Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Kunci Sukses Start-up Bertahan dari Badai Krisis

Iwan Supriyatna | Suara.com

Minggu, 21 Agustus 2022 | 13:43 WIB
Kunci Sukses Start-up Bertahan dari Badai Krisis
Diskusi dengan tema 'Fenomena Bubble Burst: Jalan Terjal Start-up Indonesia'.

Suara.com - Dunia saat ini sedang dilanda krisis ekonomi imbas pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina. Ketidakpastian global membuat seluruh perusahaan, termasuk perusahaan rintisan (start-up), wajib memutar otak agar tetap bisa bertahan.

CO-Founder & CTO of HappyFresh, Fajar A Budiprasetyo mengatakan, salah satu kunci agar perusahaan tetap bisa bertahan di setiap badai krisis yakni harus mengerti pasar atau market. Setiap kesulitan-kesulitan yang ada di market harus dipenuhi.

"Apa sih yang market mau? Apa sih kesulitan-kesulitan yang ada di groseri (kebutuhan sehari-hari) itu. Lalu kita adaptasi," kata Fajar dalam diskusi yang digelar Impactto.io dan Katadata.co.id dengan tema 'Fenomena Bubble Burst: Jalan Terjal Start-up Indonesia'.

HappyFresh sendiri telah berdiri sejak Maret 2014 dan diluncurkan di Jakarta pada 2015. Kata Fajar, perusahaan rintisan harus pandai-pandai melihat peluang. Bahkan saat krisis kesehatan dunia yakni covid-19 melanda. Karena di setiap permasalahan, pasti ada kesempatan.

Ketika pandemi muncul, situasi dan kondisi mendukung hampir semua aktivitas usaha dilakukan secara online. Sebagai perusahaan rintisan, hal itu tentu menjadi berkah tersendiri bagi HappyFresh.

"Produk yang dipasarkan harus memenuhi permasalahan dan menjadi solusi bagi masyarakat atau pelanggan," kata dia.

Senada dengan Fajar, CEO Paxel, Zaldy Ilham Masita mengatakan, perusahaan rintisan harus pandai melihat peluang yang ada di pasar. Ia mencontohkan apa yang terjadi kepada dirinya ketika merintis Paxel.

Pertengahan 2017 Paxel didirkan dan mulai menjalankan operasional pada 2018. Pertama kali berdiri, Paxel fokus kepada pengiriman barang dalam waktu sehari (sameday delivery) di dalam kota dan luar kota.

"Sameday delivery saat itu masih kosong. Berbeda dengan reguler delivery, kalau kita ikut masuk juga akan berdarah-darah," kata Zaldy.

Namun lambat laun, Paxel kebanjiran pengiriman makanan dan makanan beku (frozen food). Padahal, kata Zaldy, Paxel tidak melayani pengiriman makanan dan frozen food.

Artinya, setiap perusahaan yang ingin bertahan di setiap badai, maka harus bisa menyesuaikan pasar.

"Waktu itu makanan dan frozen food 80 persen," kata dia.

CEO Mekrari, Suwandi Soh menilai, yang paling utama harus dilakukan oleh perusahaan rintisan ialah membuat produk berkualitas. dan sesuai dengan pasar. Hal ini juga yang dilakukan Mekari ketika pertama berdiri.

Kala itu, sasaran pasar Mekari adalah pasar internasional. Namun Suwandi sadar, pasar Indonesia ternyata lebih besar. Produknya banyak diminati oleh pasar di Indonesia.

"Kita bertemu beberapa mentor dan mulai dapat pencerahan bahwa ternyata Indonesia kesempatan ini lebih besar. Jadi mendingan dominan di Indonedia daripada jadi salah satu pemain kecil secara global," kata Suwandi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Fokus Siapkan Infrastruktur Demi Pemerataan Internet di Nusantara

Pemerintah Fokus Siapkan Infrastruktur Demi Pemerataan Internet di Nusantara

Tekno | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:36 WIB

UMKM dan Startup Harus Adaptif Agar Bertahan di Tengah Krisis

UMKM dan Startup Harus Adaptif Agar Bertahan di Tengah Krisis

Tekno | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 20:29 WIB

Daftar Perusahaan Decacorn dan Unicorn yang Dimiliki Indonesia Menurut Jokowi

Daftar Perusahaan Decacorn dan Unicorn yang Dimiliki Indonesia Menurut Jokowi

News | Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:53 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB