LockBit Akui Jadi Dalang Serangan Ransomware Bank Syariah Indonesia (BSI)

M Nurhadi

Selasa, 16 Mei 2023 | 16:29 WIB
LockBit Akui Jadi Dalang Serangan Ransomware Bank Syariah Indonesia (BSI)
Layanan perbankan BSI sudah pulih secara bertahap. (Dok: BSI)

Suara.com - Bank Syariah Indonesia masih jadi sorotan akibat gangguan yang terjadi belakangan ini. Terbaru, Dark Tracer, akun yang kerap mengunggah perkembangan dunia peretasan menyebut, kelompok LockBit Ransomware bertanggung jawar atas gangguan layanan BSI.

Gangguan tersebut merupakan hasil dari serangan yang mereka lakukan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bank Syariah Indonesia (BSI).

LockBit merupakan salah satu kelompok peretas yang aktif sejak 2019 silam. Berawal dengan nama ABCD, kelompok LockBit menyerang sasaran dengan ransomware LockBit, LockBit 2.0, dan LockBit 3.0 yang dirilis pada Juni 2022 lalu.

Ransomware tersebut diklaim menjadi salah satu operasi yang paling aktif dan berdampak. Sebagai model Ransomware-as-a-Service (RaaS), LockBit merekrut afiliasi melalui forum-forum bawah tanah untuk melancarkan serangan secara produktif.

Melansir berbagai sumber, hingga pertengahan tahun 2022 lalu, LockBit 2.0 bertanggung jawab atas 46 persen dari total serangan ransomware selama 2022.

Saat beraksi, operator LockBit menggunakan taktik pemerasan ganda dengan mengancam korban untuk membayar uang tebusan dengan ancaman publikasi data yang mereka curi.

Kelompok ini juga terlihat melakukan pemerasan ganda dengan melancarkan serangan DDoS pada infrastruktur korban, sehingga tidak tersedia dan memastikan korban akan membayar.

LockBit kerap menyasar sektor keuangan baik secara perorangan maupun institusi.  Kelompok kejahatan siber ini telah mengklaim tanggung jawab atas serangan di seluruh dunia, dengan sebagian besar korbannya berada di Amerika Serikat, Italia, dan Jerman. Seperti kelompok ransomware lainnya, mereka tampak menghindari sistem penargetan dalam bahasa Eropa Timur.

Salah satu aksinya yang cukup dikenal yakni LockBit mengklaim telah menyusupi data dari L'Agenzia delle Entrate (AdE), lembaga pajak Italia pada 2022.

baca juga

Saat itu, LockBit memberikan batas waktu hingga tanggal 1 Agustus bagi AdE untuk membayar uang tebusan. Ketika tebusan tidak dibayar, pada tanggal 3 Agustus mereka mempublikasikan 47GB data yang mereka curi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BSSN Minta BSI Terbuka kepada Nasabah soal Peretasan, Bisa Disanksi

BSSN Minta BSI Terbuka kepada Nasabah soal Peretasan, Bisa Disanksi

Metro | Selasa, 16 Mei 2023 | 16:26 WIB

Kabar Baik bagi Jamaah, Pelunasan Biaya Haji Ditunda

Kabar Baik bagi Jamaah, Pelunasan Biaya Haji Ditunda

Purwokerto | Selasa, 16 Mei 2023 | 13:28 WIB

Data Nasabah Mulai Disebar ke Darkweb, Begini Respon BSI

Data Nasabah Mulai Disebar ke Darkweb, Begini Respon BSI

Bisnis | Selasa, 16 Mei 2023 | 12:11 WIB

Negosiasi Gagal, Ransomware LockBit Sebar 1,5 TB Data Nasabah dan Karyawan BSI di Dark Web

Negosiasi Gagal, Ransomware LockBit Sebar 1,5 TB Data Nasabah dan Karyawan BSI di Dark Web

News | Selasa, 16 Mei 2023 | 09:53 WIB

BSI Kena Serangan Siber, Wapres: Pengalaman Buruk

BSI Kena Serangan Siber, Wapres: Pengalaman Buruk

Bisnis | Selasa, 16 Mei 2023 | 08:49 WIB

Wapres Keluarkan Perintah Usai Bank Syariah Indonesia Kecolongan Data Nasabah

Wapres Keluarkan Perintah Usai Bank Syariah Indonesia Kecolongan Data Nasabah

News | Senin, 15 Mei 2023 | 16:20 WIB

Terkini

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

×