Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

14 Juta Pekerjaan di Dunia Akan Hilang Dalam 5 Tahun ke Depan

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 01 Mei 2023 | 09:54 WIB
14 Juta Pekerjaan di Dunia Akan Hilang Dalam 5 Tahun ke Depan
Ilustrasi karyawan yang demo karena di-PHK (Freepik/Drazen Zigic)

Suara.com - Dalam laporan terbaru World Economic Forum (WEF) menyebutkan bahwa sekitar 14 juta pekerjaan diseluruh dunia akan hilang selama 5 tahun kedepan.

Hal tersebut dilakukan setelah WEF melakukan survei terhadap 800 perusahaan global baru-baru ini.

Mengutip CNN, Senin (1/5/2023) dalam laporannya tersebut WEF menyebutkan faktor hilanggnya pekerjaan tersebut karena kondisi ekonomi yang kian melemah dan banyak dari perusahaan meningkatkan adopsi pekerjaan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

WEF yang menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin global di Davos, Swiss, setiap tahunnya menemukan bahwa pemberi kerja berharap dapat menciptakan 69 juta pekerjaan baru pada tahun 2027 dan menghilangkan 83 juta posisi. Itu akan mengakibatkan hilangnya 14 juta pekerjaan, setara dengan 2% dari pekerjaan saat ini.

Banyak faktor yang akan bakal mengguncang pasar tenaga kerja selama periode itu. Pergeseran ke sistem energi terbarukan akan menjadi mesin yang kuat untuk menghasilkan lapangan kerja, sementara pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yang tinggi akan mendorong kerugian.

Perusahaan akan membutuhkan pekerja baru untuk membantu mereka menerapkan dan mengelola sistem AI. Pekerjaan analis dan ilmuwan data, spesialis pembelajaran mesin, dan pakar keamanan siber diperkirakan akan tumbuh rata-rata 30% pada tahun 2027, menurut WEF.

Pada saat yang sama, proliferasi kecerdasan buatan akan membahayakan banyak peran, karena robot menggantikan manusia dalam beberapa kasus. Mungkin ada 26 juta lebih sedikit pekerjaan pencatatan dan administrasi pada tahun 2027, prediksi WEF. Pegawai entri data dan sekretaris eksekutif diperkirakan akan mengalami kerugian paling tajam.

Terlepas dari sensasi baru-baru ini seputar alat seperti ChatGPT, otomatisasi telah berkembang perlahan di awal dekade ini. Organisasi yang disurvei oleh WEF memperkirakan bahwa 34% dari semua tugas terkait bisnis saat ini dilakukan oleh mesin. Itu hanya sehelai rambut di atas angka dari tahun 2020.

Ekspektasi untuk laju adopsi di masa mendatang juga telah direvisi turun. Pada tahun 2020, pemberi kerja mengira 47% tugas akan diotomatisasi pada tahun 2025. Sekarang mereka memperkirakan angka tersebut akan mencapai 42% pada tahun 2027.

baca juga

Sementara itu, perusahaan memikirkan kembali keterampilan apa yang dibutuhkan karyawan mereka. Perusahaan sekarang menghargai "kemampuan untuk menggunakan alat AI secara efisien" lebih dari pemrograman komputer, menurut WEF.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Memulai Kembali Tesis yang Telah Terbengkalai, Mahasiswa Merapat!

5 Cara Memulai Kembali Tesis yang Telah Terbengkalai, Mahasiswa Merapat!

Your Say | Senin, 01 Mei 2023 | 07:30 WIB

5 Starter Pack bagi Pencari Kerja, Apa Saja?

5 Starter Pack bagi Pencari Kerja, Apa Saja?

Your Say | Minggu, 30 April 2023 | 14:51 WIB

Penggunaan Al Makin Masif, Berikut Kemampuan yang Tidak Tergantikan oleh AI

Penggunaan Al Makin Masif, Berikut Kemampuan yang Tidak Tergantikan oleh AI

Your Say | Minggu, 30 April 2023 | 06:54 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×