Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Kekuatan E-commerce Indonesia Diprediksi Tembus 89 Miliar Dolar AS di 2026, Hati-hati Rawan Fraud

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 22 Maret 2023 | 08:58 WIB
Kekuatan E-commerce Indonesia Diprediksi Tembus 89 Miliar Dolar AS di 2026, Hati-hati Rawan Fraud
Ilustrasi e-commerce / online shop (pexels)

Suara.com - Lonjakan perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia yang dipengaruhi oleh pandemi diperkirakan akan terus berlanjut. Transaksi diprediksi meningkat 128% hingga mencapai $89 miliar dalam nilai transaksi bruto sejak tahun 2023 hingga 2026.

Proyeksi nilai transaksi e-commerce Indonesia pada tahun 2026 juga diperkirakan akan melampaui negara-negara tetangga seperti Vietnam ($33 miliar), Thailand ($26 miliar), dan Filipina ($17 miliar).

Proyeksi yang optimis ini muncul dalam laporan IDC (International Data Corporation) terbaru yang dikeluarkan oleh platform pembayaran 2C2P dan Merchant Risk Council (MRC), asosiasi keanggotaan global untuk para praktisi pembayaran dan pencegahan transaksi penipuan.

Laporan ini juga menyoroti bahwa pesatnya perkembangan lanskap pembayaran berdampak pada peningkatan transaksi penipuan di dunia maya. Indonesia memiliki persentase pengguna internet tertinggi (26%) di Asia Tenggara yang menjadi korban penipuan di tahun 2021.

Berdasarkan data Bareskrim Polri, penipuan online menempati posisi kedua sepanjang Januari-September 2020 yang berkontribusi lebih dari seperempat kasus kejahatan siber pada periode tersebut.

Dengan pertumbuhan belanja online, dompet seluler memainkan peran penting dalam memfasilitasi transaksi online. Menurut IDC InfoBrief, "Cara Asia Tenggara Bertransaksi di Tahun 2022: Peluang, Konektivitas, dan Risiko Baru", tercatat lebih dari satu juta pengguna baru dari dompet seluler setiap bulannya di Indonesia, di mana hal ini menunjukkan adanya tingkat pertumbuhan yang signifikan di pasar Asia Tenggara.

“Dengan jumlah penduduk yang besar dan dan berkembang pesatnya transaksi online, Indonesia telah muncul sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital. Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di pasar e-commerce Indonesia, bisnis online harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku konsumen sekaligus memproteksi diri mereka dan pelanggan mereka dari ancaman kejahatan dunia maya yang terus meningkat. InfoBrief IDC yang telah dirilis antara lain menyoroti bagaimana cara mencegah adanya transaksi penipuan yang dihadapi perusahaan-perusahaan di Indonesia,” kata Julie Fergerson, CEO MRC.

Dengan adanya proyeksi ini, 2C2P Indonesia mengambil sikap untuk terus memperkuat komitmen guna melindungi merchant dan juga konsumen. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dengan memperkuat tim kepemimpinan di Indonesia untuk memperluas dan melokalkan kapabilitas penjualan, produk, dan jaringan di seluruh Nusantara.

“Seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan metode pembayaran yang beragam, kami perlu terus menyempurnakan langkah-langkah pencegahan dan mengimplementasikan pembaruan secara berkala untuk memitigasi ancaman terbaru guna melindungi merchant dan konsumen. 2C2P berada di posisi yang tepat untuk memperluas lanskap pembayaran digital Indonesia dan mendukung bisnis-bisnis papan atas yang memiliki rencana memperluas pasar konsumen secara global dan membantu perusahaan tersebut untuk menyediakan solusi pembayaran mereka lebih cepat dari sebelumnya pasca pandemi," ujar Adi Nugroho, Country Head 2C2P Indonesia.

Sorotan Utama:

  • Sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara yang terus mengalami pertumbuhan pesat dalam layanan digital, Indonesia menjadi pasar terpenting untuk perdagangan digital di kawasan Asia Tenggara.
  • Jumlah pengguna dompet seluler, layanan Beli Sekarang Bayar Nanti (Buy Now Pay Later/BNPL), dan pembayaran dalam negeri, akan mengalami perkembangan yang pesat, dimana Indonesia muncul sebagai pemimpin di tingkat Asia Tenggara.
  • Pertumbuhan kartu kredit tetap stagnan, sementara penggunaan cash on delivery menurun seiring dengan munculnya beragam opsi pembayaran digital yang baru.
  • Pada tahun 2026, tingkat penetrasi dompet seluler di Indonesia sebesar 76% dengan 116,8 juta pengguna baru dompet seluler, yang menjadikan jumlah tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
  • Layanan Beli Sekarang Bayar Nanti menambahkan satu juta pengguna baru di Indonesia setiap 3 bulan di tahun 2021, dengan tingkat belanja untuk e-commerce meningkat menjadi $7,3 miliar di tahun 2026.
  • Di pasar seperti Indonesia yang pengguna baru layanan digitalnya terus berkembang, tingkat keberhasilan transaksi penipuan dapat menjadi lebih tinggi karena ketidaktahuan konsumen tentang proses keamanan transaksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BTN Ganti Dana Jika Nasabah Tidak Terlibat Fraud

BTN Ganti Dana Jika Nasabah Tidak Terlibat Fraud

Bisnis | Senin, 20 Maret 2023 | 06:09 WIB

Bantu Institusi Cegah Penipuan, Paques Luncurkan Fraud Detection System

Bantu Institusi Cegah Penipuan, Paques Luncurkan Fraud Detection System

Bisnis | Rabu, 15 Maret 2023 | 06:31 WIB

Bakal Tayang di Bulan Mei, Ini Sinopsis Drama Baru Beneficial Fraud

Bakal Tayang di Bulan Mei, Ini Sinopsis Drama Baru Beneficial Fraud

Entertainment | Selasa, 14 Maret 2023 | 09:00 WIB

Terkini

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB