Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan dengan Manfaat Maksimal dan Harga Minimal

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 05 September 2022 | 11:49 WIB
6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan dengan Manfaat Maksimal dan Harga Minimal
Ilustrasi asuransi kesehatan. (Elements Envato)

Suara.com - Saat ini ragam produk asuransi kesehatan dari yang murah hingga premium banyak tersedia di pasar. Lalu, bagaimana kita memilihnya agar kita mendapatkan asuransi kesehatan dengan manfaat maksimal namun harga minimal?

Head of Health Strategic Business Unit Sequis Mitchell Nathaniel menyarankan kepada masyarakat yang ingin membeli asuransi kesehatan agar dapat mencatat kebutuhan manfaat dari asuransi secara detail lalu sesuaikan dengan kemampuan keuangan.

Hal ini, kata Mitchell, agar tidak memberatkan finansial keluarga. Begitu juga saat mendapat penawaran produk asuransi, Mitchel menyarankan agar calon nasabah menanyakan hingga detail pada agen asuransi tentang manfaat, cakupan, pembayaran premi, tata cara serta syarat yang dibutuhkan ketika klaim.

Lebih detail tentang memilih asuransi kesehatan, simak tips di bawah ini, ya!

1. Batas tahunan (limit klaim) yang tinggi

Umumnya, limit klaim asuransi kesehatan ada dua jenis, yakni batas tahunan dan batas seumur hidup. Pada asuransi dengan batas tahunan, jika batas tahunan habis maka biaya pengobatan dan perawatan selanjutnya adalah tanggungan nasabah hingga limit terisi kembali di tahun depan.

Jika Anda memilih asuransi kesehatan dengan batas tahunan, pastikan jumlahnya mencukupi kebutuhan Anda. Ingat, bahwa asuransi kesehatan yang komprehensif akan memberikan keleluasaan bagi pasien dan nasabah agar bisa mendapatkan perawatan medis yang terbaik tanpa harus menggunakan uang pribadi karena nilai perlindungannya yang tinggi. Hal ini penting karena biaya perawatan medis tidak murah dan tidak dapat diketahui nilainya sebelum perawatan selesai.

2. Memberikan perlindungan terhadap risiko penyakit kritis

Manfaat penyakit kritis akan sangat berguna bila Anda mendadak divonis menderita penyakit kritis atau jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kritis. Perlindungan penyakit kritis penting mengingat biaya perawatannya cenderung tinggi. Sayangnya, tidak semua produk kesehatan menyediakan manfaat ini sehingga pasien harus mengeluarkan dana pribadi.

Saat memilih produk asuransi kesehatan, perhatikan daftar penyakit yang masuk dalam pertanggungan. Pastikan penyakit kritis yang berisiko menghabiskan dana besar, ditanggung oleh produk tersebut, seperti jantung, kanker, gagal ginjal, dan stroke.

3. Tersedia manfaat lain yang berguna

Manfaat yang juga perlu ada dalam asuransi kesehatan adalah tersedia perlindungan atas penyakit Covid-19, sebab kita masih berhadapan dengan bahaya potensi penularan, munculnya mutasi baru, dan adanya kemungkinan peningkatan kasus secara perlahan.

Manfaat lain yang juga bisa menjadi pertimbangan adalah jika memberikan manfaat terapi okupasi, wicara, dan pengobatan tradisional Tiongkok atau pengobatan alternatif.

4. Tersedia fasilitas pembayaran nontunai atau cashless

Salah satu hal penting dalam memilih asuransi adalah cara klaim. Usahakan pilih asuransi kesehatan yang menyediakan cara klaim non tunai (cashless). Prosedur ini akan memudahkan saat proses pembayaran karena keluarga pasien hanya perlu menunjukkan kartu kepesertaan asuransi ketika proses pembayaran di kasir rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permudah Konsultasi, Layanan Asuransi Kesehatan Ini Kini Bisa Langsung Chat Dokter

Permudah Konsultasi, Layanan Asuransi Kesehatan Ini Kini Bisa Langsung Chat Dokter

Health | Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:18 WIB

Agar Tak Jadi Generasi Sandwich, Begini Tips Pilih Asuransi Kesehatan Untuk Satu Keluarga

Agar Tak Jadi Generasi Sandwich, Begini Tips Pilih Asuransi Kesehatan Untuk Satu Keluarga

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 09:10 WIB

Produk Asuransi Jiwa Syariah Makin Banyak Diminati Masyarakat

Produk Asuransi Jiwa Syariah Makin Banyak Diminati Masyarakat

Lifestyle | Minggu, 17 April 2022 | 10:50 WIB

Terkini

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB