Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
Petani Sawit mendapatkan pelatihan agar tidak asal tanam untuk mendapatkan hasil yang optimal. [Dokumentasi TAPG].
  • PT Triputra Agro Persada Tbk mengadakan pelatihan PERKASA bagi petani sawit di Muaro Jambi dan Paser sejak April 2026.
  • Program ini mengajarkan praktik agronomi terstruktur mengenai pembibitan, pemupukan disiplin, serta pengendalian hama untuk mengoptimalkan hasil panen petani.
  • Perusahaan melakukan pendampingan berkelanjutan dan menyediakan layanan konsultasi untuk memastikan petani menerapkan standar budidaya sawit yang lebih profesional.

Suara.com - Para pertani sawit mulai menggunakan metode yang baru untuk bertani. Salah satunya dengan metode yang lebih terukur dan berbasis ilmu agronomi.

Salah satu pertani sawit di Muaro Jambi, Maijan, mengaku kini lebih terstruktur dalam melakukan pemupukan, mulai dari penentuan dosis hingga jadwal aplikasi yang lebih disiplin.

Transformasi tersebut terjadi setelah ia mengikuti pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) yang diinisiasi oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) di berbagai wilayah operasionalnya.

"Dulu saya pikir mupuk itu gampang, tinggal tabur saja. Ternyata cara kita memupuk itu menentukan sehat tidaknya sawit yang ditanam. Kalau pemupukan dilakukan dengan benar, hasilnya memang akan optimal. Hal ini baru saya ketahui saat mengikuti pelatihan PERKASA di PT Brahma Binabakti yang sangat bagus untuk kami para petani sawit. Kami mendapat banyak pengalaman tentang pembibitan, perawatan hingga panen yang bisa langsung kami terapkan di kebun," ujarnya seperti dikutip, Rabu (1/4/2026).

Ilustrasi Pendampingan dan pelatihan petani sawit. [Dokumentasi TAPG].
Ilustrasi Pendampingan dan pelatihan petani sawit. [Dokumentasi TAPG].

Melalui pelatihan ini, para petani mulai memahami praktik agronomi yang benar, mulai dari pemilihan pupuk, dosis yang tepat, hingga waktu aplikasi yang efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Hal serupa juga dirasakan Durham, petani asal Desa Muara Pias, Long Kali, Paser. Ia mengaku selama ini menghadapi berbagai kendala dalam budidaya sawit akibat keterbatasan pengetahuan.

"Kendala di lapangan memang banyak, terutama soal bibit dan hama. Dulu kami bekerja berdasarkan kebiasaan saja, jadi ketika ada tanaman yang tidak berbuah, kami tidak tahu apakah itu karena bibit atau cara perawatannya. Setelah ikut pelatihan PERKASA, kami jadi paham sistem dan praktik yang benar. Ilmu ini sangat membantu untuk memperbaiki pengelolaan kebun agar hasilnya bisa lebih baik," ungkapnya.

Program PERKASA sendiri dirancang dengan kombinasi 40 persen teori dan 60 persen praktik langsung di lapangan selama tiga hari. Metode ini diharapkan mampu membuat petani lebih cepat memahami sekaligus menerapkan ilmu yang didapat.

Tak berhenti pada pelatihan, perusahaan juga melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan praktik baru tersebut benar-benar diterapkan di kebun masing-masing. Pendampingan ini dinilai penting agar perubahan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi standar baru dalam bertani.

Selain itu, petani juga dapat mengakses layanan konsultasi agronomi melalui hotline WhatsApp, serta mendapatkan panduan praktis melalui buku yang disediakan perusahaan.

Peserta pelatihan lainnya, Feidy Rogi, mengaku pendekatan ini sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen.

"Selama ini para petani sawit hanya mengandalkan pengalaman otodidak dan hasil panennya kurang memuaskan. Buku ini sangat membantu kami untuk terus memperbaiki cara pengelolaan kebun yang baik dan benar agar hasil panennya juga semakin optimal," bebernya.

Melalui pendekatan berbasis edukasi dan pendampingan, program ini mulai mendorong perubahan pola pikir petani dari sekadar kebiasaan menjadi praktik yang lebih profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:39 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB

Terkini

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:09 WIB

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:52 WIB