Faisal Basri Sebut Gaji TKA China di Smelter Nikel Rp54 Juta, Kalahkan Pekerja Lokal

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:26 WIB
Faisal Basri Sebut Gaji TKA China di Smelter Nikel Rp54 Juta, Kalahkan Pekerja Lokal
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom Senior INDEF, Faisal Basri mengatakan, tenaga kerja asing (TKA) dari China yang bekerja di pabrik peleburan nikel (smelter) mendapatkan gaji yang jauh lebih besar daripada pekerja lokal. Bahkan, gaji yang diberikan kepada TKA tersebut bisa mencapai Rp54 juta per bulan.

"Salah satu perusahaan smelter asal China memberikan gaji antara Rp17 juta hingga Rp54 juta. Sementara rata-rata pekerja Indonesia hanya menerima upah yang lebih rendah, bahkan sekitar upah minimum," tulis Faisal Basri dalam artikel blognya.

Menurutnya, tidak semua TKA ini merupakan tenaga ahli. Beberapa di antaranya bekerja dalam posisi seperti juru masak, satpam, tenaga statistik, dan sopir. Banyak dari tenaga kerja China ini menggunakan visa kunjungan, bukan visa kerja.

Dampak dari situasi ini adalah terjadi kerugian bagi negara dalam bentuk iuran tenaga kerja sebesar 100 dolar AS per pekerja per bulan.

"Dengan status visa kunjungan, ada kemungkinan besar bahwa pekerja China tidak membayar pajak penghasilan," katanya.

Karena itulah, ia menyatakan bahwa kebijakan hilirisasi nikel justru lebih menguntungkan industri di China.

Sebelumnya, Faisal Basri telah mengungkapkan bahwa 90 persen dari keuntungan hilirisasi nikel yang digaungkan oleh Presiden Jokowi lebih banyak dinikmati oleh China.

Hal ini terjadi karena hampir seluruh perusahaan smelter pengolahan bijih nikel dimiliki oleh China dan Indonesia mengadopsi rezim devisa bebas.

Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan China dapat mengirimkan semua hasil ekspornya ke luar negeri atau kembali ke negaranya sendiri tanpa dibatasi.

Selain itu, ekspor produk olahan bijih nikel tidak dikenakan pajak atau pungutan lainnya.

"Faktanya, penerimaan pemerintah dari ekspor produk-produk smelter nikel tidak ada alias nihil," ungkap dia.

Bahkan, menurut pakar ekonomi itu, perusahaan-perusahaan nikel China di Indonesia juga tidak membayar royalti. Ini dikarenakan royalti dibayar oleh perusahaan tambang nikel yang sebagian besar adalah perusahaan nasional.

"Meskipun perusahaan smelter membayar pajak bumi dan bangunan, jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, mayoritas nilai tambah dinikmati oleh perusahaan China," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dewi Perssik Semprot Netizen yang Bantah Gaji Pilot Rp200 Juta: Emang Jadwal Laki Lu sama Kek Pacar Gue?

Dewi Perssik Semprot Netizen yang Bantah Gaji Pilot Rp200 Juta: Emang Jadwal Laki Lu sama Kek Pacar Gue?

Your Say | Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:23 WIB

Bisnis Skin Care Online Indonesia 'Dikuasai' Produk China

Bisnis Skin Care Online Indonesia 'Dikuasai' Produk China

Bisnis | Selasa, 15 Agustus 2023 | 10:42 WIB

Riset: Smartphone Asal China Diduga 'Paksa' Ambil Data Pribadi Pengguna

Riset: Smartphone Asal China Diduga 'Paksa' Ambil Data Pribadi Pengguna

Bisnis | Selasa, 15 Agustus 2023 | 10:18 WIB

Fasilitas Gila yang Didapat Neymar Usai Gabung Al Hilal: Gaji Sejam Segini, Raih Rp 8 Miliar Tiap Unggah Story IG

Fasilitas Gila yang Didapat Neymar Usai Gabung Al Hilal: Gaji Sejam Segini, Raih Rp 8 Miliar Tiap Unggah Story IG

Bola | Selasa, 15 Agustus 2023 | 10:03 WIB

Keterlambatan Gaji dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Karyawan

Keterlambatan Gaji dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Karyawan

Bisnis | Senin, 14 Agustus 2023 | 19:54 WIB

3 Peran Antagonis di Drama China Back From The Brink

3 Peran Antagonis di Drama China Back From The Brink

Your Say | Senin, 14 Agustus 2023 | 18:32 WIB

Terkini

IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900

IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 09:13 WIB

BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran

BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 09:00 WIB

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:24 WIB

Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia

Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:06 WIB

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:01 WIB

Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU

Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 07:01 WIB

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 06:53 WIB

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB