Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Padi dan Kakao Petani di Sulsel

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 21 November 2022 | 09:51 WIB
Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Padi dan Kakao Petani di Sulsel
Festival UMKM yang digelar Pupuk Kaltim di Lapangan Sepak Bola Pallangga, Desa Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Suara.com - Festival UMKM yang digelar Pupuk Kaltim di Lapangan Sepak Bola Pallangga, Desa Pallangga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, pada 19-20 November 2022 menghadirkan ragam produk hasil olahan masyarakat sekitar.

Pengurus Koperasi Cahaya Sehati Luwu Timur Asrul mengatakan produk olahan kakao seperti bubuk cokelat, pasta, nips, cokelat batang, minuman cokelat dan lainnya merupakan hasil dari tanaman kakao dari petani di Luwu Timur. Meskipun belum semua hasil kakao diolah, Asrul mengatakan dirinya mengajak agar petani terlibat dalam upaya pemberian nilai tambah bagi produk kakao ini.

“Petani melakukan fermentasi sendiri lalu kami fasilitasi pemasarannya sehingga ada nilai tambah dari petani. Pengolahan itu mulai dari pascapanen hingga pengolahan,” katanya.

Asrul juga melibatkan banyak petani milenial asal Luwu Timur lantaran lebih paham terhadap teknologi baru. Hasilnya pun para petani kakao berhasil panen sampai 1 ton kakao hingga dua kali dalam setahun. Dia juga bersyukur dampak bagi pendapatan petani naik sehingga profesi petani tetap diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari dengan bertani.

“Kita juga harap teman-teman petani bukan hanya paham hulu tetapi bisa melakukan produksi sendiri dari tingkat petani maupun organisasi petani. Termasuk harus ada peranan pemerintah dalam memfasilitasi keberadaan pupuk,” harapnya.

Asrul mengatakan petani Luwu Timur berhasil menaikkan hasil panen dari 800 kilogram per hektare menjadi 1 ton per hektare setelah menggunakan Pupuk NPK Pelangi.

“Saya mengajak para petani di Desa Pallangga dan di Sulsel untuk menggunakan Pupuk Kaltim. Ada peningkatan produksi ketika menggunakan NPK Pelangi. Buah yang diperoleh per pohon juga lebih baik,” katanya.

Staf Pelaporan Pupuk Indonesia Hidayat Syam mengatakan tujuan festival ini ialah lebih memperkenalkan produk Pupuk Kaltim ke masyarakat sekaligus memberikan bukti perusahaan terus ikut mendukung sektor pertanian Indonesia, khususnya di Sulsel.

Karena itu, selain menghadirkan produk unggulan binaan UMKM Pupuk Kaltim dari Bontang, beragam produk Pupuk Kaltim ikut ditampilkan di booth PKT mulai dari Pupuk Kimia hingga Pupuk Hayati.

Produk Pupuk Kimia di antaranya seperti Urea baik granul maupun prill dan Pupuk NPK Pelangi. Selain itu, adapula produk Pupuk Hayati seperti Ecofert, Biotara dan Biodex.

Hidayat mengatakan Pupuk Hayati yang diproduksi Pupuk Kaltim memiliki mikroorganisme unggulan yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Misalnya Ecofert, katanya, mengandung bahan aktif Aspergillus niger, Pseudomonas mendocina, Bacillus subtilis dan Bacollus flexus sehingga dapat meningkatkan unsur hara, meningkatkan penyerapan unsur hara tanah bagi tanaman hingga efisiensi pemupukan.

Adapun, untuk produk Biotara cocok untuk tanah masam di lahan rawa karena dapat mendekomposisi sisa bahan organik. “Produk Pupuk Kaltim memiliki beragam pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani,” katanya.

Dia menambahkan sebelum produk dilepas ke pasaran, pihaknya juga telah melakukan uji produk selama tiga tahun sehingga sudah teruji kualitasnya. Hidayat mencontohkan penggunaan Pupuk Hayati di Sidrap berhasil meningkatkan produksi panen padi.

"Setiap penggunaannya memang meningkatkan produktivitas hasil panen. Data terkahir di Sidrap itu meningkat sampai 9 ton per hektare dari yang biasanya 7 ton per hektare saja," katanya.

Hidayat juga sudah mendorong petani yang hadir di Festival UMKM itu untuk menggunakan produk PKT agar makin meningkatkan hasil panen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naikan Taraf Ekonomi Hingga Buka Peluang Lapangan Kerja, Sahabat Sandiuno Latih Generasi Muda Berwirausaha

Naikan Taraf Ekonomi Hingga Buka Peluang Lapangan Kerja, Sahabat Sandiuno Latih Generasi Muda Berwirausaha

Bisnis | Senin, 21 November 2022 | 09:22 WIB

Digitalisasi Jadi Cara PGE Area Kamojang Angkat Ekonomi Warga Sekitar

Digitalisasi Jadi Cara PGE Area Kamojang Angkat Ekonomi Warga Sekitar

Bisnis | Minggu, 20 November 2022 | 11:57 WIB

Gelar UMKM Festival, Pupuk Kaltim Bantu Petani Sulsel Pertahankan sebagai Provinsi Lumbung Padi

Gelar UMKM Festival, Pupuk Kaltim Bantu Petani Sulsel Pertahankan sebagai Provinsi Lumbung Padi

Bisnis | Minggu, 20 November 2022 | 11:39 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB