untuk menjaga eksosistem laut, minimal dapat meminimalisasi terhadap gangguan dari akitivitas penambangan laut yang bisa digantikan dengan habitat baru,” katanya.

Ia menilai, hingga saat ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, program reklamasi ini berlangsung dengan baik. Namun, diakuinya ada beberapa gangguan yang saat ini cukup berdampak pada artificial reef yakni beroperasinya tambang-tambang di dekat kawasan penenggelaman artificial reef.

“Sejauh ini masih bertahan dan bagus bisa dilihat tranplantasi karang dan fish shelter. Tapi memang sekarang dengan semakin maraknya aktivitas penambangan masyarakat menjadi ancanam bagi fish shelter yang sudah ditenggelamkan. Kalau PT Timah Tbk kan mereka tidak lagi menambang di kawasan yang sudah ditenggelamkan fish shelter, tapi tambang yang lainnya ini. Ini menjadi perhatian karena pasti akan berdampak pada fish shelter yang tadinya sudah bagus kondisinya jadi menurun,” jelas Indra.

Diakuinya, kekeruhan dari aktivitas tambang ini juga berdampak pada pertumbuhan artificial reef. Indra menyayangkan jika artificial reef yang sudah tumbuh bahkan beberapa sudah menjadi kawasan fishing ground dan wisata bahari akan mengalami penurunan akibat dari kekeruhan air dari aktivitas tambang-tambang yang tidak sesuai.

“Dari kegiatan reklamasi laut bisa meningkatkan potensi yang berkelanjutan, penambangan ini unrenewable. Agar potensi ini bisa renewable maka dilakukan program reklamasi laut dengan wisata laut maupun perikanan,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan keberhasilan reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk dapat dilihat dari beberapa indikator yakni indeks keanekaragaman ikan laut yang saat ini sudah mencapai 1,5-3,5 dan masuk dalam katagori sedang hingga tinggi.

Indikator lainnya yang dilihat yakni semakin banyak komposisi min spesies ikan. Dengan semakin tinggi spesiesnya maka menjadi indikasi semakin bagus dan stabil pada biota penempelannya.

"Spesies ikan ini tergantung usia penenggelaman, semakin lama semakin stabil. Kalau baru ditenggelamkan masih sedikit, tapi seiring waktu semakin banyak jenis ikan dan memang rata-rata ikan karang banyak yang ditemui seperti kakap, seminyak, kerapu, dan lainnya," kata Indra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Miliki Banyak Komoditas Uggulan, Pemanfaatan Resi Gudang Melonjak

Indonesia Miliki Banyak Komoditas Uggulan, Pemanfaatan Resi Gudang Melonjak

| Senin, 11 Juli 2022 | 15:19 WIB

Korban Bencana Puting Beliung di Desa Kebintik Terima RTLH dari PT Timah

Korban Bencana Puting Beliung di Desa Kebintik Terima RTLH dari PT Timah

Bisnis | Sabtu, 02 Juli 2022 | 11:23 WIB

Jalankan Program Agetasi, PT Timah Raih Penghargaan dalam Ajang CSR dan PDB Awards 2022

Jalankan Program Agetasi, PT Timah Raih Penghargaan dalam Ajang CSR dan PDB Awards 2022

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2022 | 22:25 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 06:58 WIB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB