Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Dukung Koperasi Sektor Riil, LPDB-KUMKM Siap Tumbuhkan Ekosistem Bisnis Peternak Susu

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 15:28 WIB
Dukung Koperasi Sektor Riil, LPDB-KUMKM Siap Tumbuhkan Ekosistem Bisnis Peternak Susu
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, di Malang, Jatim. (Dok: LPDB)

Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyiapkan solusi atas permasalahan para peternak sapi perah di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk mendukung koperasi sektor riil, khususnya bidang peternakan sapi perah. 

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan, persoalan peternak sapi perah di Indonesia umumnya mengalami tiga persoalan utama, mulai dari sapi tidak produktif, hijauan pakan, hingga manajemen pengelolaan produksi. Apalagi saat ini, para peternak menghadapi persoalan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Kami dari Kementerian Koperasi dan UKM sedang mengembangkan model bisnis untuk Koperasi di sektor pangan. Indonesia memiliki struktur pertanian yang didominasi oleh peternak skala kecil dan petani berlahan sempit," ujar Teten, saat kunjungan kerja ke Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung, Kabupaten Malang.

Menurut Teten, persoalan yang dihadapi oleh para peternak sapi perah bisa diatasi melalui koperasi, sehingga koperasi bisa menjadi satu model korporatisasi petani yang beranggotakan yang berbasis peternak kecil, dan skala ekonominya akan terbentuk dengan baik.

"Kami akan membantu lewat LPDB-KUMKM untuk terus mengembangkan penguatan permodalan koperasinya termasuk juga model bisnisnya. Saya sudah berkeliling ke koperasi-koperasi susu perah, problemnya sama, pertama sapinya tidak produktif, kedua adalah suplai pakan hijau juga masalah yang serius, dan ketiga manajemen produksi, kandang, manajemen pengolahannya," ujar Teten.

Teten menegaskan, koperasi sebagai wadah dari para peternak harus berani melakukan lompatan besar dengan berinvestasi baik melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau dana bergulir dari LPDB-KUMKM, hal ini dilakukan agar koperasi mampu bersaing dalam rantai bisnis industri susu nasional yang saat ini masih didominasi dari susu impor.

"Koperasi harus berani melakukan lompatan, salah satunya skema pembiayaan antara KUR dengan LPDB-KUMKM untuk mendukung dan mencari solusi tiga hal tadi, termasuk dari LPDB-KUMKM untuk mendorong penguatan lembaga koperasinya, karena KAN Jabung ini sudah memiliki offtaker yang menyerap produksi peternak," tambahnya.

Dukungan LPDB-KUMKM
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh pengembangan ekosistem bisnis daripada koperasi Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung, yang memiliki anggota para peternak sapi perah.

Menurut Supomo, Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung telah menjadi mitra lama LPDB-KUMKM dalam penyaluran dana bergulir, dengan begitu pengembangan ekosistem bisnis peternakan sapi perah akan bisa mudah dikembangkan mulai dari manajemen produksi, pemasan produk, hingga pembibitan sapi perah.

baca juga

"Koperasi KAN Jabung ini sudah bermitra dengan kami sudah agak lama, dan saat ini yang menjadi tantangan adalah hantaman virus PMK, dengan ini kami sedang melakukan perhitungan dan analisa mengenai pemberian relaksasi atau grace period kepada koperasi yang menaungi para peternak," ujar Supomo.

Selain pemberian relaksasi ini, lanjut Supomo, pihaknya juga akan mendukung rencana bisnis daripada Koperasi KAN Jabung yang akan membangun pusat pembibitan (integrated farming) sapi perah dalam meningkatkan kapasitas usahanya.

"Pengembangan ekosistem bisnis ini akan sangat memungkinkan dilakukan, kami LPDB-KUMKM juga telah menjalankan di Jawa Barat bersama dengan KPBS Pangalengan dan Universitas Padjajaran dalam mengembangkan integrated farming dan industri susu," kata Supomo.

Menurut Supomo, industri peternakan susu dari sapi perah diperlukan adanya research and development (RnD) agar kedepannya bisnis bisa sustainable dan saling menguntungkan.

"Keterlibatan universitas menjadi penting karena faktor riset itu, seperti bibit mana yang unggul, pakan apa yang harus diberikan, bagaimana pengolahan yang baik itu menjadi kunci yang sangat penting," kata Supomo.

Dengan ini, LPDB-KUMKM siap memberikan dukungan berupa perkuatan permodalan koperasi dan juga perkuatan ekosistem bisnis peternak susu melalui koperasi.

Tumbuhkan Bisnis Pesantren
Tak hanya mendukung sektor peternakan susu, dana bergulir LPDB-KUMKM juga tengah memperkuat sektor ekonomi syariah melalui koperasi pondok pesantren di Jawa Timur, seperti di Kopontren An Nur 2 Malang.

Menurut Supomo, dengan berkembangnya bisnis daripada Kopontren An Nur 2 Malang membuat para Kopontren di Jawa Timur yang memiliki basis Pondok Pesantren besar tengah antusias melakukan penjajakan pembiayaan dana bergulir.

"Terlihat sekali bahwa pembiayaan LPDB-KUMKM yang ada di Jatim itu memberikan dorongan kepada Kopontren lain yang mau akses dana bergulir ke LPDB-KUMKM dengan konsep saling bersinergi dan kolaborasi atas produk unggulan masing-masing Kopontren," ungkap Supomo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Tingkatkan Perekonomian Nasional, Pemerintah Hadirkan Program Pemberdayaan dan Pendampingan Koperasi secara Masif

Demi Tingkatkan Perekonomian Nasional, Pemerintah Hadirkan Program Pemberdayaan dan Pendampingan Koperasi secara Masif

Bisnis | Kamis, 20 Oktober 2022 | 11:56 WIB

Tak Mau Peternak Korban PMK Terjerat Rentenir, Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Ganti Sapi Perah yang Mati

Tak Mau Peternak Korban PMK Terjerat Rentenir, Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Ganti Sapi Perah yang Mati

Jabar | Kamis, 29 September 2022 | 10:03 WIB

PNM Bersama Kementerian Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan NIB Perempuan Ultra Mikro di Manado

PNM Bersama Kementerian Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan NIB Perempuan Ultra Mikro di Manado

Bisnis | Minggu, 25 September 2022 | 12:57 WIB

Terancam Mati jika Tak Beradaptasi, Kemenkop Minta Koperasi dan UMKM Lakukan Ini

Terancam Mati jika Tak Beradaptasi, Kemenkop Minta Koperasi dan UMKM Lakukan Ini

Jabar | Minggu, 18 September 2022 | 14:07 WIB

Demi Kembangkan UMKM Daerah, LPDB-KUMKM Dukung Sinergi Kemenkop UKM dan Dekranas

Demi Kembangkan UMKM Daerah, LPDB-KUMKM Dukung Sinergi Kemenkop UKM dan Dekranas

Bisnis | Jum'at, 09 September 2022 | 08:37 WIB

Kementerian Koperasi dan UKM dan WhatsApp Luncurkan Chatbot Jagowan

Kementerian Koperasi dan UKM dan WhatsApp Luncurkan Chatbot Jagowan

Tekno | Senin, 05 September 2022 | 20:15 WIB

Terkini

APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?

APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:51 WIB

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:44 WIB

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:39 WIB

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:31 WIB

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:26 WIB

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB