Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Belanja Online Jadi Candu, Awas Keuangan jadi Boncos

Vania Rossa | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 24 Oktober 2022 | 17:44 WIB
Belanja Online Jadi Candu, Awas Keuangan jadi Boncos
Ilustrasi belanja online (Pexels/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Kemudahan berbelanja yang tak mengharuskan datang langsung ke toko, alias belanja online, disukai karena membawa banyak manfaat. Selain menghemat waktu dan tenaga, banyak pula diskon yang ditawarkan penjual.

Meski demikian di balik itu, ada potensi pemborosan apabila tak berhasil mengontrol tabiat belanja online tersebut.

Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Sulawesi Selatan Syamsu Rizal mengatakan hasil survei We are Social Hootsuite per April 2021, disebutkan bahwa 88,1 % pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan e-commerce atau lokapasar untuk berbelanja barang. Posisi tersebut menduduki peringkat satu dunia.

Berdasar survei Bank Indonesia pula, volume transaksi digital terus berkembang sebesar 42,47 % setiap tahunnya. Minat berbelanja masyarakat secara daring meningkat di masa pandemi Covid-19 di awal 2020.

“Lantaran kemudahan yang ditawarkan saat berbelanja online, seperti godaan diskon, seringkali konsumen membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Ini akan menimbulkan pemborosan,” kata Syamsu dalam sebuah diskusi virtual bertajuk Jangan Boros! Tahan Godaan dan Hindari Gelap Mata Saat Berbelanja Online!" ditulis, Senin (24/10/2022).

Sementara itu, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNITRI Malang Asfira Rachmad Rinata mengatakan potensi kecanduan berbelanja online disebabkan promosi gencar dengan godaan diskon membuat konsumen tertarik untuk membeli.

Hal lainnya adalah kenyamanan dan kemudahan akses dalam berbelanja merangsang seseorang untuk mudah sekali membeli barang. Padahal, di balik itu ada dampak yang kurang bagus, baik untuk keuangan maupun kesehatan mental.

“Selain menimbulkan perilaku konsumtif, kecanduan belanja online bisa menimbulkan gangguan mental karena ada di tahapan mindset bahwa berbelanja adalah sumber kebahagiaan. Dari sisi keuangan, kecanduan ini bisa memicu timbul utang dan pengeluaran berlebihan,” ujar Asfira.

Sedangkan Dosen FIKOM Universitas Pancasila Diana Anggraeni menambahkan, kecanduan berbelanja online yang juga melanda generasi muda sekarang ini disebabkan minimnya pemahaman tentang konsep keuangan, seperti pengelolaan, investasi, dan kebutuhan dana darurat.

"Apalagi, ada pola pikir generasi muda yang suka menunda berinvestasi atau menabung dengan sikap yang menggampangkan hidup," kata Diana.

Oleh karena itu, lanjut Diana, dibutuhkan tips dan trik mengelola keuangan secara digital. Hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan membatasi anggaran untuk berbelanja online. Lalu, harus bisa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Hindari fitur pay later agar tidak terjebak pada hutang.

"Yang terpenting adalah rajin mengevaluasi pengeluaran setiap bulan untuk tahu porsi kebutuhan yang sebenarnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Percepat Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Mandiri Agen

Dukung Percepat Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Mandiri Agen

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 12:52 WIB

Milenial Makin Minati Paylater Sebagai Metode Pembayaran

Milenial Makin Minati Paylater Sebagai Metode Pembayaran

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 11:31 WIB

Adakami Lakukan Literasi untuk Mendukung Bulan Inklusi Keuangan 2022

Adakami Lakukan Literasi untuk Mendukung Bulan Inklusi Keuangan 2022

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Terkini

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:58 WIB

Harga Emas Diprediksi Menguat ke US$ 5.000, Pantau Logam Mulia Antam Terkini

Harga Emas Diprediksi Menguat ke US$ 5.000, Pantau Logam Mulia Antam Terkini

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:56 WIB

Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi

Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:25 WIB

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:10 WIB

Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta

Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:39 WIB

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:38 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:20 WIB

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:05 WIB