Luhut Nego Bunga Pinjaman Proyek Kereta Cepat Sampai Ke China, Hasilnya Begini

Senin, 10 April 2023 | 14:48 WIB
Luhut Nego Bunga Pinjaman Proyek Kereta Cepat Sampai Ke China, Hasilnya Begini
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. [Instagram/luhut.pandjaitan]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah pulang dari kunjungan kerja ke China. Maksud tujuan Luhut ke China mengunjungi untuk pertemuan tingkat tinggi sekaligus negosiasi bunga pinjaman ke China Development Bank (CDB).

Bunga pinjaman ke CBD ini terkait pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang biaya membengkak.

Dia menuturkan awalnya tawaran bunga dari CBD sekitar 4%, tetapi setelah dinego oleh Luhut bunga pinjaman turun menjadi 3,4%. Namun, bunga itu menurut pemerintah Indonesia masih tinggi, di mana mengharapkan bunga bisa turun 2%.

"Tapi kita mau angkanya rendah lagi. Offer-nya pertama 3,4% dari awalnya 4%, tapi Kami mau kalau bisa rendah lagi," ujar Luhut dalam konferensi pers di Kantir Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (10/4/2023).

Kendati begitu, Luhut menyebut, angka bunga pinjaman itu termasuk murah dibandingkan bunga di lembaga lain yang bisa mencapai 6%. Menurutnya, nego-nego ke pihak China masih berlangsung sampai minggu depan.

"Jadi ya kalau bisa 3,4%, misalnya sampai situ, ya kita sudah doing okay juga, walaupun tidak oke-oke amat, daripada kita keluar," kata dia Luhut.

Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Pertambangan dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto menambahkan, pinjaman yang diberikan CBD memiliki tenor selama 30 tahun.

Selanjutnya, ke depan akan ada pembicaraan terkait penjamainan pinjaman, yang pemerintah Indonesia inginnya menjaminkan penjaminan ke PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

"Ini terkait penjaminannya kan selama ini kita mau ada PII ya, mereka mau penjaminan langsung, kita coba negosiasi itu," kata dia.

Baca Juga: Punya Proyek 15.906 di Indonesia, Menko Luhut: Terima Kasih China

Adapun, pinjaman yang didapatkan ini sebesar USD 560 juta atau setara Rp 8,2 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.800/USD. Nantinya pinjaman tersebut disalurkan ke PT KAI sebagai pemimpin konsorsium Indonesia PT KCIC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI