Penganekaragaman Pangan Lokal Jadi Kunci Atasi Krisis Pangan Global

Vania Rossa Suara.Com
Sabtu, 24 September 2022 | 07:58 WIB
Penganekaragaman Pangan Lokal Jadi Kunci Atasi Krisis Pangan Global
Ilustrasi pangan lokal. [Istimewa]

Suara.com - Krisis pangan global sudah di depan mata, yang dipicu oleh perubahan iklim, pandemi Covid-19, dan konflik. Perubahan iklim mempengaruhi negara-negara penghasil tanaman utama, dan ditambah pandemi Covid-19 mengganggu rantai pasokan pangan. Kekinian, konflik (perang) Ukraina memparah dampak negatif dari guncangan produksi pangan global tersebut.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis potensi dan kearifan lokal sangat penting sebagai alternatif guna menghadapi krisis pangan global.

"Salah satu alternatif dalam menjamin ketahanan pangan nasional adalah dengan meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan lokal," kata Arief Prasetyo Adi saat memberikan kuliah umum di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Jumat (23/9/2022).

Arief mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati sehingga memiliki potensi tinggi untuk melakukan penganekaragaman konsumsi pangan.

Dengan penganekaragaman pangan, kata dia, diharapkan bisa melepas ketergantungan pada satu jenis pangan tertentu.

Menurut dia, penganekaragaman pangan dapat dikembangkan dengan memanfaatkan pangan lokal secara masif dan pengembangan inovasi, serta formulasi rekayasa sosial.

Arief melanjutkan, dalam situasi krisis pangan, beberapa negara produsen pangan di dunia mengambil kebijakan restriksi ekspor terhadap komoditas tertentu, seperti gandum, gula, daging sapi, dan kedelai.

Sejumlah negara seperti negara Rusia, India, dan Ukrania yang membatasi ekspor gandum yang kemudian mengakibatkan naiknya harga komoditas pangan global.

"Oleh karena itu, Indonesia harus menyikapi dengan mengoptimalkan potensi pangan dalam negeri," ujar dia.

Baca Juga: Mengenal Sorgum, Tanaman yang akan Gantikan Gandum Sebagai Bahan Dasar Produk Mi Instan Indofood

Stabilisasi dan ketersediaan pangan nasional, menurut Arief, harus ditopang oleh ekosistem pangan yang kuat serta kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) agar tidak menimbulkan tergantungan pada satu komoditas pokok saja.

Berangkat dari kondisi tersebut, Bapanas bekerja sama dengan UGM meluncurkan Gerakan Pangan B2SA Goes to Campus perdana.

Gerakan Pangan B2SA Goes to Campus, kata dia, mencakup kegiatan kampanye, promosi dan edukasi pangan B2SA, pengembangan menu B2SA pada kantin kampus, merdeka belajar melalui pendampingan kegiatan B2SA oleh mahasiswa, peningkatan kapasitas SDM keamanan pangan, dan pengawasan terpadu keamanan pangan segar.

"Diharapkan melalui kerja sama dengan civitas UGM, gerakan B2SA akan semakin masif dan memasyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, yaitu 'gen millennials' dan 'gen z'," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI