Kementerian PUPR Terapkan Teknologi Geofoam EPS di Pembangunan Tol Cisumdawu

Rabu, 12 Juli 2023 | 09:54 WIB
Kementerian PUPR Terapkan Teknologi Geofoam EPS di Pembangunan Tol Cisumdawu
Juru Bicara (Jubir) Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang akhirnya tersambung penuh sepanjang 62 kilometer dari total 6 seksi yang ada. Peresmian dilakukan di dua terowongan kembar yang terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Selasa, (11/7/2023).

Dalam pembangunan jalan tol Cisumdawu terdapat teknologi khusus yang diterapkan yakni geofoam EPS (Expanded Polystyrene). Teknologi tersebut diterapkan pada pembangunan seksi 5A di Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Geofoam ESP merupakan sebuah inovasi pembangunan jalan tol dengan menggunakan material expanded polystyrene berupa high density polystyrene yang berbentuk balok-balok berbobot ringan. 

Juru Bicara (Jubir) Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja menjelaskan, geofoam EPS diterapkan lantaran ada beberapa area di seksi 5A yang rentan akan gerakan tanah. Sehingga tidak bisa ditangani dengan timbunan atau urugan tanah biasa, perlu timbunan yang banyak. Hanya saja, jika timbunannya banyak, strukturnya juga butuh penahan yang kokoh dan itu harganya cukup mahal.

Sedangkan penggunaan Geofoam EPS mampu mengurangi beban yang harus ditanggung oleh tanah dengan sangat signifikan. Sebagai bahan perbandingan, berat tanah timbunan 1.800kg/meter kubik, sedangkan berat geofoam hanya 25 kg/meter kubik. Dengan bobot yang sangat ringan, Geofoam EPS mampu mengefisienkan penggunaan peralatan, tenaga kerja di lapangan serta mudah dibentuk dan dipasang.

"Makanya, kami pilih menggunakan geofoam karena dari sisi teknologi ini sudah teruji dan secara ekonomi lebih murah," tutur Endra ditemui awak media usai peresmian Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Selasa, (11/7/2023).

Endra tak memungkiri bahwa penggunaan geofoam dalam pembangunan jalan memiliki kelemahan, salah satunya adalah rawan dirusak oleh hewan seperti tikus. Untuk mengatasi hal tersebut, dia mengaku sudah melakukan antisipasi yakni dengan memproteksinya hingga ke dasar.

"Jadi kita lakukan proteksi sampai ke dasar. Sesudah ada geofoam kita lapisi dengan geomembrane, setelah geomembrane, kita tambah lagi dengan wire press, kemudian kita semprot dengan semen. Sehingga dia bentuknya short grid (tipis), itu yang menahan hewan masuk ke dalam. Kelembaban memang menjadi isu dalam geofoam itu. Jadi kita proteksi dengan cara itu," jelas Endra seraya menambahkan bahwa penggunaan teknologi geofoam terus dipantau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI