Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Melihat Potensi Perempuan Garap Bisnis UMKM

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 05 April 2023 | 17:51 WIB
Melihat Potensi Perempuan Garap Bisnis UMKM
Ilustrasi Wanita Bekerja (freepik.com/freepik)

Suara.com - Perempuan kini kerap kali dipandang sebelah mata dalam sebuah bisnis. Padahal potensinya sangat besar, apalagi menggarap bisnis UMKM. Dengan kekuatan emak-emak, UMKM yang digarap perempuan bisa sangat berkembang.

Ketua Dewan Pengawas Koperasi The Investors, Hariadhi mengatakan, Selama ini perempuan memang sering ditempatkan di kasta lebih rendah dalam manajemen bisnis. Seolah perannya hanya terbatas sebagai sekretaris atau resepsionis saja. Itulah yang akhirnya para perempuan rentan terjebak dalam relasi kuasa dan pelecehan.

"Padahal urusan makanan, terutama dalam kebudayaan Indonesia, perempuan adalah pemeran utama. Bukan hanya soal keahlian masak, namun juga berhitung bagaimana dengan penghasilan yang minimal, bisa memenuhi kebutuhan nutrisi satu keluarga. Itu sudah dasar bagus dalam manajemen bisnis," ujar Hariadhi yang juga CEO PT Semoga Segera IPO seperti dikutip, Rabu (5/4/2023).

sementara, Dewan Penasihat sekaligus komisaris PT Semoga Segera IPO, Abdulla Emir menyatakan bahwa peranan perempuan,khususnya dalam bidang bisnis harusnya jauh lebih besar dari yang ada saat ini.

"Karena itu saya sangat selektif dalam menanamkan investasi, diperhatikan apakah perusahaan ini punya value yang menghormati potensi perempuan atau tidak. Tidak boleh lagi dijadikan sasaran eksploitasi, mereka harus aktif mengambil keputusan," kata dia.

Ia mengungkapkan, keputusan PT Semoga Segera IPO untuk mendahulukan perempuan dalam kepemimpinan membuatnya tertarik untuk ikut berinvestasi. "Awalnya ada komitmen setidaknya 50 persen top management harus perempuan. Kenyataannya malah lebih baik, 2 dari 3 posisi di eksekutif ditempati perempuan. Semangat ini yang kemudian ditularkan ke koperasi, 100 persen pengambil keputusannya adalah perempuan," imbuh dia.

Namun, Emir juga menyadari bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi kaum perempuan,terutama dalam dunia bisnis."Literasi finansial dan akses ke produk-produk finansial masih sangat kurang dimana menurut riset dari OJK yang melibatkan 14.634 orang dengan metode multistage random sampling pada bulan Juli hingga September 2022 di 76 kota/kabupaten yang tersebar di 34 provinsi, sebanyak 50,33% perempuan memiliki literasi keuangan yang baik.Walaupun lebih unggul dari laki-laki yang hanya sebesar 49,05%,tetapi saya merasa angka ini masih harus ditingkatkan lagi," ujarnya dengan penuh semangat.

Untuk bisa memecahkan masalah tersebut, digunakan strategi urunan, pendekatan teknologi,dan pembinaan komunitas,sehingga diharapkan impactnya bisa dirasakan lebih besar.

"Bagi kami di Suluh Perempuan, meyakini bahwa perjuangan perempuan tak bisa hanya dilakukan oleh satu dua orang atau organisasi akan tetapi membutuhkan kolaborasi atau kerja-kerja bersama dan itu tak hanya kaum perempuan semata namun juga seluruh unsur masyarakat di dalamnya dan kami menyambut baik serta sepakat dengan apa yang menjadi misi utama project ini selama ada follow up yang kongkrit terkait program pemberdayaan korban," ungkap Milla Nabilah, Community Manager PT Semoga Segera IPO yang juga aktif menjadi Wasekjen Suluh Perempuan.

Terkait penggunaan teknologi, Jean-Daniel Gauthier, CEO myriad.social, memberikan pendapat bahwa apps sederhana dan umum sebenarnya bisa saja mengefisienkan kerja perempuan dalam mengelola bisnis.

"Sejarah awalnya teknologi informasi yang kita nikmati sekarang dibangun oleh perempuan-perempuan tangguh, namun kemudian harus disesuaikan untuk bisa melayani keperluan laki-laki yang mendominasi dunia kerja. Sekarang hal tersebut harusnya dilenyapkan, banyak apps sederhana yang bisa digunakan untuk memberdayakan siapapun yang menggunakannya. Literasi digital sangat penting saat ini, tidak boleh ada yang kesulitan mengaksesnya," ungkap Danny.

Selain penggunaan teknologi sederhana, blockchain sebenarnya juga potensial untuk memudahkan kerja mereka dalam memasarkan produk dan menghimpun dana, karena prinsip kerja urun daya dalam blockchain sangat sesuai dengan budaya perempuan Indonesia yang juga senang mengerjakan banyak hal secara kolektif.

"Myriad.social menyediakan akses permodalan dengan menyediakan media sosial yang bisa mendatangkan fundraising. Selain itu metaverse yang kita kembangkan juga potensial digunakan sebagai tempat berjualan," ungkap Hariadhi, yang juga menjadi Business Development Manager di myriad.social.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atome Perluas Penetrasi Bisnis di Tahun 2023 Dengan Tambah Banyak Merchant

Atome Perluas Penetrasi Bisnis di Tahun 2023 Dengan Tambah Banyak Merchant

Bisnis | Rabu, 05 April 2023 | 12:41 WIB

Daftar Bisnis Dito Ariotedjo Sebelum Jadi Menpora

Daftar Bisnis Dito Ariotedjo Sebelum Jadi Menpora

Bisnis | Selasa, 04 April 2023 | 11:57 WIB

Kisah Wanita Muda, Anak Dosen yang Sukses Bangun Bisnis Omzet Miliaran

Kisah Wanita Muda, Anak Dosen yang Sukses Bangun Bisnis Omzet Miliaran

Bisnis | Senin, 03 April 2023 | 18:49 WIB

Terkini

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB