Biar Ekonomi RI Mentereng, Jokowi Tak Mau Terlena

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Biar Ekonomi RI Mentereng, Jokowi Tak Mau Terlena
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjawab pertanyaan dari awak media usai blusukan di Pasar Badung, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (17/11/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi mengatakan di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergejolak, kondisi ekonomi Indonesia termasuk yang terbaik saat ini.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergejolak, kondisi ekonomi Indonesia termasuk yang terbaik saat ini.

"Bahkan managing Director dari IMF mengatakan bahwa di tengah dunia yang gelap Indonesia adalah titik terang," ucap Jokowi di Istana Negara dalam acara pembagian DIPA 2023, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Menurut Kepala Negara capaian apik tersebut merupakan buah tangan semua pihak dalam menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dirinya menuturkan dari segi tingkat inflasi misalnya, angkanya masih cukup terkendali di sekitar 5 persenan, hal ini berbanding terbalik dengan rata-rata inflasi dunia di atas 10 persen, dan bahkan ada yang mencapai lebih dari 75 persen.

Baca Juga: Soal Isu Direstui Maju Pilkada usai Beredar Foto Gandeng Megawati, Gibran: Baca Saja Ekspresi Muka Saya, Itu Cukup Menjawab

"Kinerja ekonomi Indonesia juga cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2022, tumbuh 5,44 persen dan di kuartal ketiga tumbuh lebih baik yaitu di angka 5,72 persen," bangga Jokowi. 

Begitu juga dengan volume perdagangan yang juga terus tumbuh hingga mencapai 58 persen dan mengalami surplus perdagangan dunia selama 30 bulan terakhir berturut-turut. 

"Ini juga sesuatu yg harus kita syukuri, tetapi sekali lagi perlu saya ingatkan, kita tetap harus waspada, kita tetap harus hati-hati. Semuanya harus memiliki perasaan yang sama bahwa keadaan sekarang ini utamanya global ekonomi global memang tidak berada pada posisi yang normal," pungkasnya.