Array

Nasdem Minta Pemerintah dan BI Jaga Inflasi Pangan

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 05 Juni 2017 | 13:41 WIB
Nasdem Minta Pemerintah dan BI Jaga Inflasi Pangan
Suasana penjualan bahan pokok di Pasar Inpres Senen, Jakarta, Selasa (14/3). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Angka inflasi Mei 0,39 persen (mtm), 4,33 persen (yoy) dan 1,67 persen (ctc), Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi sampai akhir tahun mencapai 3,96 persen.

Anggota Komisi XI DPR RI, Donny Imam Priambodo menilai proyeksi inflasi dari BPS cukup optimis. Donny berharap semoga terealisir, karena resiko inflasi di semester ke-2 di tahun 2017 cukup besar yang berasal dari potensi adanya kebijakan kenaikan harga BBM dan LPG. Sementara, Bank Indonesia (BI) sendiri telah memperkirakan proyeksi inflasi 2017 berada di range 3 persen-5 persen atau 4 persen/-1 persen.

Adanya penghambat penurunan BI-7 dan RR, menurut Donny, perubahan policy rate sangat ditentukan oleh ekspektasi inflasi (khususnya inflasi inti) dan ekspektasi nilai tukar.

Donny menambahkan, perubahan ekspektasi masyarakat atas inflasi dan nilai tukar sangat ditentukan oleh banyak faktor di eksternal (terutama perekonomian AS dan China) dan domestik termasuk stabilitas sistem keuangan.

"Penurunan suku bunga relatif terhambat saat ini karena tekanan perkembangan global yang kuat (utamanya kenaikan FFR) dan domestik (seperti kenaikan harga BBM, tekanan fiskal, depresiasi Rupiah, NPL perbankan yang naik) berdampak pada gilirannya pada ekspektasi inflasi dan depresiasi yang tinggi," kata Donny di Jakarta, Minggu (4/6/2017).

Tingginya inflasi 2017, menurut politisi Nasdem itu disebabkan karena inflasi dari sisi kebijakan harga pemerintah di sektor energi yaitu kenaikan tarif listrik dan mungkin penyesuaian harga BBM dan LPG.

Oleh karena itu, upaya koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah yang perlu disegerakan di bidang pengendalian inflasi diarahkan paling tidak dengan menjaga inflasi pangan (volatile food) tetap rendah, misalnya di kisaran 4 persen-5 persen (dari perkiraan sekitar 7 persen-9 persen) sehingga dapat menekan total inflasi agar tidak terlalu tinggi.

"Pengendalian inflasi volatile food sangat penting terutama di masa puasa dan lebaran ini yang siklusnya meningkat," katanya.

Baca Juga: BI Sebut Inflasi Mei 2017 Sejauh Ini Terkendali

Hal itu dapat dicapai terutama dengan menjaga pasokan pangan antara lain meningkatkan produksi, melakukan impor dengan waktu yang tepat, memperlancar distribusi, pergudangan yang baik, dan lain-lain.

"Peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Pemda, BI, lembaga terkait di daerah sangat penting untuk bersama-sama menjaga inflasi, khususnya pangan tetap rendah," terang Donny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI