Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Belanja Online Jadi Candu, Awas Keuangan jadi Boncos

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 24 Oktober 2022 | 17:44 WIB
Belanja Online Jadi Candu, Awas Keuangan jadi Boncos
Ilustrasi belanja online (Pexels/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Kemudahan berbelanja yang tak mengharuskan datang langsung ke toko, alias belanja online, disukai karena membawa banyak manfaat. Selain menghemat waktu dan tenaga, banyak pula diskon yang ditawarkan penjual.

Meski demikian di balik itu, ada potensi pemborosan apabila tak berhasil mengontrol tabiat belanja online tersebut.

Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Sulawesi Selatan Syamsu Rizal mengatakan hasil survei We are Social Hootsuite per April 2021, disebutkan bahwa 88,1 % pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan e-commerce atau lokapasar untuk berbelanja barang. Posisi tersebut menduduki peringkat satu dunia.

Berdasar survei Bank Indonesia pula, volume transaksi digital terus berkembang sebesar 42,47 % setiap tahunnya. Minat berbelanja masyarakat secara daring meningkat di masa pandemi Covid-19 di awal 2020.

“Lantaran kemudahan yang ditawarkan saat berbelanja online, seperti godaan diskon, seringkali konsumen membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Ini akan menimbulkan pemborosan,” kata Syamsu dalam sebuah diskusi virtual bertajuk Jangan Boros! Tahan Godaan dan Hindari Gelap Mata Saat Berbelanja Online!" ditulis, Senin (24/10/2022).

Sementara itu, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNITRI Malang Asfira Rachmad Rinata mengatakan potensi kecanduan berbelanja online disebabkan promosi gencar dengan godaan diskon membuat konsumen tertarik untuk membeli.

Hal lainnya adalah kenyamanan dan kemudahan akses dalam berbelanja merangsang seseorang untuk mudah sekali membeli barang. Padahal, di balik itu ada dampak yang kurang bagus, baik untuk keuangan maupun kesehatan mental.

“Selain menimbulkan perilaku konsumtif, kecanduan belanja online bisa menimbulkan gangguan mental karena ada di tahapan mindset bahwa berbelanja adalah sumber kebahagiaan. Dari sisi keuangan, kecanduan ini bisa memicu timbul utang dan pengeluaran berlebihan,” ujar Asfira.

Sedangkan Dosen FIKOM Universitas Pancasila Diana Anggraeni menambahkan, kecanduan berbelanja online yang juga melanda generasi muda sekarang ini disebabkan minimnya pemahaman tentang konsep keuangan, seperti pengelolaan, investasi, dan kebutuhan dana darurat.

baca juga

"Apalagi, ada pola pikir generasi muda yang suka menunda berinvestasi atau menabung dengan sikap yang menggampangkan hidup," kata Diana.

Oleh karena itu, lanjut Diana, dibutuhkan tips dan trik mengelola keuangan secara digital. Hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan membatasi anggaran untuk berbelanja online. Lalu, harus bisa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Hindari fitur pay later agar tidak terjebak pada hutang.

"Yang terpenting adalah rajin mengevaluasi pengeluaran setiap bulan untuk tahu porsi kebutuhan yang sebenarnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Percepat Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Mandiri Agen

Dukung Percepat Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Mandiri Agen

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 12:52 WIB

Milenial Makin Minati Paylater Sebagai Metode Pembayaran

Milenial Makin Minati Paylater Sebagai Metode Pembayaran

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 11:31 WIB

Adakami Lakukan Literasi untuk Mendukung Bulan Inklusi Keuangan 2022

Adakami Lakukan Literasi untuk Mendukung Bulan Inklusi Keuangan 2022

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Terkini

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:51 WIB

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:48 WIB

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Surakarta | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:47 WIB

×