Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Fadli Zon Minta Pemerintah Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 01 Januari 2023 | 07:30 WIB
Fadli Zon Minta Pemerintah Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen
Fadli Zon. (Dok: DPR)

Suara.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) minta kebijakan pangan pemerintah mengutamakan kesejahteraan petani dan bukannya konsumen.

Ketum HKTI, Fadli Zon menyebut, jika petani sejahtera maka konsumen pastinya sejahtera dan negara juga akan ikut sejahtera.

"Prinsip menempatkan kesejahteraan petani sebagai titik tumpu kebijakan ini belum kita lihat. " kata Ketua Umum HKTI Fadli Zon dalam catatan akhir tahunnya, Sabtu (31/12/2022).

Menurut Fadli Zon, hal ini bisa dilihat dari ketetapan HPP (harga pembelian pemerintah) untuk gabah atau beras yang belum pernah direvisi dalam dua tahun terakhir, padahal setahun terakhir Indonesia tengah menghadapi isu inflasi.

Sementara, ia menjelaskan, sebelum Permendag 24 tahun 2020, pemerintah juga sebelumnya tidak pernah merevisi HPP selama lima tahun penuh.

"Kita tahu, besaran HPP sebelumnya ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Kebijakan HPP itu baru direvisi tahun 2020," katanya.

Menurut HKTI, HPP adalah instrumen penting yang bisa mendongkrak kesejahteraan petani. Sebab, HPP menjadi acuan pihak swasta dalam membeli gabah dan beras petani.

HPP yang berlaku saat ini adalah Rp8.300 per kg beras dengan kualitas kadar air paling tinggi 14 persen, butir patah paling tinggi 20 persen, kadar menir paling tinggi 2 persen dan derajat sosoh paling sedikit 95 persen.

Sedangkan HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp4.200 per kg dengan kualitas kadar air paling tinggi 25 persen dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10 persen.

Selain HPP, kata Fadli Zon, pemerintah perlu segera merevisi angka ideal CBP (cadangan beras pemerintah). "Memang idealnya stok yang dimiliki Bulog adalah sekitar enam bulan penyaluran. Jika kita mengacu data penyaluran Bulog pada 2020-2021, angka rata-rata penyaluran per bulan adalah sekitar 120 ribu ton. Jika angka ini dijadikan patokan, maka stok ideal di Bulog adalah sekitar 720 ribu ton. Ini adalah angka ideal," katanya.

Masalahnya adalah situasi saat ini jauh dari ideal, kata Fadli. Apalagi di tengah konflik Rusia-Ukraina dan meningkatnya ketegangan global belakangan ini. Pasar pangan dunia kondisinya sama sekali jauh dari ideal. Sehingga, ini mestinya mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian terhadap angka CBP. "Berapa angka ideal baru yang rasional? Ini perlu didiskusika, katanya.

Selanjutnya, "timing" atau waktu pengambilan kebijakan pangan juga harus tepat. Setiap kebijakan haruslah bersifat tepat waktu, termasuk kebijakan pangan. Misalnya adalah kapan Bulog harus melakukan penyerapan atau penyaluran pangan, penting sekali diatur waktunya. Pada saat paceklik, Bulog tidak seharusnya memaksakan diri melakukan penyerapan, karena harga beras pastinya tinggi.

Pengadaan dan penyerapan pasar oleh Bulog mestinya dimaksimalkan pada saat panen raya (semester pertama), ketika stok sedang melimpah dan harga sedang murah. Itu sebabnya keputusan untuk mengimpor beras di akhir tahun adalah keputusan yang buruk, sebab harga beras sedang tinggi. Akhir tahun seharusnya bukanlah waktu untuk pengadaan, tapi justru untuk penyaluran, atau pelepasan cadangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinilai Sektor yang Paling Tahan Hadapi Berbagai Masalah, Banyak Pemuda di Bali Beralih Profesi Jadi Petani

Dinilai Sektor yang Paling Tahan Hadapi Berbagai Masalah, Banyak Pemuda di Bali Beralih Profesi Jadi Petani

Video | Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:15 WIB

Pertanian Modern ala Smart Green House,  Tingkatkan Produksi Hortikultura dan Gaet Petani Milenial

Pertanian Modern ala Smart Green House, Tingkatkan Produksi Hortikultura dan Gaet Petani Milenial

Jakarta | Senin, 26 Desember 2022 | 14:00 WIB

Almarhum Budayawan Ridwan Saidi Dimata Fadli Zon

Almarhum Budayawan Ridwan Saidi Dimata Fadli Zon

| Minggu, 25 Desember 2022 | 21:30 WIB

Fadli Zon Kenang Almarhum Budayawan Ridwan Saidi, Begini Kata Politisi Gerindra

Fadli Zon Kenang Almarhum Budayawan Ridwan Saidi, Begini Kata Politisi Gerindra

| Minggu, 25 Desember 2022 | 17:21 WIB

Kabar Duka Budayawan Betawi Ridwan Saidi Meninggal Dunia

Kabar Duka Budayawan Betawi Ridwan Saidi Meninggal Dunia

Your Say | Minggu, 25 Desember 2022 | 12:24 WIB

Meninggal Hari Ini, Koleksi Buku Kuno dan Piringan Hitam Milik Ridwan Saidi Disimpan Fadli Zon: Kehilangan Tokoh Hebat

Meninggal Hari Ini, Koleksi Buku Kuno dan Piringan Hitam Milik Ridwan Saidi Disimpan Fadli Zon: Kehilangan Tokoh Hebat

News | Minggu, 25 Desember 2022 | 12:43 WIB

Terkini

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB