Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Komitmen Terhadap Masyarakat dan Lingkungan, Pupuk Kaltim Borong Penghargaan ISDA 2022

Iwan Supriyatna

Selasa, 29 November 2022 | 17:22 WIB
Komitmen Terhadap Masyarakat dan Lingkungan, Pupuk Kaltim Borong Penghargaan ISDA 2022
Pupuk Kaltim raih tiga kategori penghargaan yang mencakup enam sasaran program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, pada ajang ISDA 2022.

Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih tiga kategori penghargaan yang mencakup enam sasaran program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2022.

Penghargaan diterima SEVP Business Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi, dari Ketua Umum CFCD Thendri Supriatno di Jakarta.

Diungkapkan Meizar, penghargaan yang berhasil diraih Pupuk Kaltim diantaranya dua program kategori Platinum, tiga program kategori Gold serta The Most Commited Corporate on SDGs for Environment Pillar 2022. Untuk kategori Platinum, diraih program penyiapan tenaga kerja dan wirausaha Pupuk Kaltim yang diselenggarakan oleh LKP binaan SUVI Training. Serta program pembuatan media konservasi terumbu karang oleh kelompok Kimasea.

Selanjutnya pada kategori Gold, diraih program konservasi dan diversifikasi mangrove, konservasi tanaman endemik anggrek hitam melalui reintroduksi, serta program PKT Sigap. Sedangkan The Most Commited Corporate on SDGs for Environment Pillar, diraih atas tingginya komitmen perusahaan pada pelestarian keanekaragaman hayati dan menjalankan aktivitas bisnis yang berorientasi terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang mencakup 17 indikator SDGs.

"Pupuk Kaltim memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Seluruh program dilaksanakan secara berkelanjutan melalui berbagai pengembangan setiap tahun, hingga memberi dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar," ujar Meizar.

Seperti program penyiapan tenaga kerja, digagas Pupuk Kaltim untuk peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan vokasi, guna mencetak SDM unggul dan siap kerja di berbagai bidang. Hal ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program pendidikan, pelatihan dan kompetensi hingga pemagangan yang dilaksanakan oleh LPK SUVI Training.

Sasaran pendidikan dan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, didukung pemagangan dengan penempatan di seluruh unit kerja Pupuk Kaltim. Sehingga para peserta mampu mendapatkan pengalaman dan pembelajaran langsung di tataran praktis.

Kemudian untuk pembuatan media konservasi terumbu, Pupuk Kaltim memberdayakan nelayan eks destructive fishing yang ada di sekitar perusahaan untuk bersama menjaga kelangsungan sumberdaya hayati bawah laut. Pemberdayaan pembuatan media konservasi terumbu bagian dari pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim, sekaligus mendorong kesadaran nelayan untuk senantiasa menangkap ikan dengan ramah lingkungan.

Konservasi terumbu dilakukan di kawasan perairan Kota Bontang yang telah mengalami kerusakan akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, dengan penurunan sekira 500 unit media terumbu buatan setiap tahun. Seluruhnya dikerjakan oleh kelompok binaan, mulai dari pembuatan media, penurunan hingga pemantauan dan pengembangan melalui metode transplantasi.

"Program ini telah dikembangkan dengan membentuk kelompok binaan baru dari kawasan pesisir lainnya di Kota Bontang, sehingga tanggungjawab dalam menjaga ekosistem perairan bisa terus ditingkatkan melalui konservasi. Disamping menumbuhkan kesadaran bersama di masyarakat untuk tidak merusak laut melalui penangkapan ikan dengan ramah lingkungan," terang Meizar.

Pada program konservasi dan diversifikasi mangrove, selain melakukan penanaman minimal 50.000 bibit per tahun, Pupuk Kaltim juga meningkatkan aspek pemberdayaan bagi pengelola program yang tergabung dalam kelompok Telok Bangko Kelurahan Loktuan Bontang Utara. Seluruh anggota dibekali pengetahuan dan keterampilan tambahan, hingga mampu menciptakan produk turunan berbahan dasar mangrove seperti sirup, dodol hingga makanan ringan amplang khas Bontang.

Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan rumah produksi bagi kelompok tersebut, sehingga usaha yang dijalankan dalam memproduksi produk dapat berjalan lebih optimal dan makin berdampak terhadap kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Lalu untuk konservasi tanaman endemik, Pupuk Kaltim melakukan reintroduksi 1.000 bibit anggrek hitam ke Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2019, yang dikembangkan melalui metode kultur jaringan. Hal ini mengingat seluruh populasi tanaman tersebut dinyatakan habis, akibat kebakaran yang melanda TNK di tahun 2015. Sehingga melalui reintroduksi, keberadaan anggrek hitam dapat kembali dikembangkan.

Apalagi tanaman tersebut dikategorikan sebagai flora terancam punah yang dilindungi, serta dilarang diperdagangkan secara bebas kecuali hasil penangkaran sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 Tahun 1999.

"Sedangkan untuk PKT SIGAP, merupakan program tanggap kebencanaan khususnya langkah proaktif Pupuk Kaltim dalam penanganan dan pencegahan COVID-19 selama masa pandemi," terang Meizar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wujudkan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat, Pupuk Kaltim Terima Penghargaan dari Kemenkes

Wujudkan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat, Pupuk Kaltim Terima Penghargaan dari Kemenkes

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 19:15 WIB

Komitmen Terapkan Prinsip Industri Hijau, PKT Diganjar Penghargaan dari Kemenperin

Komitmen Terapkan Prinsip Industri Hijau, PKT Diganjar Penghargaan dari Kemenperin

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 11:08 WIB

PKT Proaktif Salurkan Bantuan Logistik Bagi Korban Gempa Cianjur

PKT Proaktif Salurkan Bantuan Logistik Bagi Korban Gempa Cianjur

Bisnis | Senin, 28 November 2022 | 10:58 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB