Alasan Menabung di Bank Sekarang Justru Bikin Rugi

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 19 September 2022 | 16:41 WIB
Alasan Menabung di Bank Sekarang Justru Bikin Rugi
(Shutterstock)

Suara.com - Bank baik konvensional maupun syariah sering menjadi pilihan untuk menyimpan uang. Namun, belum banyak yang tahu bahwa menabung di bank justru bikin rugi kalau jumlah tabunganmu enggak banyak-banyak amat.

Alasannya bunga di bank cenderung kecil. Bunga di bank hanya sekitar 1%. Padahal, nasabah juga perlu membayar biaya administrasi yang besarnya rata-rata Rp10.000 – Rp17.000 per bulan tergantung penyedia layanan perbankan. Biaya administrasi ini bisa dikecualikan untuk tabungan pelajar. 

Berbeda dengan investasi, dana yang ditabung di bank tidak dapat berkembang. Pasalnya, bank tidak memberikan imbal hasil layaknya kita berinvestasi. Jika kamu menabung Rp1 juta, maka tabunganmu akan tetap Rp1 juta dan dipotong biaya admin karena tak ada imbal hasil.

Namun, menabung di bank tetap lebih aman daripada menabung di rumah dengan celengan atau di bawah bantal karena berpotensi dimakan rayap. 

Kasus uang dimakan rayap ini dialami oleh seorang penjaga sekolah di Solo, Jawa Tengah Samin. Uang tabungannya senilai Rp50 juta yang sedianya ingin digunakan untuk mendaftar haji dimakan rayap karena hanya disimpan di rumah. Dari kejadian ini, tentu saja menabung di bank bisa dipastikan lebih aman. 

Menabung di Reksadana 

Satu langkah di depan menabung di bank adalah berinvestasi. Salah satunya lewat reksadana. Kendati begitu, pengambilan uang di reksadana tidak bisa secepat dan sefleksibel mengambil uang di bank.

Namun, tentu saja secara return atau pengembalian, reksadana lebih besar ketimbang bank. Keuntungan reksadana bisa mencapai lima persen per tahun. 

Merujuk pada UU Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995  reksadana adalah jenis investasi yang cara kerjanya mengumpulkan uang dari investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi atau MI.

Baca Juga: Bantul Usulkan Penggantian Sapi Mati karena Terpapar PMK ke Pemerintah Pusat

MI yang sudah mengumpulkan uang dari investor akan membaginya ke dalam penempatan investasi yang ada di pasar modal maupun pasar uang. Return atau keuntungan yang didapatkan oleh MI kemudian dikembalikan lagi kepada investor. 

Pembagian pos reksadana ke dalam pasar modal atau pasar uang ditentukan oleh MI. Namun, sebelumnya MI melakukan screening terlebih dahulu tentang profil risiko investor. Investor akan diberi sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk menakar risiko investasi.

Pekan ini reksadana dengan kinerja paling moncer diketahui ada pada pasar uang. Sementara itu, reksadana campuran dan reksadana saham diketahui melemah. 

Uang yang disetorkan sebagai modal investasi akan ditempatkan oleh MI untuk berbagai instrumen investasi seperti membeli saham, obligasi, dan deposito berjangka. MI dan investor keduanya sama-sama bertugas memantau portofolio atau pergerakan investasi. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI