Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Ancaman Inflasi Bikin Ketar-ketir, Kemenkeu Tak Gentar

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 08 Agustus 2022 | 15:24 WIB
Ancaman Inflasi Bikin Ketar-ketir, Kemenkeu Tak Gentar
Ilustrasi krisis ekonomi, resesi, bangkrut, crash market, global recession, inflasi (pixabay.com)

Suara.com - Meski sejumlah negara saat ini menghadapi laju inflasi yang sangat luar biasa tinggi, tapi pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tak gentar menghadapi ancaman tersebut.

Kepala Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu mengatakan pemerintah optimistis bahwa laju inflasi pada tahun ini akan berada di bawah 5 persen.

"Akan tetapi mendekati akhir tahun harusnya bisa cukup kita kendalikan di bawah 5 persen," kata Febrio dalam acara taklimat media secara daring, Senin (8/8/2022).

Meski demikian lanjut Febrio, sikap hati-hati dan waspada mesti dilakukan mengingat saat ini sejumlah harga bergerak sangat volatilitas, terutama terkait pangan.

"Ini yang dengan warning dari data-data yang kita lihat harus terus kita pantau, arah ini harus terus kita jaga, memastikan komoditas pangan yang juga langsung terkait kantong masyarakat," katanya.

Contoh paling jelas kata Febrio seperti halnya harga beras yang hingga Juli 2022 masih terjaga di angka 1 persen.

"Karena memang kita mendapatkan suplai yang cukup berlimpah. Tidak hanya tahun ini, tapi dalan 2 tahun terakhir dengan curah hujan yang memang luar biasa," ungkapnya.

Menariknya, komoditas beras ini jadi salah satu dari kontributor yang paling besar sumbangsihnya dalam indeks harga konsumen (IHK). Sehingga kalau dijaga harga beras tidak bergejolak, Febrio berharap dari sisi makanan akan bisa menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

"Karena kita tahu, sumber inflasinya yang cukup volatile adalah dari bahan makanan," katanya.

baca juga

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi peningkatan inflasi pada bulan Juli 2022 sebesar 0,64 persen, sementara untuk tahun kalender sudah mencapai 3,85 persen.

Sehingga secara tahunan atau year on year (yoy) laju inflasi sudah mencapai 4,94 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan bahwa laju inflasi ini didorong oleh kenaikan sejumlah harga pengeluaran masyarakat, seperti cabai merah, tarif angkutan udara bawang merah, bahan bakar rumah tangga dan cabai rawit.

"Pada Juli 2022, terjadi inflasi sebesar 0,64 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 111,09 pada Juni 2022 menjadi 111,80," ucap Margo dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Sementara itu menurut Margo, inflasi secara yoy yang sebesar 4,94 persen merupakan inflasi tertinggi sejak Oktober 2015 atau 6 tahun terakhir.

"Kalau kita lihat inflasi tahunan, ini merupakan inflasi tertinggi sejak Oktober 2015 dimana saat ini terjadi inflasi sebesar 6,25 persen," ungkap Margo.

Lebih lanjut Margo menjelaskan dari 90 kota yang disurvei BPS seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kendari 2,27 persen dengan penyumbang tertinggi dari tarif angkutan udara yang andilnya 0,75 persen ikan layang yang memiliki andil 0,19 persen dan bawang merah dengan andil 0,15 persen.

Sedangkan inflasi yang terendah terpantau berada di kota Pemantang Siantar dan Tanjung dengan tingkat inflasi sebesar 0,04 persen mom.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suzuki: Permintaan Mobil Baru Tetap Kuat di Tengah Inflasi

Suzuki: Permintaan Mobil Baru Tetap Kuat di Tengah Inflasi

Otomotif | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 21:54 WIB

Karena Inflasi, Konsumen Lebih Memilih Menabung Dibanding Beli Mobil Bru

Karena Inflasi, Konsumen Lebih Memilih Menabung Dibanding Beli Mobil Bru

Selebtek | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 12:31 WIB

Inflasi, Permintaan Mobil Baru Diperkirakan Merosot

Inflasi, Permintaan Mobil Baru Diperkirakan Merosot

Otomotif | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 22:20 WIB

Terkini

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB