Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Sektor Residensial Kelas Atas di Wilayah Karawang Prospektif

Iwan Supriyatna

Jum'at, 29 Juli 2022 | 06:04 WIB
Sektor Residensial Kelas Atas di Wilayah Karawang Prospektif
Ilustrasi rumah, salah satu investasi properti. (Shutterstock)

Suara.com - Hunian residensial kelas atas di wilayah Karawang dinilai oleh pengamat properti masih prospektif seiring dengan gencarnya pengembangan infrastruktur yang menjadi fokus prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang di 2022.

Tidak hanya itu, masuknya sejumlah investor multinasional akan menjadi peluang tinggi bagi para pelaku usaha di sektor properti untuk mengembangkan bisnisnya.  

Director Research Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus menjelaskan secara jangka panjang Karawang akan menjadi daya tarik investor sektor properti. Sebab, perusahaan multinasional berskala besar menyerap banyak tenaga kerja baik di wilayah Karawang Jabodetabek, dan wilayah lainnya yang tentu membutuhkan hunian yang layak dan mendukung mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

”Tentu akan meningkatkan kebutuhan hunian untuk karyawan pabrik dan eksekutif serta ekspatriat. Maka pengembang masih terus melihat Karawang sebagai area yang prospektif,” ujarnya.

Seberapa besar prospek investasi properti di Karawang, ucap Anton, sejalan dengan besarnya potensi pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang membuka produksi di sana. Semakin meningkatnya perekonomian dari hasil produksi maka saat itu juga terjadi pertumbuhan demand properti.

”Karawang masih banyak yang belum digali. Saat ini, kebutuhan rumah dengan harga terjangkau demandnya memang masih mendominasi. Tapi untuk residensial dengan kelas di atasnya, itu yang masih prospektif,” ungkapnya.

Anton juga meyakini bahwa keberadaan pengembang properti besar akan mempercepat realisasi Karawang sebagai tujuan baru investasi properti di Jawa Barat.

”Memang bagusnya kalau kita beli kepada pengembang properti yang punya nama maka investasi jauh lebih aman, risiko lebih kecil dibanding pengembang yang belum punya track record banyak. Lalu kecenderungan kenaikan value lebih tinggi,” ujar Anton.

Salah satu pengembang properti yang saat ini tengah agresif membangun Karawang melalui unit bisnisnya yakni Agung Podomoro. Sebagai salah satu pengembang yang sudah lama berkiprah di dunia properti ini menyediakan beberapa segmen properti seperti rumah tapak melalui pembangunan hunian eksklusif Kota Kertabumi, area komersial Grand Taruma Commercial dan next project kawasan terintegrasi kebanggaan Agung Podomoro di Karawang.

baca juga

CEO Grand Taruma dan Kota Kertabumi Franky M. Martono mengaku telah membangun dan mengembangkan proyek eksisting dengan beberapa segmen properti untuk kelas menengah ke atas.

“Kami melihat tiga aspek utama dari sisi pengembangan produk properti diantaranya industrial, komersial dan residensial. Pertama, Karawang sudah dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sehingga keberadaannya akan memberikan efek berganda yang sangat luas. Kondisi ini praktis akan menciptakan usaha komersial yang akan menciptakan ekonomi baru. Terakhir, dengan statusnya sebagai kawasan industri yang banyak menyerap tenaga kerja, diyakini banyak masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak dan mendukung mobilitas masyarakat yang sangat tinggi,” kata Franky.

Franky menyatakan, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Karawang karena menjadikan sektor infrastruktur sebagai sektor prioritas yang akan terus dikebut di tahun 2022 ini. Pembangunan infrastruktur diyakini akan membantu mendorong pertumbuhan sektor properti di wilayah karawang.  

“Kami meyakini bahwa komitmen perusahaan untuk membangun Karawang dapat selaras dengan visi dan misi Pemkab Karawang”, tegas Franky.

Soal investasi properti disampaikan oleh Anton, bahwa momen kenaikan inflasi yang terjadi seperti saat ini menjadi momen tepat untuk berinvestasi properti. Mencari aset properti yang masih memiliki ruang pertumbuhan nilai yang luas.

”Secara umum properti dikatakan instrumen investasi yang bisa lebih baik karena dia tidak terlalu terpengaruh oleh inflasi. Memang benar, secara jangka panjang, harga properti masih naik dan tidak kayak pasar uang,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pameran IPEX Agustus 2022, Ajang Pengembang Kreatif Tingkatkan Minat Investasi Properti

Pameran IPEX Agustus 2022, Ajang Pengembang Kreatif Tingkatkan Minat Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2022 | 11:06 WIB

Area Hijau di Kawasan Residensial Synthesis Huis Memberikan Ruang Untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Area Hijau di Kawasan Residensial Synthesis Huis Memberikan Ruang Untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2022 | 14:03 WIB

Setelah Menikah Mau Tinggal Dimana? Berikut 5 Pilihannya

Setelah Menikah Mau Tinggal Dimana? Berikut 5 Pilihannya

Your Say | Senin, 25 Juli 2022 | 09:08 WIB

Terkini

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

×