Suara.com - Selain menjadi platform media sosial, TikTok juga dimanfaatkan oleh para UKM atau pebisnis online untuk mempromosikan produk mereka, sehingga dapat mencapai kesuksesan dalam berjualan melalui fitur TikTok Shop. Namun sayangnya, belum semua pebisnis berhasil memaksimalkan platform ini untuk mendongkrak penjualan.
Untuk membantu UKM memaksimalkan penjualan melalui TikTok Shop, Founder Sekolahpebisnis dan Marketing Coach Yosef Adji Baskoro bersama Ninja Xpress membagikan kesalahan perlu dihindari saat berjualan di TikTok Shop, termasuk cara supaya tetap konsisten dalam membuat konten.
Dikatakan Yosef Adji Baskoro, TikTok Shop menjadi tempat bagi para creators menjual produknya dalam bentuk video yang mereka unggah. Melalui platform ini, viewers bisa dengan mudah membeli langsung di aplikasi TikTok yang mempermudah journey buyer untuk check out.
"Namun di sisi lain, terkadang beberapa seller justru mengalami kesulitan mengupload produk ke TikTok Shop karena tidak memenuhi beberapa kewajiban dasar seperti setting-an pada TikTok Shop, sehingga membuat mereka gagal berjualan," katanya dalam sebuah keterangan tertulis.
Yuk, simak 4 tips di bawah ini supaya penjualanmu di TikTok bisa terdongkrak!
1. Buat Editorial Plan atau Kalender Konten
Editorial plan (EP) dan Content Plan penting untuk menjaga konsistensi pembuatan konten. Dengan editorial calendar, kamu dapat merencanakan konten yang akan diunggah ke media sosial secara detail setiap harinya. Editorial calendar membantu mengatur jadwal unggahan konten secara teratur, menghindari kebingungan dalam pemilihan dan pengunggahan konten harian, bahkan dapat diterapkan dalam jangka waktu satu tahun.
Setelah membuat editorial calendar, kamu dapat membuat content plan yang berisi spesifikasi konten yang akan dibuat dalam jangka waktu satu minggu hingga satu bulan. Evaluasi dan pelaporan hasil konten juga penting dilakukan untuk melihat keberhasilan berdasarkan KPIs (tayangan, interaksi, penjualan) sebagai acuan untuk Editorial Plan berikutnya.
2. Pakai Platform Pihak Ketiga Untuk Jadwalkan Posting
Penting untuk memanfaatkan platform penjadwalan yang tersedia untuk posting otomatis di tengah kesibukan. Dengan menggunakan platform ini, kamu dapat fokus pada hal lain yang mendukung kesuksesan bisnis. Beberapa tools yang bisa digunakan, yaitu Later, Hootsuite, dan Onlypult.com.
3. Manfaatkan AI (Artificial Intelligence)
AI telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bisnis. AI dapat membantu dalam pembuatan konten dengan mencari ide-ide yang menarik dan mengembangkannya sesuai dengan riset dan bisnis yang sedang dijalankan. Beberapa tools AI yang dapat digunakan membantu membuat konten, yaitu ChatGPT, CopyAI, dan GetMunch.
4. Selalu Catat Ide Dimanapun dan Kapanpun
Cara terakhir supaya bisa konsisten membuat konten adalah dengan menerapkan second brain method. Second brain method merupakan metode untuk menyimpan dan mengingat ide, inspirasi, wawasan, dan koneksi secara sistematis di luar kepala.
Dalam metode ini, kamu dapat menggunakan teknologi, seperti smartphone, untuk mencatat ide-ide yang muncul secara tiba-tiba dan menggunakannya sebagai masukan dalam rencana konten. Dengan mencatat 4-7 ide saat scrolling media sosial, kamu bisa mengaplikasikannya pada konten selanjutnya dan mencegah burnout.