Waspada Kelangkaan Kuota BBM Subsidi dan Dampaknya Terhadap Ekonomi

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 04 Agustus 2022 | 16:07 WIB
Waspada Kelangkaan Kuota BBM Subsidi dan Dampaknya Terhadap Ekonomi
Antrean solar di SPBU KM 15 Balikpapan. [Istimewa]

Suara.com - Beredar kabar bahwa sisa kuota tahunan BBM subsidi semakin menipis sehingga masyarakat akan sulit mengakses Pertalite dan solar. Benarkah ada kelangkaan kuota BBM subsidi dan apa efeknya?

Pemerintah memang membatasi kuota BBM bersubsidi setiap tahunnya. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengemukakan penyaluran Pertalite per Juli 2022 telah mencapai 15,9 juta kilo liter (KL) atau 69% dari batas kuota maksimal 23,5 juta KL.

Data ini menunjukkan bahwa penyaluran Pertalite harus benar-benar tepat sasaran untuk mengoptimalkan sisanya. Namun, BPH Migas mengatakan saat ini stok Pertalite masih aman. 

Pemerintah sendiri telah meneken kebijakan pembelian Pertalite lewat aplikasi MyPertamina agar lebih tepat sasaran. Selain itu, peraturan terbaru juga melarang mobil dengan kapasitas 1.500 CC ke atas untuk membeli bahan bakar jenis Pertalite.

Perkiraan BPH Migas jika konsumsi Pertalite naik 10% maka jumlah Pertalite yang dibutuhkan adalah 25 juta kilo liter. Jika naiknya 20% maka kebutuhannya mencapai 28 juta kilo liter. Jumlah ini jauh di atas ketersediaan pertalite yang dialokasikan.

Kasus yang sama juga terjadi pada BBM jenis solar. Hingga Juli 2022 kemarin penyaluran solar telah mencapai 8,3 juta KL atau 60% dari total kapasitas 14,91 juta KL per tahun.

Sebelumnya, pada April 2022 lalu solar sempat mengalami kelangkaan akibat ulah sejumlah oknum. Padahal jika BBM bersubsidi ini habis sebelum waktunya, maka masyarakat terpaksa harus membeli BBM non-subsidi. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menemukan cara-cara kotor dari segilintir pihak yang menyebabkan pasokan BBM khususnya solar bersubsidi langka di daerah.

Salah satunya, praktik curang modifikasi kapasitas tangki kendaraan yang berperan besar atas terjadinya kelangkaan solar. Untuk itu ia berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem dan infratruktur yang ada saat ini.

Baca Juga: Kisruh Kasus LNG, MAKI Sebut Yang Bermasalah LNG Mozambique

"Namun harus dilihat kendaraan yang mengkonsumsi BBM sudah benar atau belum, banyak contoh truk 6 roda harusnya isi tangkinya 120 liter, dimodifikasi tangkinya sampai 400 liter. Ini tidak benar," kata Arifin dalam keterangan di Jakarta. Apalagi, lanjut Arifin, dari jumlah yang diambil bukan dipakai untuk peruntukannya, sehingga banyak kios-kios di luar SPBU yang tidak resmi.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI