15. Tol Depok-Antasari
16. Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu
17. Tol Cinere-Jagorawi SS Cimanggis-SS Raya Bogor
18. Tol Bogor Ring Road
19. Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi)
20. Tol Jakarta-Cikampek
21. Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang
22. Tol Padalarang-Cileunyi
23. Tol Soreang-Pasir Koja
24. Tol Cikampek-Palimanan
25. Tol Palimanan-Kanci
26. Tol Kanci-Pejagan Tol Pejagan-Pemalang
27. Tol Pemalang-Batang
28. Tol Semarang Section ABC
29. Tol Semarang Solo Seksi I, II, III
30. Tol Solo-Ngawi
31. Tol Ngawi-Kertosono
32. Tol Kertosono-Mojokerto
33. Tol Surabaya-Mojokerto
34. Tol Surabaya-Gempol
35. Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda
36. Tol Surabaya-Gresik
37. Tol Gempol-Pasuruan
38. Tol Batang-Semarang
39. Tol Gempol-Pandaan
40. Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa
Kemudian sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di ponsel pintar atau smartphone.
Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang ditentukan oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.
Penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hongaria. Manfaat lain dari kehadiran sistem transaksi MLFF ini yaitu salah satunya adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan.
Teknologi ini juga telah sukses diterapkan di Hungaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir, yang dikelola oleh Hungarian Toll Services Company (NUZs).
Dengan adanya penerapan sistem ini pengendara tidak lagi perlu berhenti dan kendaraan dapat terus berjalan seperti biasa, sehingga tidak ada lagi antrian pada gerbang tol dan mempersingkat waktu tempuh dan efisien.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni