Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Menko Luhut Terbang ke AS Hari Ini, Mau Nego Soal 'Pengucilan' Produk Nikel Indonesia

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 11 April 2023 | 12:11 WIB
Menko Luhut Terbang ke AS Hari Ini, Mau Nego Soal 'Pengucilan' Produk Nikel Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ditemui di Jakarta, Selasa (18/10/2022). [Suara.com/Muhammad Fadil Djailani]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berencan melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Kepergiannya ke AS untuk melakukan negosiasi atas potensi 'pengucilan' yang di AS terkait produk nikel asal Indonesia.

Untuk diketahui, produk nikel asal Indonesia berpotensi dikucilkan oleh pasar AS. Pasalnya, negeri Paman Sam itu bakal mengeluarkan aturan pengurangan inflasi.

Dalam aturan Undang-undang itu, ada pedoman kredit pajak bagi para produsen baterai kendaraan listrik dan kendaraan listrik sebesar USD 370 miliar dalam subsidi untuk teknologi energi bersih.

Sayangnya, baterai yang mengandung nikel dari Indonesia dinilai tidak penuhi syarat untuk kredit Inflation Reduction Rate (IRA). Sehingga, potensi 'pengucilan' bisa saja terjadi.

Melihat potensi itu, pemerintah tidak mau berdiam saja, Deputi Bidang Koordinasi Pertambangan dan Investasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi menjelaskan, dalam kunjungan itu Menko luhut akan mengusulkan perjanjingan perdagangan bebas atau limited FTA dengan AS yang mencakup perdagangan bebas beberapa mineral penting seperti nikel, aluminium, kobalt, hingga copper.

"Jadi ya hari Selasa Pak Menko akan ke Amerika, kita akan negosiasi terkait FTA itu juga," ujarnya seperti dikutip, Selasa (11/4/2023).

Seto menjelaskan, sebenarnya potensi 'pengucilan' ini muncul karena belum adanya perjanjian perdagangan bebas dengan AS.

"Syaratnya masuk IRA kan harus ada FTA, kita kan belum punya. Jadi bukan berarti kita itu di-exclude. Nggak begitu, tapi kita belum punya FTA aja," jelas Seto.

Saat ini, bilang Seto, hanya beberapa negara baru saja yang memiliki perjanjian FTA dengan AS, salah satunya Jepang.

"Jadi dua minggu yang lalu kan mereka tanda tangan dengan Jepang. Sebelumnya kan mereka nggak punya FTA juga. Tapi dengan Jepang ini ada semacam limited trade deal juga khusus untuk critical mineral," sebut Seto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPKP Tak Rekomendasikan Impor KRL Bekas, Apa Kata Luhut

BPKP Tak Rekomendasikan Impor KRL Bekas, Apa Kata Luhut

Bisnis | Senin, 10 April 2023 | 17:01 WIB

Luhut Ungkap Perasaan Pemerintah China Soal Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Luhut Ungkap Perasaan Pemerintah China Soal Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Bisnis | Senin, 10 April 2023 | 15:43 WIB

Luhut Nego Bunga Pinjaman Proyek Kereta Cepat Sampai Ke China, Hasilnya Begini

Luhut Nego Bunga Pinjaman Proyek Kereta Cepat Sampai Ke China, Hasilnya Begini

Bisnis | Senin, 10 April 2023 | 14:48 WIB

Terkini

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 13:02 WIB

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:55 WIB

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:34 WIB

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:09 WIB

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:03 WIB

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:52 WIB

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:37 WIB

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:54 WIB

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:46 WIB

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:37 WIB