Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Masyarakat China Panic Buying Borong Buah Persik Kuning untuk Cegah Covid

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 15 Desember 2022 | 11:03 WIB
Masyarakat China Panic Buying Borong Buah Persik Kuning untuk Cegah Covid
Kasus kematian akibat Covid di Beijing China naik [Foto: ANTARA]

Suara.com - Meledaknya kasus Covid yang belum pernah terjadi sebelumnya di China telah membuat panic buying bagi sejumlah masyarakatnya, obat-obatan yang berhubungan dengan Covid ludes diborong, begitu juga dengan buah persik kuning yang diklaim mampu mengobati penyakit tersebut.

Pihak berwenang mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah mendeteksi 2.249 kasus Covid-19 bergejala secara nasional melalui pengujian asam nukleat, 20% di antaranya terdeteksi di ibu kota Beijing. Pelaporan CNN dari kota menunjukkan jumlah kasus di ibu kota China bisa jauh lebih tinggi dari yang tercatat.

Permintaan obat demam dan flu, seperti Tylenol dan Advil, melonjak secara nasional karena orang-orang bergegas menimbun obat di tengah kekhawatiran mereka akan tertular virus.

Persik kuning kalengan, dianggap sebagai makanan yang sangat bergizi di banyak bagian China, telah diambil oleh orang-orang yang mencari cara untuk melawan Covid. Produk saat ini terjual habis di banyak toko online.

Popularitasnya yang melonjak tiba-tiba mendorong Dalian Leasun Food, salah satu produsen makanan kaleng terbesar di negara itu, untuk mengklarifikasi di sebuah pos Weibo bahwa buah persik kuning kalengan tidak memiliki efek pengobatan.

“Persik kuning kalengan tidak sama dengan obat-obatan! Pasokan cukup, jadi tidak perlu panik. Tidak perlu terburu-buru untuk membeli.” kata perusahaan tersebut dikutip CNN, Kamis (15/12/2022).

Harian Rakyat, media Partai Komunis, juga mencoba meluruskan dengan menerbitkan postingan panjang pada platform Weibo pada hari Minggu yang mendesak masyarakat untuk tidak menimbun buah persik.

"Itu tidak berguna dalam mengurangi gejala penyakit," katanya.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menimbun pasokan medis. Pada hari Senin, pemerintah kota Beijing memperingatkan penduduk bahwa pihaknya menghadapi tekanan besar untuk memenuhi permintaan obat dan layanan medis karena kepanikan membeli dan masuknya pasien di klinik.

baca juga

Ini mendesak masyarakat untuk tidak menimbun obat-obatan atau menelepon layanan darurat jika mereka tidak memiliki gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Berpotensi Jadi 'Penguasa Energi' Usai Jadi Importir Utama Gas Alam Rusia

China Berpotensi Jadi 'Penguasa Energi' Usai Jadi Importir Utama Gas Alam Rusia

Bisnis | Rabu, 14 Desember 2022 | 08:59 WIB

China Menonaktifkan Aplikasi Pelacakan Covid-19 Nasional

China Menonaktifkan Aplikasi Pelacakan Covid-19 Nasional

Tekno | Selasa, 13 Desember 2022 | 10:42 WIB

Usai Aturan Dilonggarkan, Penyebaran Covid di China Diprediksi Meroket

Usai Aturan Dilonggarkan, Penyebaran Covid di China Diprediksi Meroket

News | Senin, 12 Desember 2022 | 12:55 WIB

Terkini

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×