Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bangun Perkebunan Indonesia Butuh Kerja Bersama dan Kolaborasi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 23 Desember 2022 | 15:35 WIB
Bangun Perkebunan Indonesia Butuh Kerja Bersama dan Kolaborasi
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia. [perkebunan.litbang.pertanian.go.id]

Suara.com - Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Perkebunan gelar Perkebunan Indonesia Expo, mendapatkan apresiasi luar biasa, dibalik capaian keberhasilan ini, menjadikan suatu potensi besar baik domestik maupun eksor baik industri farmasi, penghimpunan sumber tenaga kerja yang bisa bekerja di sub sektor perkebunan, maupun peningkatan kesejahteraan petani salah satunya dari perkebunan.

Saat ini kelapa sawit masih menjadi unggulan nomor 1, karet nomor 2, kayu manis nomor 1.

"Kakao dan kopi masih harus ditingkatkan. Perlunya ditingkatkan bagaimana mengkonkritkan terobosan-terobosan program dan merealisasikannya, berkiprah berkontribusi lagi kedepannya," ujar Kasdi Subagyono, Sekjen Kementerian Pertanian.

Kasdi menambahkan, Ada 3 permasalahan utama yang dihadapi dari kondisi saat ini diantaranya Pertama, pandemi covid masih memberikan dampak yang cukup signifikan, Kedua, perubahan iklim yang semakin ekstrim hingga mempengaruhi kondisi tanam tanaman, diperlukan elaborasi supaya tergambarkan ketika kita menghadapi cuaca ektrim yang tidak biasa, harus menyiapkan langkah strategis.

Ketiga, geopolitik yang berdampak pada krisis pangan. Kedepan, pentingnya keseimbangan, baik itu ketersediaan bahan baku maupun harga.

Kasdi menjelaskan, Kementerian Pertanian tentunya tak tinggal diam, melakukan berbagai upaya, salah satnya 3 strategi untuk menangani tantangan tersebut, diantaranya, Pertama, Peningkatan kapasitas produksi dikaitkan dengan upaya yang bisa mengendalikan atau menekan inflasi, mengurangi impor kedelai gula tebu daging sapi bawang putih jagung.

Contoh Pabrik gula yang berbasis tebu dijumlahkan dan dipenuhi konsistensinya, maka tidak perlu menambah pabrik baru. Menganalisis kesesuaian kebutuhan pabrik agar tepat guna. Kedua, Substitusi impor, gandum (ubi kayu, sorgum, sagu), gula tebu (gula nontebu stevia, lontar, aren), daging sapi (daging kambing/domba, itik/ayam lokal), dan peningkatan ekspor.

Hal yang perlu diperhatikan untuk mengakselerasi gandum supaya tidak ada lagi impor lagi yaitu dengan sagu. Harus diatur dengan baik dengan mempertimbangkan segala aspek. Dan Ketiga, peningkatan ekspor melalui sarang burung walet, porang, ayam telur.

"Tentu dalam pengimplementasian program tidak mudah, komoditasnya harus fokus, strategi pembangunan pertanian mendukung ketahanan pangan dan peningkatan daya saing berkelanjutan diantaranya Peningkatan kapasitas produksi itu suatu keharusan, Diversifikasi pangan lokal, Penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, Pengembangan pertanian modern dan Gerakan tiga kali ekspor (gratieks)," ujarnya.

Kasdi menekankan, Insan perkebunan harus concern, dan pemanfaatan ekspor diperluas. Salah satu instrumen penting adalah bisnis matching, dengan adanya bisnis matching maka terwujudnya penandatanganan kontrak, jadi tidak hanya sebatas pameran saja. Program tidak harus banyak, fokuskan beberapa komoditas, perhatikan prospektif kedepannya, dan dapat memberikan nilai tambah bagi petani.

"Kegiatan perkebunan Indonesia expo (Bunex) ini bagus sekali, bisa mencakup semuanya tidak hanya minyak goreng saja tapi kegiatan atau produk perkebunan lainnya. Target 1 triliun dalam bisnis matching itu luar biasa, semoga kedepannya dapat berjalan lancar dan sesuai target," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, menyampaikan, perlunya kolaborasi, di era baru perkebunan Indonesia yang sudah berlangsung ini, yang digelorakan saat ini yaitu kolaborasi.

"Kita pun diinternal pertanian, harus satu program satu tujuan, dikolaborasikan, menyatukan tekad, bahwa dalam memajukan perkebunan tidak bisa sendirian harus bersama, identifikasi program," ucapnya.

"Diselenggarakannya Perkebunan Indonesia Expo ini adalah jawabannya, bagaimana kita fokus, responsif dan kolaboratif. Tantangan kita bekerja keras, bagaimana mengajak komponen bangsa untuk membangun perkebunan bersama, memberikan kontribusi membangun perkebunan. Potensi yang kita kolaborasikan," Andi menambahkan.

Makna dari kegiatan Perkebunan Indonesia Expo ini untuk memperlebar relasi, bertukar informasi, sumber daya dan memperkuat kolaborasi bersama. Momentum Ditjen Perkebunan untuk menyatukan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badan Pangan Nasional Buka Lowongan Kerja, Butuh 124 Orang

Badan Pangan Nasional Buka Lowongan Kerja, Butuh 124 Orang

Bisnis | Jum'at, 23 Desember 2022 | 08:30 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, BIN Bina Pemuda Papua untuk Geluti Pertanian dan Perikanan

Perkuat Ketahanan Pangan, BIN Bina Pemuda Papua untuk Geluti Pertanian dan Perikanan

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2022 | 16:06 WIB

Menteri Pertanian Mendadak Emosi Saat Bahas Krisis Pangan, Sindir Gaji Dirjen

Menteri Pertanian Mendadak Emosi Saat Bahas Krisis Pangan, Sindir Gaji Dirjen

Bisnis | Jum'at, 16 Desember 2022 | 14:53 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB