APTRI Dukung Restrukturisasi Bisnis Gula PTPN Group

Iwan Supriyatna

Jum'at, 04 November 2022 | 08:01 WIB
APTRI Dukung Restrukturisasi Bisnis Gula PTPN Group
Ketahanan gula nasional kini menjadi salah satu fokus utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).

Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Fatchuddin Rosyidi, menegaskan bahwa pihaknya mendukung program restrukturisasi bisnis gula PTPN Group melalui pembentukan anak perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co.

Menurutnya, PT SGN sebagai entitas tunggal dari 36 pabrik gula (PG) milik PTPN Group, dibentuk untuk meningkatkan kinerja korporasi, sehingga bisa lebih berperan dalam mendukung tercapainya swasembada gula nasional.

“Mudah-mudahan dengan terbentuknya PT SGN, hubungan kemitraan perusahan dengan para petani tebu semakin baik, sehingga bisa mendorong peningkatan kesejahteraan petani,” kata Fatchuddin.

Fatchuddin meminta, PT SGN ke depan bisa bekerja sama dengan petani dalam penyediaan sarana produksi, terutama pupuk yang harganya kian meningkat, penjualan gula, pengembangan area tebu rakyat (TR), serta perbaikan kualitas tebu petani.

“Dalam bermitra dengan petani, serta membantu kami melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi kebun tebu, tentu PTPN Group membutuhkan tambahan dana. Karena itu, kami berharap Pemerintah dapat memperkuat permodalan PTPN Group agar lebih berdaya saing,” ujar Fatchuddin.

Dalam mendukung tercapainya swasembada gula nasional, kata Fatchuddin, Pemerintah, melalui Perpres yang sedang disusun akan menugaskan PTPN untuk lebih berperan, terutama dalam perluasan area dan peningkatan produksi gula.

“Sebagai informasi, hingga 2028 PTPN Group memproyeksikan perluasan area hingga 700 ribu ha,” tuturnya.

Fatchuddin meminta, agar perluasan area harus benar-benar bisa diwujudkan. Hal itu, lanjutnya, juga membutuhkan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta kerja sama dengan Perhutani.

“Area hutan memang cukup luas, tetapi yang sesuai untuk tebu sangat terbatas. Lahan masyarakat masih banyak yang belum dioptimalkan. PTPN Group sebaiknya memprioritaskan pengembangan tebu rakyat (TR),” lanjut Fatchuddin.

baca juga

Fatchuddin juga meminta Pemerintah melibatkan RNI dan swasta dalam mendorong swasembada gula. Selain itu, petani tebu juga harus dilibatkan dalam menyusun program dan kebijakan gula menuju tercapainya swasembada gula.

Fatchuddin menyarankan, agar impor gula harus benar-benar dihitung secara cermat, jangan sampai membanjiri pasar dan menekan harga gula lokal. PTPN, lanjutnya, juga tetap harus melakukan pembelian gula petani sebagaimana yang dilakukan dua tahun terakhir ini, mengingat hal tersebut sangat membantu petani dalam permodalan untuk pemeliharaan, penyediaan bibit, pupuk, dan kebutuhan operasional lainnya.

“PTPN III jangan hanya bertumpu pada alokasi impor gula. Namun, bila produksi gula dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan, silakan PTPN diberikan alokasi impor sesuai dengan kontribusinya selama ini,” jelas Fatchuddin.

DPP APTRI mendukung penuh komitmen pemerintah melalui Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioethanol sebagai Bahan Bakar (Biofuel).

Sekjen DPP APTRI, Sunardi Edy, mengatakan, bahwa langkah tersebut adalah wujud keseriusan Pemerintah, melalui institusi terkait dan penentu kebijakan terkait, untuk mewujudkan cita-cita swasembada.

“Karena swasembada tanpa ketegasan gebrakan dan langkah berani semua pihak, hanya akan jadi slogan dan mimpi belaka,” ujarnya.

Apa yang menjadi kandungan isi draf perpres tersebut, dinilainya sangat luar biasa dan bagus, karena bisa mengatur dan mengendalikan semua stakeholder, serta penentu kebijakan untuk fokus dan saling mendukung.

“Sudah sepantasnya kita acungi jempol. Dengan Perpres tersebut, diharapkan semua serius dan fokus saling bantu membantu dan mendukung untuk bisa swasembada. Sehingga, tidak terjadi lagi praktik seperti sebelumnya yang dominan capitalis dan permainan politik,” kata Sunardi.

Melalui Perpres tersebut, Sunardi berharap usaha tani tebu akan semakin menarik, karena lebih jelas siapa yang berperan dan bertanggung jawab. Menurutnya, ketika belum swasembada atau budidaya gula masih kurang, tebu adalah usaha yang menarik dan menjanjikan.

“Namun, apa yang terjadi, sekian lama kita merdeka, setiap panen raya tebu, gula tidak laku dan susah jual. Petani harus ambil kredit talangan. Bahkan, Holding PTPN III yang membeli gula petani pun tak bisa jual, termasuk penugasan BULOG untuk belipun, juga merugi,” ungkap Sunardi.

Menurut Sunardi, hal tersebut menjadi tanda tanya, mengingat setiap panen raya, para pedagang merasa takut dan cemas untuk membeli gula.

“Alasannya selalu gula rafinasi rembes dan impor penugasan banyak. Apalagi, saat kita panen, impor raw sugar ataupun white sugar malah datang,” ujarnya.

Sunardi berpandangan, kebijakan perluasan areal dengan pemanfaatan lahan hutan merupakan langkah yang tepat sebagai solusi. Menurutnya, kedaulatan pangan terintegrasi harus dilakukan supaya bisa tetap berswasembada di semua komoditi pangan.

“Sudah saatnya pemerintah bekerja nyata dan tegas, jangan mau dijadikan alat kelompok tertentu atau kaum kapitalis yang hanya menguntungkan mereka. Kedaulatan pangan dengan ketahanan dan berswasembada nasional adalah harga mati,” tegas Sunardi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keseriusan Pemerintah untuk Swasembada Gula Disorot, Perpres Terlalu Fokus Impor

Keseriusan Pemerintah untuk Swasembada Gula Disorot, Perpres Terlalu Fokus Impor

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 10:12 WIB

Cetak Entrepreneur dari Kalangan Santri, PTPN III Bersama 32 BUMN Lain Tanamkan Pendidikan Wirausaha di Pesantren

Cetak Entrepreneur dari Kalangan Santri, PTPN III Bersama 32 BUMN Lain Tanamkan Pendidikan Wirausaha di Pesantren

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 16:04 WIB

Dirut PTPN III Dampingi Erick Thohir Kick off Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Dirut PTPN III Dampingi Erick Thohir Kick off Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 06:01 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×