Plan International Serukan G20 Agar Tidak Menunda Atasi Krisis Kelaparan

Vania Rossa

Senin, 14 November 2022 | 20:01 WIB
Plan International Serukan G20 Agar Tidak Menunda Atasi Krisis Kelaparan
Ilustrasi Kelaparan (Pexels.com/namo deet)

Suara.com - Saat para pemimpin dunia bersiap untuk menghadiri pertemuan G20 di Bali, Indonesia, pada 15-16 November 2022, beberapa kasus krisis kelaparan semakin parah dari hari ke hari, dan anak perempuan menjadi yang paling terdampak. Plan International, organisasi pembangunan dan kemanusiaan independen yang bertujuan memajukan hak-hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, menyerukan kepada negara-negara anggota G20 untuk menyadari bahwa krisis kelaparan membutuhkan perhatian segera, dan memastikan kerawanan pangan tidak terjadi lagi

Mengutip keterangan tertulis, disebutkan bahwa perempuan dan anak perempuan menyumbang 70 persen dari kelaparan dunia. Mereka menjadi yang paling terpengaruh oleh kekurangan makanan, karena anak perempuan sering makan yang paling sedikit dan yang terakhir.

Mereka tidak hanya memiliki lebih sedikit akses dalam mendapatkan makanan, tetapi juga rentan menjadi pekerja anak, terjebak dalam perkawinan anak dan perkawinan paksa, serta dieksploitasi secara seksual.

Indonesia sebagai salah satu negara G20, yang pada 15-16 November 2022 ini bertindak sebagai tuan rumah Forum G20, telah melakukan berbagai hal untuk mengatasi masalah kelaparan. Namun, upaya lebih lanjut perlu untuk diambil. Tingkat kelaparan Indonesia menurut Global Hunger Index (GHI) menempati urutan ketiga tertinggi di Asia Tenggara pada 2021, setelah Timor Leste dan Laos.

Tingkat kelaparan di Indonesia berbanding lurus dengan prevalensi angka stunting di negeri ini. Bank Pembangunan Asia melaporkan prevalensi anak penderita stunting usia di bawah lima tahun (balita) Indonesia mencapai 31,8 persen dan merupakan yang tertinggi kedua di Asia Tenggara (2020).

Tingginya prevalensi ini berkaitan dengan masih perlunya upaya lebih keras untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi anak dan kaum muda perempuan, ibu hamil dan menyusui, dan penduduk lanjut usia, yang merupakan kelompok masyarakat paling rentan kekurangan makanan.

Berbagai komunitas sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung satu sama lain. Namun, skala dari krisis ini begitu besar dan membutuhkan bantuan mendesak dari pihak internasional.

Kombinasi dari berbagai krisis, termasuk konflik di Ukraina, darurat iklim, dan krisis ekonomi dampak COVID-19, menunjukkan bahwa kelaparan adalah ancaman nyata bagi lima juta anak-anak yang berisiko meninggal dunia akibat kekurangan gizi.

Dari Sudan Selatan hingga ke Haiti, Plan International bersama lembaga-lembaga kemanusiaan lain hadir di berbagai negara paling paling terdampak untuk membantu pemerintah mengatasi krisis pangan dunia.

baca juga

Plan Internasional pun telah menetapkan lima desakan utama kepada negara-negara anggota G20, sebagai berikut:

  1. Segera mengeluarkan dana darurat untuk menyelamatkan jutaan nyawa. Pendanaan harus responsif gender, tersedia atas dasar "tanpa penyesalan" untuk mencegah hilangnya banyak nyawa. Semua donor harus menyumbangkan bagiannya secara adil, tanpa mengalihkan sumber daya dari pemenuhan untuk kebutuhan kemanusiaan lainnya yang mendesak.
  2. Memprioritaskan kebutuhan perempuan dan anak-anak, terutama anak perempuan. Hal ini termasuk pemberian makanan di sekolah untuk membantu anak-anak dan kaum muda tetap bersekolah, serta program-program perlindungan untuk membantu mengatasi pelanggaran terhadap hak-hak anak seperti perkawinan anak.
  3. Meningkatkan upaya untuk mengatasi penyebab krisis kelaparan, termasuk, konflik, krisis ekonomi, dan perubahan iklim.
  4. Memperkuat ketahanan untuk mengantisipasi, beradaptasi, dan bertransformasi dalam menghadapi tekanan yang berkontribusi pada kerawanan pangan.
  5. Memastikan akuntabilitas atas upaya mengatasi krisis kelaparan, termasuk melalui pelaporan yang jelas dan transparan tentang komitmen dan pencairan dana, mendukung mitra lokal, dan berkonsultasi dengan masyarakat yang terdampak, termasuk kaum muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertemu Erdogan, Jokowi Bicarakan Upaya Rampungkan Perjanjian CEPA

Bertemu Erdogan, Jokowi Bicarakan Upaya Rampungkan Perjanjian CEPA

News | Senin, 14 November 2022 | 19:54 WIB

Bertemu Presiden Komisi Eropa, Jokowi Ingin Ada Kemajuan Signifikan dari Perundingan CEPA

Bertemu Presiden Komisi Eropa, Jokowi Ingin Ada Kemajuan Signifikan dari Perundingan CEPA

News | Senin, 14 November 2022 | 19:14 WIB

Mulai Jamu hingga Perhiasan Mutiara, Ini Suvenir-suvenir Resmi G20

Mulai Jamu hingga Perhiasan Mutiara, Ini Suvenir-suvenir Resmi G20

News | Senin, 14 November 2022 | 18:50 WIB

Terkini

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:19 WIB

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:59 WIB

×