Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Harga Bahan Pokok Mahal, Menkeu Sri Mulyani Pede Inflasi Pangan Bisa Dikendalikan

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 September 2022 | 16:17 WIB
Harga Bahan Pokok Mahal, Menkeu Sri Mulyani Pede Inflasi Pangan Bisa Dikendalikan
‎Pedagang di Pasar Pagi Kota Tegal sedang melayani pembeli bawang merah, Rabu (9/3/2022). [Suara.com/F Firdaus]

Suara.com - Mahalnya sejumlah harga bahan kebutuhan pokok saat ini, tak membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati gentar dalam menghadapi ancaman lonjakan inflasi. Pasalnya, pemerintah merasa bisa mengendalikan inflasi sektor ini.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah memperkirakan laju inflasi pangan pada Agustus 2022 akan lebih terkendali. Sebab telah dilakukan berbagai upaya untuk menekan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

"Deflasi yang disampaikan BPS kan utamanya kontribusinya adalah dari volatile food yang kemarin meningkat sampai di atas 11 persen dan sekarang sudah turun ke 8 persen kontribusinya. Ini memang sesuai dengan diagnosa," kata Sri Mulyani melalui pernyataan tertulis pada Jumat (2/8/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2022 terjadi deflasi 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,57.

Deflasi pada Agustus 2022 utamanya disumbang oleh penurunan harga yang terjadi pada bawang merah yang memiliki andil ke deflasi sebesar 0,15 persen, cabai rawit sebesar 0,12 persen, dan cabai rawit sebesar 0,07 persen.

Sri Mulyani menjelaskan, pada Juli 2022 inflasi pangan atau volatile food tercatat mencapai 11,46 persen (yoy) pada Juli 2022. Namun pada Agustus 2022, inflasi volatile food lebih terkendali menjadi sebesar 8,93 persen (yoy).

Adapun bila pada Juli 2022, volatile food memberi andil 0,25 persen pada laju inflasi nasional yang sebesar 0,64 persen (mtm), namun pada Agustus 2022 volatile food memberi andil deflasi 0,51 persen pada deflasi nasional yang sebesar 0,21 persen (mtm).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah pusat meminta kepada pemerintah daerah untuk sama-sama mengendalikan laju inflasi yang saat ini mulai membumbung tinggi.

"Bapak Ibu gubernur, bupati, wali kota tentunya angkanya di atas nasional itu diminta untuk dapat menurunkan inflasi bulan-bulan ke depan di bawah 5 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual.

Menko Airlangga mengatakan hingga Agustus 2022 laju inflasi masih cukup terkendali, bahkan pada bulan tersebut terjadi deflasi yang sebesar 0,21 persen secara bulanan, namun secara tahunan sudah mencapai 4,69 persen.

"Ini adalah extra effort yang dilakukan pemerintah sebagaimana arahan bapak presiden untuk menjaga stabilitas harga," katanya.

Untuk itu kata Menko Airlangga tim pengendalian inflasi pusat telah mengirim surat kepada Gubernur untuk memperkuat tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk bersama-sama bisa menekan peningkatan laju inflasi ini.

"Tim pengendalian pusat kami telah mengirim surat kepada gubernur memperkuat TPID, dan TPID terus menjaga kestabilan harga pangan tercermin dari inflasi volatile food yang sudah juga mengalami deflasi sebesar 2,9 persen mtm atau 8,93 persen secara tahunan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wujudkan Jabar Jadi Provinsi Digital, Desa di Gunung Putri Untuk Dukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan

Wujudkan Jabar Jadi Provinsi Digital, Desa di Gunung Putri Untuk Dukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan

Bogor | Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:46 WIB

BI Ungkap Inflasi Pangan Akan Menurun Mulai Agustus

BI Ungkap Inflasi Pangan Akan Menurun Mulai Agustus

| Senin, 01 Agustus 2022 | 22:15 WIB

Nasdem Minta Pemerintah dan BI Jaga Inflasi Pangan

Nasdem Minta Pemerintah dan BI Jaga Inflasi Pangan

Bisnis | Senin, 05 Juni 2017 | 13:41 WIB

Terkini

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB