Krisis Pangan Bukan Lagi Isapan Jempol Belaka Bagi Indonesia, Ini Buktinya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 27 Juli 2022 | 14:42 WIB
Krisis Pangan Bukan Lagi Isapan Jempol Belaka Bagi Indonesia, Ini Buktinya
Ilustrasi krisis pangan. [ANTARA/Reuters/Lucas Landau/as]

Suara.com - Research Associate CORE Dwi Andreas Santosa mengatakan krisis pangan yang saat ini melanda dunia juga turut mengancam kondisi pangan tanah air, bahkan katanya kondisi ini sudah terjadi sejak tahun lalu.

Andreas mengungkapkan berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Dunia posisi Indonesia terus mengalami kemerosotan dari posisi 62 hingga 69 pada tahun 2021.

"Data terakhir dari Food Security Index, kita terus mengalami penurunan dari 62 ke 65 dan 69 pada tahun 2021," papar Andreas dalam acara CORE Midyear Review 2022 bertajuk Menjaga Pemulihan Domestik di Tengah Potensi Resesi Global secara daring, Rabu (27/7/2022).

Bahkan kata Andreas, Indonesia sendiri masuk dalam peringkat terakhir jajaran negara Natural Resources and Resilience dimana Indonesia menempati posisi 113 dari 113 negara dunia.

Jika dilihat dari sisi produksi, kata Andreas produksi padi nasional selama kurun waktu 20 tahun terakhir mengalami stagnasi, dimana tidak ada peningkatan yang cukup signifikan.

"Produksi padi tidak meningkat dan cenderung stagnan atau bahkan menurun," katanya.

Menurut dia produksi padi nasional di dua tahun terakhir bahkan jauh dari harapan. "Tahun 2020 itu produksi kita hanya meningkat 0,09 persen, tahun 2021 malah minus 0,42 persen. Ini sebenarnya bahaya bagi kita semua," kata Andreas.

Dia mengatakan apabila produksi padi dalam negeri kembali merosot pada tahun 2022 maka akan berdampak serius pada ketahanan pangan nasional lantaran beras merupakan komponen pangan yang teramat penting bagi masyarakat Indonesia.

Menurut dia penurunan produksi padi yang turun ini disebabkan salah satunya harga Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat petani yang terus menurun.

"Mungkin ini kuga yang menyumbang susahnya petani meningkatkan produksi padi. Ini mungkin jadi alasan petani lebih senang menanam yang lain ketimbang padi," kata Andreas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertemu Pakar Pertanian, Moeldoko Cari Solusi Ancaman Krisis Pangan

Bertemu Pakar Pertanian, Moeldoko Cari Solusi Ancaman Krisis Pangan

News | Rabu, 20 Juli 2022 | 12:14 WIB

Potensi Krisis Pangan Akibat Shifting Pola Konsumsi Dampak Gejolak Ukraina Perlu Diwaspadai

Potensi Krisis Pangan Akibat Shifting Pola Konsumsi Dampak Gejolak Ukraina Perlu Diwaspadai

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2022 | 07:00 WIB

Mendag Zulkifli Hasan: Pemerintah Sungguh-sungguh Antisipasi Krisis Pangan dan Energi

Mendag Zulkifli Hasan: Pemerintah Sungguh-sungguh Antisipasi Krisis Pangan dan Energi

News | Senin, 18 Juli 2022 | 14:28 WIB

Terkini

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:30 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:08 WIB

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000  ATM & CRM

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:41 WIB