Harga Minyak Dunia Makin Tunjukan Sinyal Bearish

Senin, 05 September 2022 | 08:55 WIB
Harga Minyak Dunia Makin Tunjukan Sinyal Bearish
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Posisi harga minyak dunia bergerak naik pada perdagangan akhir pekan lalu di tengah ekspektasi bahwa OPEC + akan membahas pengurangan produksi pada pertemuan pada 5 September.

Kekhawatiran atas pembatasan COVID-19 China dan kelemahan dalam ekonomi global membayangi pasar komoditas minyak.

Mengutip CNBC, Senin (5/9/2022) minyak mentah berjangka Brent naik 66 sen menjadi menetap di USD93,02 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 26 sen menjadi menetap di USD86,87 per barel.

Kedua tolok ukur turun 3 persen ke posisi terendah dua minggu di sesi sebelumnya. Brent membukukan penurunan mingguan sebesar 7,9 persen dan WTI sebesar 6,7 persen.

"Grafik mingguan menunjukkan bahwa minyak mentah berjangka AS melampaui tertinggi minggu lalu dan sejak itu mundur, dan ditutup di bawah level penutupan minggu lalu. Itu adalah sinyal bearish," menurut Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior di RJO Futures di Chicago.

"Ketika Anda mengambil minggu tertinggi dan terendah minggu dan kemudian menutup lebih rendah, itu adalah pembalikan turun - itu adalah sinyal bahwa ada kelemahan, dan itu memberitahu Anda bahwa itu adalah pasar yang lemah," tambahnya.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia - sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC + - dijadwalkan bertemu pada 5 September.

Pertemuan tersebut dengan latar belakang ekspektasi penurunan permintaan, meskipun produsen utama Arab Saudi mengatakan pasokan tetap ketat.

OPEC + kemungkinan akan mempertahankan kuota produksi minyak tidak berubah untuk Oktober pada pertemuan Senin, tiga sumber OPEC + mengatakan. Meskipun beberapa sumber tidak akan mengesampingkan pengurangan produksi untuk meningkatkan harga yang telah turun dari level tertinggi yang dicapai awal tahun ini.

Baca Juga: Besaran Subsidi Setelah Pertalite Rp10 Ribu Per Liter dan Solar Rp6.800 Per Liter

OPEC + minggu ini merevisi keseimbangan pasar untuk tahun ini dan sekarang melihat permintaan tertinggal dari pasokan sebesar 400.000 barel per hari (bph), dibandingkan perkiraan 900.000 bph sebelumnya.

Sementara itu, Iran mengatakan telah mengirim tanggapan "konstruktif" terhadap proposal AS yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan kekuatan dunia. Amerika Serikat memberikan penilaian yang kurang positif.

"Berita itu membuat beberapa investor skeptis bahwa kesepakatan sudah dekat, yang mendukung harga minyak," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures di Chicago.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI