Perjalanan Proyek Kereta Cepat: Ditolak Ignasius Jonan Didukung Rini Soemarno

M Nurhadi

Kamis, 20 April 2023 | 16:19 WIB
Perjalanan Proyek Kereta Cepat: Ditolak Ignasius Jonan Didukung Rini Soemarno
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (Antara)

Suara.com - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) belakangan terus dikritik setelah molor dari tenggat yang menyebabkan pembengkakan biaya Rp12,8 triliun mesti ditanggung APBN. Ditambah lagi, China kini meminta APBN menjadi jaminan dari utang proyek terkait.

Sebelum pembengkakan ini benar-benar terjadi mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pernah menolak mentah-mentah proyek yang kini berada di bawah naungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut. 

Penolakan Jonan yang dilakukan pada 2014-2016 saat dia masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Saat itu Jonan yang seharusnya menjadi penanggung jawab utama proyek justru tidak hadir dalam groundbreaking yang saat itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo. 

Johan kekeuh menolak kereta cepat karena kereta tersebut tak cocok dipakai di ruas Jakarta-Bandung yang hanya 150 km. Sementara itu, kereta tersebut memiliki kecepatan 300 km per jam.

Jika di antara keduanya dibangun 5-8 stasiun dengan interval di masing-masing stasiun adalah delapan menit, maka kecepatan 300 km per jam itu tidak dapat digunakan secara maksimal.

Lagipula, Jonan sempat menolak menerbitkan izin trase pembangunan kereta cepat karena dinilai masih ada sejumlah regulasi yang belum dipenuhi terutama soal masa konsesi. 

Selain itu, ketika membicarakan proyek kereta cepat, tentu tidak dapat dilepaskan dari peran Rini Soemarno, mantan Menteri BUMN.

Pada tahun 2015, saat Indonesia menandatangani kerja sama dengan China mengenai proyek tersebut, Rini menjabat sebagai pimpinan tertinggi perusahaan-perusahaan milik pemerintah.

Namun, pada tahun 2016, peran Rini sebagai Menteri BUMN dipertanyakan oleh Komisi V DPR RI yang bertanggung jawab mengawasi penggunaan APBN.

baca juga

DPR menilai bahwa pembangunan sarana transportasi kereta cepat harus menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan yang dipimpin oleh Menteri Ignasius Jonan dan bukan bagian dari wewenang Rini Soemarmo.

Namun, meskipun demikian, Kementerian BUMN tetap menjadi aktor utama dalam pembangunan proyek tersebut, sementara Kementerian Perhubungan hanya berperan sebagai penonton.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat menjajal penggunaan dompet digital LinkAja untuk pembayaran tiket Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line di Stasiun Juanda, Jakarta.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat menjajal penggunaan dompet digital LinkAja untuk pembayaran tiket Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line di Stasiun Juanda, Jakarta.

Keadaan ini jelas merupakan suatu kejanggalan. Setelah proyek dimulai, Rini pernah mengatakan bahwa kereta cepat berpotensi mengalami keterlambatan hingga tahun 2020, namun hingga tahun 2022 proyek tersebut masih belum selesai.

Komisi V DPR RI juga menyoroti biaya pembangunan yang sangat tinggi dan memandang bahwa proyek tersebut berpotensi merugikan APBN dan menyebabkan Indonesia terjerat utang selama beberapa puluh tahun. 

Dalam kesempatan yang berbeda, Rini pernah menyatakan bahwa tujuan utama dari pembangunan moda transportasi kereta cepat adalah untuk memberikan alternatif transportasi yang lebih baik bagi masyarakat, selain juga menawarkan keuntungan berupa waktu tempuh yang lebih singkat, keamanan, dan kenyamanan. Pernyataan ini disampaikan Rini ketika meninjau proyek kereta cepat di kawasan Walini, Jawa Barat.

Proyek Kereta Tidak Akan Mangkrak

Meski harus ditalangi APBN, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa proyek KCJB tak akan mangkrak. Dalam keterangan resminya Selasa (18/4/2023) Erick menyatakan pembengkakan biaya itu lebih disebabkan oleh pandemi Covid-19 di mana semua proyek mengalami kemunduran dari jadwal yang semestinya.

Faktor lainnya adalah  kenaikan harga komponen-komponen utama termasuk besi, baja, dan terganggunya rantai pasok. Erick juga mengatakan pembangunan infrastruktur memerlukan waktu lama karena perencanaan yang harus matang. 

Talangan biaya APBN ini sebenarnya sudah bisa diprediksi saat Indonesia meneken kontrak pembangunan kereta cepat dengan China pada 2015 lalu. Saat itu, China mengajukan penawaran proyek. Dari sisi China, negara itu memberi penawaran anggaran proyek sebesar USD 5,13 miliar. 

China Development Bank (CDB) disebut meminta Indonesia memberikan jaminan melalui APBN untuk menutup biaya pembengkakan yang ditaksir mencapai USD 7,9 miliar atau lebih dari Rp100 triliun.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan Indonesia dan CDB telah menyepakati besaran pinjaman untuk pembayaran biaya pembengkakan Kereta Cepat senilai USD 560 juta atau sekitar Rp8 triliun.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Biasa Bisa Miliki Senjata Api, Ini Syarat dan Ketentuannya

Masyarakat Biasa Bisa Miliki Senjata Api, Ini Syarat dan Ketentuannya

News | Kamis, 20 April 2023 | 15:22 WIB

Profil Harry Warganegara, Dirut BUMN yang Bawa Pistol dan Meletus di Bandara

Profil Harry Warganegara, Dirut BUMN yang Bawa Pistol dan Meletus di Bandara

Denpasar | Kamis, 20 April 2023 | 13:30 WIB

Perhutani Berangkatkan 188 Pemudik Secara Gratis ke 8 Daerah

Perhutani Berangkatkan 188 Pemudik Secara Gratis ke 8 Daerah

Bisnis | Kamis, 20 April 2023 | 13:31 WIB

Pistolnya Meletus di Bandara Hasanudin, Dirut Berdikari Minta Maaf

Pistolnya Meletus di Bandara Hasanudin, Dirut Berdikari Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 20 April 2023 | 12:48 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Curiga Aliran Dana LIB ke PSSI, Ketum PSSI: Audit Keuangan Transparan

Menteri BUMN Erick Thohir Curiga Aliran Dana LIB ke PSSI, Ketum PSSI: Audit Keuangan Transparan

Serang | Rabu, 19 April 2023 | 22:06 WIB

Soal Bos Berdikari Bawa Senpi, Erick Thohir: Masa Ketemu Rakyat Bawa Pistol?

Soal Bos Berdikari Bawa Senpi, Erick Thohir: Masa Ketemu Rakyat Bawa Pistol?

Bisnis | Kamis, 20 April 2023 | 13:32 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×