Suara.com - Rencana Tesla Inc untuk berinvestasi di Indonesia tampaknya makin tak jelas saja, apalagi setelah perusahaan Elon Musk tersebut memutuskan untuk membangun pabrik baru di Meksiko hingga bukan kantor cabang di Malayasia.
Meski demikian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan masih santai-santai saja, dia bilang hingga saat ini komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan Tesla terus berlangsung.
"Kita masih tetaplah, masa nggak," kata Luhut dikutip Jumat (3/3/2023).
Luhut pun berjanji akan membuka ke publik terkait perkembangan rencana investasi Tesla ke Tanah Air, usai pemerintah secara resmi memberlakukan pemberian insentif kendaraan listrik yang bakal dilakukan dalam waktu dekat ini.
"Ya nanti tunggu lah. Kalau nanti Senin diumumkan mengenai atau minggu depan diumumkan mengenai insentif EV (electric vehicle) nanti baru saya ngomong," ucap Luhut.
Sebelumnya, perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla Inc pada Rabu (1/3/2023) mengumumkan pembangunan pabrik baru di Meksiko dalam upaya meningkatkan penyediaan mobil elektrik di negara tersebut dan Amerika Selatan.
Seperti dilansir BBC News, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyebut bahwa pabrik Tesla akan berada di Monterrey, hanya sekitar tiga jam perjalanan dari Texas. “Tesla akan menyediakan ribuan pekerjaan bagi rakyat Meksiko,” ungkapnya.
Pabrik Tesla di Meksiko adalah pabrik ketiga Tesla di luar Amerika Serikat, setelah Tiongok dan Jerman.
Nilai investasi awal Tesla terkait pembangunan pabrik baru mencapai US$1 miliar. Ekspansi pabrik dapat membuat investasi mencapai US$10 miliar seiring berjalannya waktu.
Wakil Menteri Luar Negeri Meksiko dalam wawancara dengan Milenio Television menyebutkan bahwa pabrik Tesla diharapkan dapat memproduksi 1 juta kendaraan per tahun, termasuk truk dan mobil sport.
Beberapa pekan lalu, BMW mengumumkan rencana pembangunan pabrik di Meksiko. Ford juga telah memproduksi mobil elektrik SUV di negara tersebut.