Suara.com - Bintang Maroko, Achraf Hakimi yang mencetak rekor sejarah menembus semifinal Piala Dunia 2022 ternyata dari kalangan keluarga yang bisa dibilang memiliki ekonomi pas-pasan, pasalnya kedua orang tua Achraf Hakimi tersebut merupakan buruh cuci dan pedagang kaki lima (PKL).
Sang ibu merupakan pekerja buruh cuci alias pembantu sementara sang ayah adalah pedagang kaki lima.
Achraf Hakimi sendiri mendapat banyak pujian setelah kembali mencium dan memeluk ibunya usai mengantarkan Maroko lolos ke semi final Piala Dunia 2022.
Maroko sukses melaju ke semi final final Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Portugal di babak 8 besar Piala Dunia 2022, Sabtu (9/12/2022) lewat gol semata wayang En-Nesyri di menit 42.
Aksi Hakimi itu menuai banyak pujian. Hakimi seakan memberikan contoh kepada dunia cara berbakti kepada orang tua.
Hakimi pun tak pernah malu untuk menunjukkan bakti dan cintanya kepada orang tua, meskipun ibunya seorang pembantu dan ayahnya adalah pedagang kaki lima.
"Saya tidak pernah malu untuk berbicara tentang masa lalu saya dan keluarga saya," kata Hakimi dikutip dari Al-Jazeera Qatar, Senin (12/12/2022).
Hakimi menerangkan Ayahnya adalah seoarang pedagang kaki lima dan ibu sayanya bekerja sebagai pembantu.
"Mereka rela sangat menderita untuk saya. Mereka berkorban agar saya bisa berlatih dan bermain sepak bola," ucap Hakimi.
Kerja keras ayah dan ibunya akhirnya mampu mengantarkan Hakimi bergabung dengan Akademi Real Madrid. Kemudian setelah lulus dia bermain di tim utama Real Madrid dan berhasil memenangkan Liga Champions 2016.
Hakimi kemudian dipinjamkan ke Borussia Dortmund selama dua musim. Lalu dia dikontrak oleh Inter Milan pada musim panas 2020. Kemudian Hakimi dibeli oleh PSG pada 2021.