Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Kini Sentuh USD 101/Barel

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:55 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Kini Sentuh USD 101/Barel
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada perdagangan hari Rabu, setelah sesi perdagangan yang bergejolak di tengah kekhawatiran bahwa Amerika Serikat tidak akan mempertimbangkan konsesi tambahan untuk Iran dalam menanggapi rancangan perjanjian kesepakatan nuklir Teheran.

Iran mengatakan menerima tanggapan dari Amerika Serikat terhadap teks "final" Uni Eropa untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara besar.

Mengutip CNBC, Kamis (25/8/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD1,00 menjadi USD101,22 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melambung USD1,15 menjadi USD94,89 per barel. Kedua tolok ukur itu merosot lebih dari USD1 di awal sesi.

Minyak juga didukung setelah Arab Saudi, Minggu, menyebutkan bahwa Organisasi Negara Eksportir Minyak dapat mempertimbangkan untuk memangkas output, meski sinyal ekonomi yang  bearish  dari petinggi bank sentral dan penurunan ekuitas membebani.

Kedua kontrak patokan minyak mentah itu menyentuh level tertinggi tiga minggu sebelumnya pada Rabu setelah menteri energi Saudi menandai kemungkinan pemotongan produksi.

Seorang pejabat Amerika, Senin, mengatakan bahwa Iran membatalkan beberapa tuntutan utamanya dalam negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan guna mengendalikan program nuklir Teheran.

OPEC Plus memproduksi 2,9 juta barel per hari kurang dari targetnya, kata narasumber, memperumit keputusan pemotongan atau bagaimana menghitung  baseline- nya untuk pengurangan produksi.

"Prospek harga dan pasokan minyak menunjukkan pemotongan OPEC Plus saat ini tidak dijamin," kata analis PVM, Stephen Brennock.

"Pasokan minyak global bisa terpukul saat puncak musim badai Amerika mendekat. Di tempat lainnya, gangguan pasokan Libya di masa mendatang tidak dapat diabaikan sementara kekayaan minyak Nigeria menunjukkan sedikit tanda membaik." Tambahnya.

Sebelumnya pada sesi tersebut, harga minyak turun setelah data pemerintah AS menunjukkan permintaan bensin yang lesu, yang menandakan perlambatan signifikan dalam kegiatan ekonomi.

Data permintaan bensin menunjukkan rata-rata empat minggu produk bensin harian terpasok 7 persen di bawah periode tahun sebelumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Melesat 4 Persen Imbas Rencana OPEC Plus Kurangi Produksi

Harga Minyak Dunia Melesat 4 Persen Imbas Rencana OPEC Plus Kurangi Produksi

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2022 | 07:39 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Murah, Harga BBM di RI Bisa Turun?

Harga Minyak Dunia Makin Murah, Harga BBM di RI Bisa Turun?

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2022 | 07:39 WIB

Pekan Lalu, Harga Minyak Dunia Anjlok 1,5 Persen

Pekan Lalu, Harga Minyak Dunia Anjlok 1,5 Persen

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2022 | 08:03 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB