Gempa Turki Panaskan Harga Minyak Global, Naik 2% Lebih

Selasa, 07 Februari 2023 | 16:24 WIB
Gempa Turki Panaskan Harga Minyak Global, Naik 2% Lebih
Tim penyelamat mencari korban selamat di puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa bumi di Sanliurfa, Turki, Senin (6/2/2023). [AFP]

Suara.com - Harga minyak mentah dunia melesat hampir 2 persen lebih, setelah gempa dahysat yang menimpa Turki dan Suriah, kekhawatiran akan kekurangan pasokan menjadi pemicunya menyusul penutupan terminal ekspor utama negara tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (7/2/2023) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melambung USD1,74, atau 2,15%, menjadi USD82,73 per barel pada Selasa sore.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melesat USD1,70, atau 2,29%, menjadi USD75,81 per barel.

"Harga minyak mentah melonjak karena ekspektasi bahwa pemulihan China akan bertahan dan juga didorong gangguan pasokan akibat gempa bumi yang menghancurkan Turki," kata Edward Moya, analis OANDA.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan setengah dari pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini berasal dari China, ungkap kepala badan tersebut, Minggu, menambahkan bahwa permintaan bahan bakar jet melesat.

Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia, menaikkan harga minyak mentah andalannya bagi pembeli Asia untuk pertama kalinya dalam enam bulan di tengah ekspektasi pemulihan permintaan, terutama dari China.

Operasi di terminal ekspor minyak Ceyhan, Turki, berkapasitas 1 juta barel per hari (bph) dihentikan setelah gempa besar melanda wilayah tersebut. Terminal BTC, yang mengekspor minyak mentah Azeri ke pasar internasional, akan ditutup pada 6-8 Februari.

Daniel Hynes, analis ANZ di Sydney, juga menunjuk penutupan Phase 1 dari ladang minyak Johan Sverdrup berkapasitas 535.000 bph di wilayah Laut Utara Norwegia sebagai pendorong utama harga.

Pasar minyak akan mencermati pidato Chairman Federal Reserve Jerome Powell, Rabu, kata para analis. Kenaikan suku bunga biasanya memperkuat dolar, yang bisa membuat minyak mentah lebih mahal bagi pembeli non-Amerika.

Baca Juga: Kesamaan Gempa Turki dan Banten yang Terjadi Pagi Ini

"Rebound harga minyak lebih seperti pergerakan yang hati-hati menjelang pidato Powell besok, ketika Chairman Fed itu dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang jalur kenaikan suku bunga di masa mendatang," kata Tina Teng, analis CMC Markets.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI