Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Achmad Fauzi

Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
Petani Sawit mendapatkan pelatihan agar tidak asal tanam untuk mendapatkan hasil yang optimal. [Dokumentasi TAPG].
baca 10 detik
  • PT Triputra Agro Persada Tbk mengadakan pelatihan PERKASA bagi petani sawit di Muaro Jambi dan Paser sejak April 2026.
  • Program ini mengajarkan praktik agronomi terstruktur mengenai pembibitan, pemupukan disiplin, serta pengendalian hama untuk mengoptimalkan hasil panen petani.
  • Perusahaan melakukan pendampingan berkelanjutan dan menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan petani menerapkan standar budidaya sawit yang lebih profesional.

Suara.com - Para pertani sawit mulai menggunakan metode yang baru untuk bertani. Salah satunya dengan metode yang lebih terukur dan berbasis ilmu agronomi.

Salah satu pertani sawit di Muaro Jambi, Maijan, mengaku kini lebih terstruktur dalam melakukan pemupukan, mulai dari penentuan dosis hingga jadwal aplikasi yang lebih disiplin.

Transformasi tersebut terjadi setelah ia mengikuti pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) yang diinisiasi oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) di berbagai wilayah operasionalnya.

"Dulu saya pikir mupuk itu gampang, tinggal tabur saja. Ternyata cara kita memupuk itu menentukan sehat tidaknya sawit yang ditanam. Kalau pemupukan dilakukan dengan benar, hasilnya memang akan optimal. Hal ini baru saya ketahui saat mengikuti pelatihan PERKASA di PT Brahma Binabakti yang sangat bagus untuk kami para petani sawit. Kami mendapat banyak pengalaman tentang pembibitan, perawatan hingga panen yang bisa langsung kami terapkan di kebun," ujarnya seperti dikutip, Rabu (1/4/2026).

Ilustrasi Pendampingan dan pelatihan petani sawit. [Dokumentasi TAPG].
Ilustrasi Pendampingan dan pelatihan petani sawit. [Dokumentasi TAPG].

Melalui pelatihan ini, para petani mulai memahami praktik agronomi yang benar, mulai dari pemilihan pupuk, dosis yang tepat, hingga waktu aplikasi yang efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Hal serupa juga dirasakan Durham, petani asal Desa Muara Pias, Long Kali, Paser. Ia mengaku selama ini menghadapi berbagai kendala dalam budidaya sawit akibat keterbatasan pengetahuan.

"Kendala di lapangan memang banyak, terutama soal bibit dan hama. Dulu kami bekerja berdasarkan kebiasaan saja, jadi ketika ada tanaman yang tidak berbuah, kami tidak tahu apakah itu karena bibit atau cara perawatannya. Setelah ikut pelatihan PERKASA, kami jadi paham sistem dan praktik yang benar. Ilmu ini sangat membantu untuk memperbaiki pengelolaan kebun agar hasilnya bisa lebih baik," ungkapnya.

Program PERKASA sendiri dirancang dengan kombinasi 40 persen teori dan 60 persen praktik langsung di lapangan selama tiga hari. Metode ini diharapkan mampu membuat petani lebih cepat memahami sekaligus menerapkan ilmu yang didapat.

Tak berhenti pada pelatihan, perusahaan juga melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan praktik baru tersebut benar-benar diterapkan di kebun masing-masing. Pendampingan ini dinilai penting agar perubahan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi standar baru dalam bertani.

baca juga

Selain itu, petani juga dapat mengakses layanan konsultasi agronomi melalui hotline WhatsApp, serta mendapatkan panduan praktis melalui buku yang disediakan perusahaan.

Peserta pelatihan lainnya, Feidy Rogi, mengaku pendekatan ini sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen.

"Selama ini para petani sawit hanya mengandalkan pengalaman otodidak dan hasil panennya kurang memuaskan. Buku ini sangat membantu kami untuk terus memperbaiki cara pengelolaan kebun yang baik dan benar agar hasil panennya juga semakin optimal," bebernya.

Melalui pendekatan berbasis edukasi dan pendampingan, program ini mulai mendorong perubahan pola pikir petani dari sekadar kebiasaan menjadi praktik yang lebih profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:39 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB

Terkini

Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia

Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia

Surakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka

Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri

Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:40 WIB

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:38 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama

81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama

Sumut | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798

Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia

Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia

Kalbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026

Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman

Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:29 WIB

SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September

SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:27 WIB

×