Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Dampak Buruk Resesi Seks Terhadap Ekonomi Negara

M Nurhadi

Kamis, 25 Agustus 2022 | 18:45 WIB
Dampak Buruk Resesi Seks Terhadap Ekonomi Negara
Ilustrasi daftar negara resesi seks. (Pixabay/pexels)

Suara.com - Sejumlah negara maju di dunia seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura tengah alami resesi seks yang dikhawatirkan membawa dampak buruk pada ekonomi negara.

Pengertian resesi seks adalah merosotnya gairah pasangan untuk melakukan hubungan seksual, menikah, hingga memiliki anak. Fenomena ini bisa terjadi lantaran perempuan lebih senang bekerja dan mencari uang alih-alih melahirkan atau mengurus anak. 

Resesi seks yang terus-menerus terjadi akan berdampak negatif pada aspek sosial dan ekonomi. Piramida penduduk akan berbentuk terbalik, yakni penduduk usia tua dan nonproduktif yang lebih dominan. Dengan demikian, hal ini akan menyebabkan kesulitan pencarian tenaga kerja yang pada akhirnya berdampak di sektor ekonomi. 

Melansit dari The Atlantic, fenomena resesi seks biasanya terjadi karena sejumlah faktor, di antaranya yaitu: 

1. Seseorang dapat menemukan 'kesenangan' dengan cara lain 

Berdasarkan penelitian di Amerika, dari tahun 1992 hingga 1994, jumlah pria dilaporkan melakukan masturbasi dalam beberapa minggu tertentu meningkat dua kali lipat, menjadi sebanyak 54 persen. Begitu pula jumlah wanita yang melakukannya bahkan meningkat lebih dari tiga kali lipat, yakni menjadi 26 persen. 

Selain di Amerika dan China, sejumlah media melaporkan kaum muda di Jepang memandang jika seks sebagai aktivitas mendokusai atau "melelahkan". Sehingga, beberapa di antara mereka akan lebih sering mengunjungi toko onakura untuk melakukan masturbasi di depan karyawan wanita. 

Selain itu, kemudahan mengakses internet juga membuat seseorang mengakses laman pornografi yang kemungkinan berkontribusi dalam lonjakan tingkat masturbasi dengan perluasan trend resesi seks. 

2. Menganggap aktivitas seks menyakitkan 

baca juga

Penyebab resesi seks lainnya yaitu anggapan jika seks adalah aktivitas yang menyakitkan. Dalam sebuah penelitian di tahun 2012 oleh Debby Herbenick, seorang peneliti aktivitas seks di University of Indiana di Bloomington, terdapat sebanyak 30 persen wanita merasakan sakit saat terakhir kali mereka melakukan hubungan seksual. 

3. Permasalahan ekonomi 

Menurut ahli epidemiologi asal Swedia Peter Ueda dan rekannya yang telah menganalisis data Amerika Serikat dari 4.291 pria dan 5.213 wanita, menemukan  antara tahun 2000 hingga 2018 an, tidak aktifnya kegiatan seksual meningkat di antara pria yang berusia 18-24 tahun dan 25-34 tahun. Sedangkan pada wanita berusia 25-34 tahun. 

Pria dengan pendapatan lebih rendah atau tidaj bekerja akan cenderung lebih tidak aktif secara seksual, termasuk pria dan wanita yang masih pelajar. Karena, masih banyak remaja yang tinggal bersama orang tua karena mereka belum bekerja, sehingga menjadikan mereka sulit untuk menemukan pasangan.

4. Tingkat pernikahan yang lebih sedikit 

resesi seks dapat terjadi karena tingkat pernikahan yang cenderung menurun. Mereka yang telah menikah umumnya akan mengatakan jika lebih banyak aktivitas seksual daripada mereka yang belum menikah. Sekarang ini, lebih sedikit anak muda yang mau untuk menikah atau berpasangan, sehingga menyebabkan lebih sedikit orang yang berhubungan seks. 

5. Stres karena pekerjaan dan kelelahan 

Stres karena pekerjaan dan kelelahan juga kemungkinan menjadi penyebab adanya resesi seks. Orang-orang yang seharian bekerja dan menanggung banyak beban, pada akhirnya mereka akan merasa Kelelahan dan tidak mendapatkan mood untuk behubungan seks. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT KAI Segera Lakukan Peremajaan Kereta Ekonomi, Efek Kritik Viral Warganet?

PT KAI Segera Lakukan Peremajaan Kereta Ekonomi, Efek Kritik Viral Warganet?

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2022 | 17:58 WIB

Viral, Bapak-bapak Lakukan Aksi Tak Senonoh di Kereta, Duduk dengan Kaki Terkangkang Ganggu Penumpang Perempuan

Viral, Bapak-bapak Lakukan Aksi Tak Senonoh di Kereta, Duduk dengan Kaki Terkangkang Ganggu Penumpang Perempuan

Hits | Kamis, 25 Agustus 2022 | 18:11 WIB

Pameran Games Bergengsi Gamescom 2022 Kembali Digelar di Jerman

Pameran Games Bergengsi Gamescom 2022 Kembali Digelar di Jerman

Foto | Kamis, 25 Agustus 2022 | 15:33 WIB

Viral Keluhan Penumpang Soal Kursi Ekonomi, Apa Saja Jenis Kelas Kereta Api dan Fasilitasnya?

Viral Keluhan Penumpang Soal Kursi Ekonomi, Apa Saja Jenis Kelas Kereta Api dan Fasilitasnya?

News | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:34 WIB

Jokowi bertemu Raja Eswatini membahas peningkatan kerja sama ekonomi

Jokowi bertemu Raja Eswatini membahas peningkatan kerja sama ekonomi

Serang | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Wujudkan Keadilan Ekonomi, Wapres Sampaikan Empat Gagasan

Wujudkan Keadilan Ekonomi, Wapres Sampaikan Empat Gagasan

Metro | Rabu, 24 Agustus 2022 | 14:44 WIB

Terkini

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:23 WIB

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Sumsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

Bekaci | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

BRI Peduli Perkuat Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting dan Kesehatan Anak

BRI Peduli Perkuat Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting dan Kesehatan Anak

Bogor | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Belum Terungkap, Polisi Tunggu Damkar Nyatakan Aman

Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Belum Terungkap, Polisi Tunggu Damkar Nyatakan Aman

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:03 WIB

×