Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kendaraan Otonom: Mewujudkan Sistem Transportasi Masa Depan yang Lebih Cerdas

Iwan Supriyatna

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 19:36 WIB
Kendaraan Otonom: Mewujudkan Sistem Transportasi Masa Depan  yang Lebih Cerdas
Webinar yang diselenggarakan secara daring ini merupakan hasil kolaborasi antara President University (PresUniv), Kementerian Perhubungan dan PT Jababeka & Co.

Suara.com - Kendaraan tanpa awak atau kendaraan otonom (autonomous vehicle, AV) merupakan moda transportasi masa depan dan akan menjadi bagian dari sistem transportasi cerdas (intelligent transport system atau ITS).

Kendaraan ini memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, tepat waktu, konsumsi bahan bakarnya hemat hingga 15%, mengurangi emisi karbon, mengatasi kemacetan lalu lintas, dan mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian manusia (human error) hingga 40%.

Dengan sejumlah keunggulannya tersebut, pemerintah ingin mengoperasikan AV di kawasan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Ini sejalan dengan konsep IKN,
yakni green and smart city yang mengutamakan penggunaan energi baru terbarukan dan ramah lingkungan. Jadi, penggunaan kendaraan listrik dan kendaraan otonom sejalan dengan konsep IKN.

Meski begitu masih ada sejumlah tantangan dalam mewujudkan AV sebagai bagian dari sistem transportasi nasional. Di antaranya, kesiapan jalan, kondisi lingkungan, jaringan internet, regulasi teknis yang terkait dengan laik jalan, termasuk pelaksanaan uji kendaraan. Pemerintah saat ini tengah menyusun dan mematangkan regulasi yang terkait dengan kendaraan otonom. Untuk mewujudkan AV menjadi bagian dari sistem transportasi nasional, pemerintah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak, seperti akademisi dan kalangan swasta.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Dr. Budi Karya Sumadi dalam sambutan kuncinya pada webinar Melirik Prospek Kendaraan Otonom di Indonesia:
Peluang serta Tantangannya. Webinar yang diselenggarakan secara daring ini merupakan hasil kolaborasi antara President University (PresUniv),
Kementerian Perhubungan dan PT Jababeka & Co. Lebih dari 500 peserta mengikuti webinar ini. Sebagian mereka adalah mahasiswa, dosen dan perwakilan dari sekitar 60 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sementara, dalam sambutan pembukanya, Direktur PT Jababeka Tbk. Suteja Sidarta Darmono menegaskan, pihaknya siap mendukung kehadiran kendaraan
otonom di Indonesia. Suteja memaparkan, Jababeka saat ini tengah mengembangkan Jababeka Silicon Valley atau Correctio lewat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indogen Capital dan PT Bisa Artifisial Indonesia (BISA AI).

Jababeka mengembangkan Correctio dengan dukungan tiga pilar, yakni Industry 4.0, Society 5.0, dan Transit Oriented Development (TOD). Correction hadir untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang ingin migrasi ke Industry 4.0. Untuk mendukung itu, ungkap Suteja, pihaknya tengah membangun jaringan internet 5G di
Jababeka Silicon Valley. AV, lanjut dia, membutuhkan dukungan infrastruktur. Salah satunya adalah koneksi internet yang kuat.

“Dengan adanya jaringan internet dengan sinyal yang kuat, AV dapat digunakan di kawasan ini,” kata Suteja.

Kelebihan dan Kekurangan Kendaraan Otonom

baca juga

Selain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Suteja Darmono, webinar kendaraan otonom ini juga menghadirkan pembicara Irjen Pol. (Purn.) Drs. Budi
Setiyadi, S.H., M.Si., Staf Utama Menteri Perhubungan bidang Transportasi Darat dan Konektivitas, Rektor PresUniv Prof. Dr. Chairy yang juga pakar perilaku konsumen, Dr. Agung Wicaksono yang Managing Director PT Jababeka Infrastruktur, serta Jhanghiz Syahrivar, Ph.D., pakar pemasaran kontemporer dan peneliti kendaraan otonom dari PresUniv.

Menurut Budi Setiyadi, ada lima elemen yang menentukan perkembangan kendaraan bermotor, yakni persepsi, lokalisasi, perencanaan, kendali kendaraan
(vehicle control/driver control) dan sistem manajemen.

"Persepsi adalah proses untuk merasakan lingkungan di sekitar kendaraan otonom." kata Budi.

Jadi, lanjut dia, persepsi boleh dibilang sebagai “penglihatan” kendaraan dengan menggunakan dukungan teknologi sensor, seperti LiDAR (Light Distance and Ranging), RADAR dan computer vission. Teknologi sensor lainnya yang bisa digunakan adalah front camera dan sensor ultrasonic.

Sementara, lokalisasi berfungsi mengidentifikasi posisi kendaraan, rambu lalu lintas, persimpangan jalan, termasuk kemacetan. Lalu, perencanaan berfungsi untuk menentukan kemudi dan pergerakan kendaraan berdasarkan informasi dari persepsi. Kemudian, kendali kendaraan digunakan saat kendaraan mulai dipergunakan, dan sistem manajemen merupakan proses komunikasi antara manusia dengan mesin
mobil otonom atau biasa disebut Human Machine Interface.

Menurut Budi Setiyadi, selain memiliki beberapa kelebihan, kendaraan otonom juga ada kekurangannya, yakni teknologinya masih mahal. Ini membuat harga
kendaraan otonom menjadi tinggi. Selain itu, lanjut Budi Setiyadi, oleh karena kendaraan ini dikendalikan komputer, ada potensi penyadapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jababeka-Lanal Morotai Kibarkan Bendera di Bawah Laut Bersama Hiu Jinak

Jababeka-Lanal Morotai Kibarkan Bendera di Bawah Laut Bersama Hiu Jinak

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:43 WIB

Andalkan Teknologi 5G dan IoT, Telkomsel Kolaborasi dengan Jababeka

Andalkan Teknologi 5G dan IoT, Telkomsel Kolaborasi dengan Jababeka

Tekno | Senin, 15 Agustus 2022 | 21:43 WIB

BMW Bangun Sirkuit Khusus Uji Coba Mobil Otonom

BMW Bangun Sirkuit Khusus Uji Coba Mobil Otonom

Otomotif | Rabu, 03 Agustus 2022 | 08:16 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×